On Introducing Your(My)self in Blogosphere

Saya paham kalo para blogger itu ga seneng tulisannya yang dibuat ratusan tahun lamanya, pakai bertapa dan berpuasa 40 abad, lagi membahas topik yang kiranya bagi dia sangat sensitif bagaikan hidup dan mati, dihampiri orang yang cuma bilang “Salam kenal”, seperti yang dibahas Gunawan di sini: [link]. Saya pribadi pun tidak suka berkenalan dengan cara seperti ini, bahkan lewat halaman About Me atau yang khusus untuk OOT. Apa yang membedakan saya dari blogger lain kalau begitu caranya? Kalo boleh narsis saya dulu berkenalan dengan Jensen dengan pernyataannya di About Me, dengan Fritzter dengan berdiskusi di tempat Jensen, dengan Mengejaperistiwa dengan pertanyaan di tempat Sora, dengan Geddoe gara-gara pertanyaan pribadi di blog Joe, dengan Sora dengan…lupa, dah lama sih :mrgreen: , dengan Dafferianto dengan curhat sebagai sesama almamater yang gagal apply beasiswa yang dia dapat (uhiii repetitif abis), dll lah, lupa. AFAIRemember cara menuliskan “Salam kenal” di halaman About Me ini cuma saya lakukan di tempat Gentole, habisnya saya ga paham dengan postingan-postingan Filsafatnya. Jadi berbanggalah Anda yang mendapat komen semacam ini dari saya :mrgreen:

*dilempar martil*

Nah, saya pun berpikiran kalo satu-satunya cara yang pantas untuk berkenalan dengan blogger lain lewat blognya adalah membaca salah satu postingan terbaru sampai benar-benar paham, lalu memberi komentar yang sesuai. Tapi apa masalahnya? Speaking about the negative side, tentu saja saya tidak akan cepat berkenalan kalau topik yang dia bahas di luar keahlian saya. Katakan saja ada seorang cewek blogger cuakep banget lagi kawaii xD sukanya menulis tentang kerajinan kriya, yang saya sama sekali tidak paham. Bagaimana bisa nyambung?

…apakah teknik seperti ini yang dipakai para seleblog ya. Halo Joe, Zam, Mbak Tika, ada pendapat? 😕

*habis “ngejunk” di beberapa blog yang belum pernah dikomeni*

NB: flashback beberapa puluh tahun yang lalu, waktu masih newbie saya pernah iri sama Joe yang blognya rame malah sampe dianjing-anjingkan dan pernah menanyakan hal ini. Memalukan sekali. :mrgreen:

Advertisements

14 Responses to “On Introducing Your(My)self in Blogosphere”


  1. 1 grace 04/02/2009 at 3:02 AM

    pas dengan saya gimana kenalannya ya?
    *inget2*
    ya udah deh..salam kenal^^
    *ditendang* :mrgreen:

    *habis “ngejunk” di beberapa blog yang belum pernah dikomeni*

    Ah,sama. Saya juga baru saja berasyik-mahsyuk “salam kenal” sini dan situ..
    kita kok sehati ya lambrtz?
    XD

  2. 2 Catshade 04/02/2009 at 4:25 AM

    Nah, saya pun berpikiran kalo satu-satunya cara yang pantas untuk berkenalan dengan blogger lain lewat blognya adalah membaca salah satu postingan terbaru sampai benar-benar paham, lalu memberi komentar yang sesuai.

    Idem dengan mas lambrtz. Saya…tidak pernah secara khusus (atau sadar) punya niat ingin berkenalan dengan blogger manapun. ^^; Prinsip saya ya “jalaran soko kulino” saja: (1) sering komentar di blog yang sama atau postingan yang sama, (2) lama-lama berpikir, “wah, komentar2nya bagus ini,” lalu mengintip blognya, (3) kalo postingan2nya menarik, subscribe dan jadi sering komen di sana juga, dan (4) ulangi langkah pertama. Memang jadinya ‘jaringan’ pertemanan saya berkisar di peminatan yang itu-itu saja, tapi rasanya saya lebih suka yang seperti itu; quality over quantity. 😛

    Katakan saja ada seorang cewek blogger cuakep banget lagi kawaii xD sukanya menulis tentang kerajinan kriya, yang saya sama sekali tidak paham. Bagaimana bisa nyambung?

    Berlagaklah seperti seorang newbie, puji karyanya, lalu minta diajari (lewat chat, tentu). 😈

    …apakah teknik seperti ini yang dipakai para seleblog ya. Halo Joe, Zam, Mbak Tika, ada pendapat?

    Saya kira mereka sendiri sebenarnya juga tidak berniat berkenalan atau mencari teman sebanyak itu (dan saya perhatikan ya mereka akhirnya juga membatasi sosialisasi maya mereka ke komunitas2 tertentu saja); hanya karena kualitas postingan atau sepak terjang merekalah yang membuat banyak orang justru ingin berkenalan dengan mereka. 😀

  3. 4 khofia 04/02/2009 at 8:09 PM

    menurut saya, cara menghormati empunya BLOG adalah memberikan komentar setelah kita baca postingannya. so, i agreed with lambrtz-san… saya juga pernah udah nulis capek2 sampe jari rasanya kepelintir dan yang ngunjungin cuman bilang “LAM KENAL” or “NICE BLOG”, tanpa ada komentar yang nyambung sama postingan saya SAMA SEKALI!

    yang paling gila lagi, saya pernah dapet komen dari seseorang *lupa, udah saya hapus lantaran berasa najis tralala* adalah yang isinya memohon doa restu lantaran dia pengen nyalon jadi pejabat lewat salah satu partai (>o<)p

  4. 5 Ardianto 04/02/2009 at 9:20 PM

    Saya sih kenalan sama mas pas pertamaan pindah ke wordpress dari blogsome…

    Waktu itu kalo nggak salah postingnya berjudul “Benar atau Salah”. Saya sih jarang-jarang cuma komen di about me terus bilang “Salam Kenal” doang. Mending baca post-nya terus komen apa yang dingertiin..

    Nanti lama-lama juga dikenal kalo sering mampir 😉

  5. 6 Disc-Co 05/02/2009 at 12:04 AM

    Rasa-rasanya sih saya gak pernah begitu, lagian blog saya tergolong sepi pengunjung. (Jelas, saya sendiri jarang update 😛 )

    @khofia
    Terus sampean doain gak itu yg mau jadi pejabat? 😆

  6. 7 Arm 05/02/2009 at 4:08 AM

    yah, int3rn3t gitu loh… it should be anonymous ^_^

    saya juga sering gitu sih, tapi itu kalo di blog yg belom pernah mampir, dan juga pasti terlebih dulu saya kasi komentar yg relevan 🙂

    @Disc-Co : blog saya juga sepi 😛 dan jujur saya lebih seneng main2 di blog yg komen-nya ga sampe >40, apalagi ratusan 😛 males baca komen kebanyakan, sayang duit dan bandwidth 😛

  7. 8 dnial 05/02/2009 at 10:56 AM

    Kalau saya jadi silent reader sahaja… 😀
    Saya kan pemalu.

    *dilempar burger*

  8. 9 lambrtz 05/02/2009 at 11:18 AM

    @grace
    Mmm…situ yang nyambangi blog saya? *siyul-siyul*

    kita kok sehati ya lambrtz?

    Mmm…bagaimana kalau…mmm…

    @Catshade
    Aaah…terima kasih sharingnya. 🙂
    Jadi ingat pepatah salah satu seleblog (lupa siapa). “Tulislah yang bagus, pengunjung akan datang sendiri”

    @gentole
    Hoalah…ga ngira saya yang kaya ginian bakal datang dari sampeyan 😆

    @khofia

    *lupa, udah saya hapus lantaran berasa najis tralala* memohon doa restu lantaran dia pengen nyalon jadi pejabat lewat salah satu partai

    Lhaa…kenapa dihapus…saya kan belum lihat…keren abis itu 😦
    :mrgreen:

    @Ardianto
    Dan saya ngasih komen di blog logika :mrgreen:

    Sebenarnya saya dulu dah ngunjungi blog situ sebelum pindah ke SG, sekitar bulan Juni, tapi bingung mau komen apa 😛

    @Disc-co
    What you reap is what you sow. You sow nothing, you reap nothing.
    :mrgreen:

    @Arm

    saya lebih seneng main2 di blog yg komen-nya ga sampe >40, apalagi ratusan

    And I really think that blogging has drowned me too much :mrgreen:

    @dnial
    *makan burger*

  9. 10 jensen99 05/02/2009 at 12:29 PM

    Sepakat dengan Catshade. Lebih bermutu bisa akrab karena komen & reply yang nyambung daripada ngajak kenalan.

    Kalau blogger yang pertama kali datang tapi sebelumnya kerap bertemu di blog lain (biasanya di blog ramai macam punya geddoe), saya malah mrasa terlalu resmi jika ybs mengucapkan “salam kenal”. :mrgreen:

    Katakan saja ada seorang cewek blogger cuakep banget lagi kawaii xD sukanya menulis tentang kerajinan kriya, yang saya sama sekali tidak paham. Bagaimana bisa nyambung?

    Tunggulah sampai ybs menulis tentang sesuatu yang masbro mengerti. 😉
    Saya saja menunggu beberapa postingan lewat baru sanggup berkomentar di blognya gentole, misalnya. :mrgreen:

  10. 11 Abu Geddoe 05/02/2009 at 6:29 PM

    Sepakat. Lagipula, kata-kata “salam kenal” itu terlalu corny lah. Saya kadang pakai juga, tapi setelah itu kok agak “menyesal”.

    Prakteknya sih sama dengan Masbro Catshade. Rasanya memang begitu yang paling nyaman, bukan?

    * * *

    Saya biasanya kalau pakai kalimat mirip seperti itu juga kalau “terpaksa”; yaitu apabila disapa duluan, atau, kalau terlanjur berkomentar panjang lebar dan serius di tempat orang yang saya tak akrabi. Kesannya ‘kan nyelonong tuh. Kalau ada pengganti yang bagusan sih mendingan ganti.

  11. 12 joesatch yang legendaris 05/02/2009 at 11:38 PM

    kalo aku yang inisiatif duluan, biasanya kenalannya ya gara2 bener2 mengkomen postingannya. cuma kalo buat yang cuma nulis “salam kenal” aja, aku juga mbales main ke blognya terus nulis: “kunjungan balik. salam kenal ya” hahayyy…

  12. 13 Ando-kun 12/02/2009 at 1:27 PM

    Salam kenal :mrgreen:

    Kunjungan balik 😀

    Nice blog atawa Nice posting 😛

    Kira2 3 jenis komentar diatas yang gw pake buat pengunjung yang menggunakan jenis komentar yg sama di blog gw. namanya jg blog, silaturrahmi jg berlaku koq walau cuma basa basi.
    Khusus yg ngasih komentar nyambung dgn tulisan yang “jungkir balik” gw bikin, gw juga bakalan “jungkir balik” berusaha memahami tulisan tamu disaat berkunjung balik, supaya sang tuan rumah tidak kecewa membaca komentar saya yg acak kadut.

    “Kalau ada berbalas pantun, pastilah ada berbalas komen.
    Kalaulah ada komentar santun, pastilah ada komentar cemen.”

  13. 14 Wandi thok 19/05/2009 at 9:17 AM

    Aku nggak lho mas Joe Sandy… dari Joe Suwandy 🙄 😀
    Banyak bahasa planetnya di sini mas 🙄


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




lambrtz looks like this

Me

You can write comments in any language that you want, but please bear in mind that I only understand 4 languages: English, Indonesian, Javanese and Malay.

Archives

Categories

February 2009
S M T W T F S
« Jan   Mar »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
Click to view my Personality Profile page