Senjata Makan Tuan

To pirate or not to pirate, that is the question.

~ William Shakespeare in Hamlet lambrtz in Ham-let *nyam*

Beberapa bulan terakhir ini saya menjadi rada peduli dengan lisensi file gara-gara terinspirasi dari [teman saya] yang konon kabarnya menghapus semua MP3 bajakan dia (Fik, nek salah kandhani ya). Ya, saya mulai mengkoleksi CD dengan menyisihkan sedikit uang dari stipend saya. Walaupun demikian saya sebenarnya bukan pengikut ajaran dia, karena saya punya madzhab sendiri, yang walaupun tidak berbeda banyak tetap saja berbeda. Sempalan, istilahnya. Sekte. Dia fundamentalis radikal, saya moderat kompromis😛.

Dalam kasus ini, madzhab saya berangkat dari filosofi utilitarianisme, yang mengatakan bahwa solusi terbaik adalah yang membuat sebanyak mungkin orang senang (CMIIW). Jadi, musisi maupun pendengar harus sama-sama senang. Doktrin madzhab saya, dari sisi konsumen, adalah sebagai berikut.

  • Dalam keadaan normal, dalam artian pendengar punya uang dan lagu bisa diperoleh dengan cara yang menguntungkan musisi secara langsung, membajak itu dilarang. Belilah CDnya, atau download (+ bayar) dari situs yang direkomendasikan sang musisi.
  • Jika pembeli tidak punya uang, silakan membajak, tapi berilah kontribusi kepada sang musisi. Ada beberapa cara yang bisa digunakan, misalnya memperkenalkan sang musisi kepada orang lain. Cara ini cocok kalau sang musisi tidak begitu / belum terkenal di komunitas sang pendengar, tapi tidak begitu tepat dipakai kalau sang musisi sudah terkenal. Buat apa coba?😛 Jadi saya lebih suka memakai sistem hutang. Bajak sekarang, bayar belakangan. Nanti kalau sudah kaya dilunasi. Lha terus kalau ga jadi kaya gimana? Misalnya si pendengar menemui ajal tepat sebelum kaya. Ya bawalah tanggungan ini ke neraka😈😆 *kidding*
  • Jika lagu tidak bisa diperoleh dengan cara seperti tertulis pada poin pertama, silakan membajak, dengan catatan pendengar tetap harus memberi kontribusi kepada sang musisi, misalnya ya dengan mempopulerkan sang musisi itu tadi. Dalam kasus ini saya sedikit melunak dengan tidak menerapkan sistem hutang, karena bagaimanapun juga susah kalau kita tinggal di (misalnya) *acak pilih daerah di Indonesia* Desa Langon, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara sedangkan musisi yang kita sukai adalah musisi lokal di *acak pilih daerah di negara lain* Jacewko, Gmina Chodzież, Chodzież County, Wielkopolska Province, Polandia. Kemungkinannya kecil sekali untuk menemukan CDnya, dan belum tentu juga dijual secara legal di internet.

Bisa dilihat bahwa saya tidak murni anti pembajakan. Mengapa seperti itu? Karena terbukti bahwa pembajakan lagu bisa jadi solusi yang jitu pada beberapa kasus di bawah ini.

  • Inul Daratista (awal karir)
  • Kangen Band (awal karir)
  • Penyebaran genre Heavy Metal di Jazirah Arab (sumber: Global Metal)

Jadi pada kasus-kasus tersebut pembajakan justru lebih banyak manfaatnya. Dengan sedikit berkorban (untuk dibajak), karir mereka bisa melonjak / genre tersebut bisa bertambah populer dan bisa mencuci otak para pendengar. REBEL!

Namun ada satu masalah yang saya masih bingung. Ambil contoh yang barusan saya alami. Saya adalah fan Onmyouza, bahkan mereka adalah band favorit saya urutan ke-5. Kata Ando-kun [di sini] mereka bukan band ngetop di Jepang. Di negara aslinya aja ga terkenal, apalagi di Singapore dan Indonesia (bukan hubungan sebab akibat sih, cuma untuk membandingkan), jadi CDnya susah dicari di dua negara yang saya sebut terakhir itu.

Nah, seandainya CD Onmyouza ada di sini, saya kuat beli. Masalahnya, yang terjadi adalah sebaliknya. Sudah saya cari sejak saya pindah ke Singapore, dengan harapan bahwa toko di sini bakal lebih banyak jenis CDnya, ternyata tidak ada. Satu-satunya cara (yang tidak merepotkan orang lain, tentu saja) adalah dengan membeli online, misal via Amazon. Jadi mahal (beli dari Amazon mahal kan ya?), saya ga mampu beli. Masa harga CD << beaya kirim? Rugi banget! Terpaksa saya harus download secara ilegal kalau mau dengar (bisa streaming sih, tapi itu kan berarti saya ga benar-benar punya barangnya, dan saya ga yakin apakah mereka benar-benar mendapat keuntungan dari streamingan ini).

*sekedar bonus, di klip ini vokalis ceweknya terlihat seksi banget xD…saya kalo nonton klip ini bisa…oops ;;)*

Nah, apakah tindakan saya dibenarkan oleh madzhab yang saya bikin sendiri? Iya, masuk yang ketiga. Sesuai dengan aturan itu, saya sudah berulangkali memperkenalkan Onmyouza ke teman-teman saya, tapi rasanya masih kurang afdhol, gitu, karena saya aslinya ga suka ngutang. Dan teman-teman saya itu (emang ada yang jadi suka ya?) pun belum tentu membeli CD mereka. Senjata makan tuan deh. Saya kena hukuman yang saya terapkan sendiri. Jadi (TAMBAHAN: karena saya sudah terlanjur download) saya cuma bisa berharap suatu saat saya bisa ke Jepang terus di sana mborong CD mereka atau malah nonton konsernya (Onmyouza jarang konser di luar Jepang).

Oya, kalau ada kritikan maupun saran ataupun masukan atas madzhab saya, saya akan sangat berterima kasih.😉

UPDATE: Saya baru inget kalo Sora sudah menerbitkan postingan serupa [link]. Bedanya ya, IMO kalo dia menitikberatkan pada perasaan berterima kasih, saya pada sistem formalnya.

Pokoknya harus beda!👿

25 Responses to “Senjata Makan Tuan”


  1. 1 lambrtz 13/03/2009 at 4:06 AM

    Berdasar sensus 2006, Jacewko itu populasinya cuma 1 orang😆

  2. 2 Ando-kun 13/03/2009 at 10:54 AM

    [OOT mode]
    Pada dasarnya emang genre heavy metal kurang ngetop di jepang. Entah kenapa org jepang lebih suka pada metal gaya visual kei, mungkin karena bikinan sendiri kali. jadinya onmyoza cuma ngetop dikalangannya sendiri (penggemar heavy metal). Diluar itu sih, status keberadaannya cuma “terdengar”.

    contoh lain, band The Pillows menurutku yg sangat asyik didengar dan musikalitasnya termasuk level atas. Hanya saja karena genre yg dibawa alternative rock yg kurang digemari org jepang, jadinya ngetopnya cuma mediocre. Anehnya waktu grup alternative rock USA model Foo Fighters manggung di jepang, tiket laku keras🙄 bingung deh.

    Kasus berbeda dengan Tokyo Jihen. Ini musik masukin unsur Jazz yg rada kurang masuk kuping org umumnya, tapi anehnya justru ngetop. Selera pasar jepang memang rada aneh.

    NB. Mau dunlut aja nggak mau usaha keras, harusnya situ ngasih saya biaya informasi dong (ntar dikasih bank account)

  3. 3 Irene 13/03/2009 at 11:03 AM

    eh sebenernya kalo kita bajak2 gt siapa sih yg rugi? maksud gw,
    kalo misalnya 1000+ orang bajak lagunya rhoma irama ato U2, yg rugi siapa? musisnya? labelnya? producernya? this issue was always blurry for me.

  4. 4 lambrtz 13/03/2009 at 11:22 AM

    @Ando-kun

    Ampun deh… (_ _)

    Bukannya ga usaha keras, tapi ga ngerti kata kuncinya + di mana nyarinya.😐
    Mana kepikiran nyari di 4shared😛
    Dulu saya nemu cuma yang album Mugen Houyou sama Basilisk. Kalo klip + live sih nemu banyak.

    Anyway makasih infonya.🙂

    @Irene

    IMO ya…semua yang berurusan dengan produksi dan marketing format musik, no?😕

    Musisi.
    Terus producer juga kena, kalau sang musisi memakai jasa mereka dalam rekaman.
    Terus kalo musisi terikat dengan label, labelnya kena juga.

  5. 5 Irene 13/03/2009 at 12:02 PM

    kalo gt memang agak merasa bersalah kalo ngebajak lagu dari musisi2 lokal yg dibawah radar ato yg label indie.

    tapi kalo ngebajak lagu nya amy winehouse dan artis2 billboard lainnya? last time i checked, they (along with their producers and record company) were living the high life. mo berapa juta yg ngebajak juga mereka ga miskin2 rasanya.

  6. 6 lambrtz 13/03/2009 at 1:02 PM

    IMO they should get what they deserve.🙂

  7. 7 dnial 13/03/2009 at 2:19 PM

    Pertanyaan yang sama dengan yang pernah saya ajukan. Piracy itu wilayah abu-abu.😦

  8. 8 Irene 13/03/2009 at 2:34 PM

    IMO the major record labels have way more than they deserve.
    lagian, kan cuman “sharing” heheh. canda.

  9. 9 ahgentole 13/03/2009 at 3:46 PM

    Udah ditulis Sora nih. Udah lama banget. Tahun lalu! Tuh kan saya bilang juga apa. Semuanya sudah dibahas. Harus lebih kreatif lagi nak mikirnya.:mrgreen:

    *dikemplang*

    *satutulisanselesai,dualagi*

  10. 10 fikri 13/03/2009 at 4:58 PM

    siaaaaaaaaal kenapa kau menyebut namaku. bahkan menyebutku fundamentalis radikal!! :))

    aku tidak sepandai dirimu yang bisa memikirkan hal rumit seperti itu..

    ya cuman aku mikir, dengan membajak, itu kita mengambil hak orang lain.. kalo dalam kasus mp3 bajakan, ya bisa produsernya, label rekamannya, atau artisnya (walau bisa jadi mereka jadi ngetop karena itu. tapi bagi saya yang fundamentalis radikal, tetap ada hak orang lain yang kita ambil dari situ).

    jadi sampai saat ini, masih bisa membebaskan diri dari mp3 bajakan.. dan juga software bajakan.. mungkin suatu saat nanti buku bajakan (aku masih punya fotokopian buku juga).

    jadi sekarang aku beli CD!! walau sangat terbatas karena budget.. hidup fundamentalis radikal!! (awas kowe mar)

  11. 11 lambrtz 13/03/2009 at 8:25 PM

    @dnial

    Hehehe:mrgreen:

    @Irene
    😆
    Ternyata “jumlah yang pantas mereka dapatkan” itu sendiri debatable yah?😛

    @ahgentole
    👿

    Ah, tapi kan yang namanya inovasi itu selalu ada. Tulisan saya dan dia pun berbeda kok😉

    @fikri

    Nah ini guru besarnya datang😀 (_ _)

    aku tidak sepandai dirimu yang bisa memikirkan hal rumit seperti itu..

    Lah ini kan modifikasi dikit dari pemikiranmu doang:mrgreen:

    ya cuman aku mikir, dengan membajak, […] tetap ada hak orang lain yang kita ambil dari situ).

    😆
    Dibilang seperti ini juga bisa sih, cuma sepertinya kita sudut pandangnya beda😛

    jadi sampai saat ini, masih bisa membebaskan diri dari mp3 bajakan.. dan juga software bajakan.. mungkin suatu saat nanti buku bajakan (aku masih punya fotokopian buku juga).

    Yang seperti ini apa bukan fundamentalis radikal?😆
    Yaya…aku pun belajar banyak dari kamu kok Fik. Sepertinya madzhabku ini sedikit dipengaruhi sifatku yang ga terlalu bisa menahan nafsu😛

    jadi sekarang aku beli CD!!

    Lah jangan salah Fik, (berkat kamu ;;) ) aku pun jadi beli CD juga. Sebagian besar MP3 di komputerku (>90%) dari CD asli itu.🙂

  12. 12 Emina 13/03/2009 at 9:02 PM

    kayaknya ga bisa hidup klo ga ngebajak…:mrgreen:
    habisnay klo ngomongin bajakan, banyak banget yang bajakan di sekitar saya..

    btw, vokalis ce di klip itu seksi sebelah mananya? engga tuh😕

  13. 13 grace 13/03/2009 at 9:44 PM

    itu video yang dulu pernah lambrtz kasih yang vokalisnya saya bilang mirip jigoku shoujo ya?
    IMO ada bagusnya juga sih file sharing itu tersebar begitu mudahnya dimana-mana plus murah..
    kan penyebaran budaya jadi makin mudah..soft power itu penting..
    *sumpah lagi gatau ngmg apa*
    *maafkan*

  14. 14 Ken Arok 14/03/2009 at 4:19 AM

    Kakakaaaa… Saya sih mazhab fanatik. Cuma beli kaset dan CD ori Iwan Fals doang, sisanya serahin ke dunlut, dll, dsb, dkk.😈

  15. 15 Arm 14/03/2009 at 10:55 AM

    ah, wilayah abu2 ini…
    btw, 85% isi kompie saya bajakan nih =_=’

    btw lagi, tar malem jangan galak2 ya kk😉

  16. 16 lambrtz 14/03/2009 at 3:25 PM

    @Emina

    kayaknya ga bisa hidup klo ga ngebajak…:mrgreen:

    Betul, apalagi tanpa sambal bajak:mrgreen:

    *ngaco*

    btw, vokalis ce di klip itu seksi sebelah mananya? engga tuh😕

    Cuma pria yang mengerti ;;)
    *halah*

    @grace

    itu video yang dulu pernah lambrtz kasih yang vokalisnya saya bilang mirip jigoku shoujo ya?

    Ah itu kan menurut grace aja😛

    IMO ada bagusnya juga sih file sharing itu tersebar begitu mudahnya dimana-mana plus murah..
    kan penyebaran budaya jadi makin mudah..soft power itu penting..

    Ya kalo ada prinsip semacam freeware gitu bisa juga sih…asal mereka yang ada di sisi pencipta bisa mendapat keuntungan juga…😕

    @Ken Arok

    Kakakaaaa… Saya sih mazhab fanatik. Cuma beli kaset dan CD ori Iwan Fals doang, sisanya serahin ke dunlut, dll, dsb, dkk.😈

    Na kalo yang ini aliran kiri yang radikal😆

    @Arm

    Viva The Red Devils!!!😈

  17. 17 Arm 14/03/2009 at 11:22 PM

    VIVA REDS, A TRUE REDS😛

    makasih ngga galak2😛

  18. 18 Ando-kun 15/03/2009 at 1:59 AM

    @lambrtz
    Senjata Makan Tuan!
    MU terlalu percaya diri!
    Akhirnya dibantai Liverpool 1-4!
    Di theater of dream malah!
    Maksudnya bad dream alias nightmare!
    Maaf, devilnya masuk neraka tinggal The Reds nya doang😈

  19. 19 lambrtz 15/03/2009 at 2:57 AM

    @Arm & Ando-kun

    Iya…iya…😐

  20. 20 chielicious 18/03/2009 at 2:16 PM

    Saya juga lebih ke point 3 sieh hi3..kebetulan band2 yg saya suka lebih banyak yg indie baik lokal maupun luar punya..untuk band luar memang agak susah ya dapetin cd2 nya..ya gak juga sieh tapi bikin dompet jebol tepatnya ^^; ..

    Jadi intinya
    .
    .
    .
    .
    .
    Mari giring Onmyouza live di indonesia xD nampak sulit ya..yg mainstream macem l’arc ama dir en grey aja susyah bener ._.

    ps: klo saya lagi suka versailles ama kagrra sekarang *teu nyambung*

  21. 21 lambrtz 18/03/2009 at 9:39 PM

    Nah itu, susah dapetnya memang kalo bandnya kurang populer di tempat kita.🙂

    Hidup Onmyouza!😮

    BTW sepertinya doktrin saya ada bolongnya nih. Kapan2 diperbaiki😕

  22. 22 jensen99 19/03/2009 at 2:54 PM

    To pirate or not to pirate, that is the question.

    Pirate dong!

    Urutan prioritasnya (kita bicara mp3 saja kan?) menurut urutanmu:
    1] saya tidak pernah ada dalam kondisi normal. Selalu kere.
    2] karena kere maka boleh membajak. Memperkenalkan artis/lagu kepada orang lain sama juga dengan mengkopikan lagu tersebut ke flashdisk/kompie orang lain.
    3] apabila punya duit tapi lagu yang dicari tidak tersedia legal, salahkan distributornya dan bajaklah dengan tenang.

  23. 23 lambrtz 20/03/2009 at 1:23 AM

    😕
    Apa memang jadinya seperti itu ya?😕

    Ya nanti kalo sudah kaya dilunasi:mrgreen:

  24. 24 Ando-kun 20/03/2009 at 3:31 AM

    Hehehe…. bukannya semakin kaya bakalan semakin lupa?😈

  25. 25 vanillablue13 10/04/2009 at 5:33 PM

    ini baru soal mp3…
    gimana dengan dorama2 dan film2 bajakan?
    kalo dorama2 dan film2 itu gak masuk ke indo, boleh dibajak gak? :p


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




lambrtz looks like this

Me

You can write comments in any language that you want, but please bear in mind that I only understand 4 languages: English, Indonesian, Javanese and Malay.

Archives

Categories

March 2009
S M T W T F S
« Feb   Apr »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  
Click to view my Personality Profile page