“Mbak
Situ cantik
Senyummu manis menawan
Lakumu jalan tengah masa lalu dan masa depan
Dan polah tingkahmu giat bak merpati
Tapi kumerasa aku tidak (belum?) bisa menyukaimu Mbak
Kendati Mbak mengalami juga apa yang kualami (ya kurang lebih)
Ini hati tertutup tebal pasir, sudah keras jadi batu
Terjatuh dari langit, terhunjam keras
ke bumi, meratapi bahwa
di samping sawah ladang nan menghijau, masih
luas gurun pasir nan gersang dan
padang es nan menusuk tulang dan
rumah kumuh di balik apartemen mewah Greenville
terbatasi uang, keangkuhan religi, ambisi membabi dan segala dekadensi kehidupan.
Mbak
Jikalau Mbak memang untukku
Adakah di Mbak suatu tetesan larutan
yang bisa melelehkan hatiku?
Kalau Mbak punya, bolehlah
aku dibagi sedikit
saja?
Karena aku ingin kembali menjadi manusia
kanak-kanak nan polos seperti aku zaman dahulu kala
yang menyanyikan lagu perdamaian
daripada menyesali borok dunia
dan aku rasa ada penglihatan bahwa
ada di mata dan ketiakmu sedikit tetes untuk
melunakkan hati”
Maka Mbak pun berkata
“Ih jadi laki melas amat, yang aktif dikit kek!”
Lanjutku “Dafuq : |
Maka dari itu izinkan kuselesaikan dulu ucapku, Mbak yang manis
Karena aku, lewat pembelajaran merah-hijau-biru dan langit kelabu
sedikit punya intuisi soal jalan menuju—bukan, bukan jalan menuju surga
Karena biar orang bilang ada satu jalan ke surga, tak tahu satu itu yang mana
Tapi sedikit lebih realistis saja
Bahwa aku dari jatuhku punya
sedikit harapan akan perlindungan diri yang
bisa kubagi bersama denganmu dan
jika nanti Allah mengizinkan
agar kita mencapai titik Shangrila di puncak Himalaya
Itu, jika mau Mbak membagi sedikit ramuan peleleh
hati”



*Kasih Aqua Regia*
Bukan http://aquaregia.web.id lho ya… :-”
@dnial
Minta satu tetes tuwaaaan T_T
@Alex©
Namanya puisi modern freestyle
apa itu ramuan peleleh hati?
Lah embuh om, aku yo ra ngerti
.hhehehehehe ..
.ada ada saja ..
.tapi bagus gan ..
Si Mbak berkata lagi
)
“Wani piro??”
.
.
.
*ngilang*
@outbound malang
Selamat datang, dan makasih gan. Semoga ndak terjebak dengan judulnya ya.
@Akiko
:-”
Jawab saya, “ini saya ada plan pendakian ke Himalaya, mau ikut ndak? Kalao ga mau ya udah. Masih banyak kok perempuan yang mau aku ajak naik”