Archive for July 22nd, 2012

Ingatan Terdalam

Mumpung ngomong soal nostalgia, saya juga sekalian pingin menulis soal ingatan-ingatan terdalam yang saya punya. Saking dalamnya, saya sendiri tidak yakin apakah saya betul-betul mengalaminya atau itu cuma imajinasi saya. Tapi beberapa darinya saya ingat betul pernah mengalami.

  • Ngejar kucing di halaman belakang rumah di Ponorogo. Waktu itu bagian belakang rumah kami belum disemen, masih tanah. Ini secara formal saya jadikan ingatan pertama saya.
  • Mengunjungi susteran tempat adiknya simbah dari pihak ibu saya berkarya. Saya menyebut tempat itu mirip benteng.
  • Bertamu ke rumah super remang-remang, entah punya siapa, bersama orang tua saya. Di halamannya ada kucing hitam. Saya menyebut tempat itu mirip rumah penyihir.
  • Bonus: yang ini bukan ingatan terdalam, tapi terjadi sekitar pertengahan 90an. Di MTV waktu itu ada video boy band, yang menunjukkan anggota-anggotanya menari di depan cewek-cewek yang lagi nyantai di pantai. Selain itu, ada adegan salah satu anggota boy band naik kuda bersama cewek. Saya menyebut adegan ini “bercinta di tempat terbuka”. Tentu saja definisi “bercinta”-nya definisi anak-anak, jadi jangan berpikir yang bukan-bukan. Saya masih ingat sedikit nada lagu itu. Sayangnya, saya sampai sekarang tidak tahu itu lagu apa/siapa. Barangkali ada yang bisa bantu?

Nostalgia: Studi Kasus tentang Ingatan, Pertumbuhan, dan Perasaan pada saat Menonton Kembali Saint Seiya

Beberapa hari ini saya menonton kembali Saint Seiya, salah satu anime favorit saya ketika kecil. Anime yang lagunya saya nyanyikan terus walaupun dengan lirik kacau balau (wong waktu itu ga ngerti Bahasa Jepang sama sekali), dan gerakan tokoh-tokohnya, terutama Aurora Thunder Attack-nya Hyouga, dengan tekun saya tiru, sampai-sampai saya selalu disindir Babe plus anggota-anggota keluarga besar saya setiap kali kami mengunjungi mereka. Sampai sekarang.

Sejujurnya, tidak banyak yang saya ingat dari plot anime ini, selain jalan cerita utama Sanctuary Arc ketika mereka mendaki bukit menghadapi 12 Ksatria Emas untuk pada akhirnya melawan Paus Arles. Itupun detilnya tidak banyak saya ingat. Sebetulnya ya wajar ya, wong sudah sekitar 20 tahun berlalu, dan waktu itupun saya masih kecil. Makanya saya menonton kembali anime ini.

Menonton kembali anime ini memunculkan kembali ingatan soal perasaan-perasaan yang sudah lama hilang. Perasaan kagum dan…entah apalah namanya, ketika para ksatria mengenakan baju zirah mereka, dengan animasi yang menampilkan satu per satu bagian baju zirah mereka, dari pelindung kaki, lutut, badan, tangan, lalu kepala mereka, melayang dan menempel ke badan. Ya, saya yang sekarang memang sudah besar, dan sudah bisa banyak protes kalau ada bagian-bagian dari anime ini yang tidak rasional (misalnya soal betapa mudahnya para ksatria itu berpindah-pindah dari satu negara ke negara lain dalam waktu beberapa hari saja, sementara teman saya [Koh Eon] butuh waktu dan perjuangan luar biasa untuk bisa mendapatkan visa demi berjalan-jalan di Eropa). Namun, saya ingat betul bahwa pada saat itu saya pernah merasakan kagum pada adegan-adegan pemasangan baju zirah ini.

Kendati demikian, saya baru saja tertegun ketika melihat adegan datangnya [Steel Saints] (ksatria baja?).

(karena saya tidak menemukan potongan animenya, ini video review action figure Steel Saints)

Walaupun saya masih ada sedikit ingat-ingat soal ksatria non tokoh utama, macam Shaina, Marin (bahkan masih ingat samar-samar bahwa Marin ini <SPOILER>diduga saudara perempuan Seiya, walaupun sebetulnya bukan</SPOILER>), serta beberapa ksatria lain pasca Sanctuary Arc, saya tidak ingat sama sekali soal Steel Saints ini. Padahal, mereka ini unik, karena berbeda dari ksatria-ksatria lain, zirah mereka berasal dari kendaraan yang dibongkar, dan ini mengingatkan saya pada serial-serial super sentai atau super robot. Namun, herannya, ketika menonton adegan kemunculan pertama mereka di anime, badan saya serasa bergetar. Ada perasaan tertentu yang, walaupun saya tidak ingat sama sekali, muncul lagi, dan baru saya ingat kembali. Saya sempat tidak yakin, apakah perasaan ini dulu muncul ketika menonton Saint Seiya juga. Tapi ya, memang dari Saint Seiya. Perasaan ini berbeda dari perasaan menonton animasi baju zirah ksatria lain. Sebuah perasaan khusus yang muncul hanya ketika ksatria-ksatria ini tampil.

Otak saya tidak mengingat mereka, tapi badan saya ingat. Kosmo saya menggelegak, mendesak seakan ingin meledak.

Luar biasa.

T_T


lambrtz looks like this

Me

You can write comments in any language that you want, but please bear in mind that I only understand 4 languages: English, Indonesian, Javanese and Malay.

Archives

Categories

July 2012
S M T W T F S
« Jun   Aug »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  
Click to view my Personality Profile page


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 31 other followers