*cuma copy paste + editan dari status Facebook saya*
Bener juga. Sering kali kalo ketemu orang India jadi minder.
Saya orang Jawa. Waktu kecil diajarin dikit-dikit tentang cerita pewayangan berdasar Mahabarata dan Ramayana. Ada banyak tokoh, banyak kerajaan, saya banyak ga hapal, bahkan ga tau itu tempat-tempat ada di mana. Apa itu tempat-tempat fiktif macam di Middle Earth?
Ternyata ada petanya. Dan tempatnya tentu di India.
Kalau seperti ini, adanya tokoh-tokoh khas macam punakawan pun jadi semacam fanfic saja.Nama belakang saya (Wardhana) itu dari Bahasa Sansekerta (Vardhan, salah satu avatar Shiva).
Dan banyak elemen bahasa-bahasa utama saya (Indonesia, Jawa) berasal dari Bahasa Sansekerta.
Diam-diam, makanan daerah saya banyak terpengaruh makanan India. Putu mayam dan martabak, misalnya. Bahkan banyak ga tahu kalau putu mayam aslinya dari India.
Apa yang bisa saya banggakan dari budaya saya? Modifikasi?
*switch to English*
I meet a lot of Indians here. I mean Indian Indians (i.e. people associated to ethnics originally from India, and with Indian nationality). They learn Sanskrit at school. Mahabharata and Ramayana are their history (at least according to them). They believe that Sri Rama really attacked Ravana’s kingdom of Lanka (Alengka), which is now Sri Lanka, and saved Sita (Shinta) with a help from Hanuman and Jatayu. Some of them believe that the islets connecting mainland India and Sri Lanka were a bridge built by Sri Rama. They believe all these things really happened. It is their history. On the other hand, we, at least I, didn’t know about its status. I thought they were mere fairy tales. So after all these years, we were actually taught about somebody else’s history. I can’t argue with them about these things.



0 Responses to “Minder”