Beberapa hari ini saya menonton kembali Saint Seiya, salah satu anime favorit saya ketika kecil. Anime yang lagunya saya nyanyikan terus walaupun dengan lirik kacau balau (wong waktu itu ga ngerti Bahasa Jepang sama sekali), dan gerakan tokoh-tokohnya, terutama Aurora Thunder Attack-nya Hyouga, dengan tekun saya tiru, sampai-sampai saya selalu disindir Babe plus anggota-anggota keluarga besar saya setiap kali kami mengunjungi mereka. Sampai sekarang.
Sejujurnya, tidak banyak yang saya ingat dari plot anime ini, selain jalan cerita utama Sanctuary Arc ketika mereka mendaki bukit menghadapi 12 Ksatria Emas untuk pada akhirnya melawan Paus Arles. Itupun detilnya tidak banyak saya ingat. Sebetulnya ya wajar ya, wong sudah sekitar 20 tahun berlalu, dan waktu itupun saya masih kecil. Makanya saya menonton kembali anime ini.
Menonton kembali anime ini memunculkan kembali ingatan soal perasaan-perasaan yang sudah lama hilang. Perasaan kagum dan…entah apalah namanya, ketika para ksatria mengenakan baju zirah mereka, dengan animasi yang menampilkan satu per satu bagian baju zirah mereka, dari pelindung kaki, lutut, badan, tangan, lalu kepala mereka, melayang dan menempel ke badan. Ya, saya yang sekarang memang sudah besar, dan sudah bisa banyak protes kalau ada bagian-bagian dari anime ini yang tidak rasional (misalnya soal betapa mudahnya para ksatria itu berpindah-pindah dari satu negara ke negara lain dalam waktu beberapa hari saja, sementara teman saya [Koh Eon] butuh waktu dan perjuangan luar biasa untuk bisa mendapatkan visa demi berjalan-jalan di Eropa). Namun, saya ingat betul bahwa pada saat itu saya pernah merasakan kagum pada adegan-adegan pemasangan baju zirah ini.
Kendati demikian, saya baru saja tertegun ketika melihat adegan datangnya [Steel Saints] (ksatria baja?).
(karena saya tidak menemukan potongan animenya, ini video review action figure Steel Saints)
Walaupun saya masih ada sedikit ingat-ingat soal ksatria non tokoh utama, macam Shaina, Marin (bahkan masih ingat samar-samar bahwa Marin ini <SPOILER>diduga saudara perempuan Seiya, walaupun sebetulnya bukan</SPOILER>), serta beberapa ksatria lain pasca Sanctuary Arc, saya tidak ingat sama sekali soal Steel Saints ini. Padahal, mereka ini unik, karena berbeda dari ksatria-ksatria lain, zirah mereka berasal dari kendaraan yang dibongkar, dan ini mengingatkan saya pada serial-serial super sentai atau super robot. Namun, herannya, ketika menonton adegan kemunculan pertama mereka di anime, badan saya serasa bergetar. Ada perasaan tertentu yang, walaupun saya tidak ingat sama sekali, muncul lagi, dan baru saya ingat kembali. Saya sempat tidak yakin, apakah perasaan ini dulu muncul ketika menonton Saint Seiya juga. Tapi ya, memang dari Saint Seiya. Perasaan ini berbeda dari perasaan menonton animasi baju zirah ksatria lain. Sebuah perasaan khusus yang muncul hanya ketika ksatria-ksatria ini tampil.
Otak saya tidak mengingat mereka, tapi badan saya ingat. Kosmo saya menggelegak, mendesak seakan ingin meledak.
Luar biasa.
T_T



Apa itu Aurora Thunder Attack? Ndak pernah dengar saya waktu nonton di TV Indonesia (RCT* bukan ya)
Yang masih saya inget itu “Debuuuuu Debuuuu Innntaaaannnn!!!”
Ya itu makanya takkasih video. Saya juga lupa itu Bahasa Indonesianya apa. :v
yang saya ingat dari film ini dua hal: yang pertama, waktu itu, waktu film ini ditayangkan kali pertama, RCTI hanya bisa diakses pake decoder or something, jadi nonton film ini gambarnya goyang parah. yang kedua, film kemudian ditayangkan kalo gak salah jam setengah enam menjelang magrib setiap rabu. aku ingat kita semua ngambek kagak jelas karena pertarungan lagi intense banget antara seiya dan musuhnya entah siapa eh tivi dimatiin begitu aja sama paman yang juga guru ngaji. jeglek. “magrib!”
Minta link torrent nya dong *eh
Japri juga boleh *eh-lagi