David

Bagus! Enak aja dibilang bunuh diri. Geram aku.

Saya heran.

Kenapa banyak beberapa (karena saya tidak tahu persentase pastinya) orang Indonesia lebih suka skenario David dibunuh? Menurut saya baik skenario David dibunuh maupun David berupaya membunuh sama-sama buruk, jadi tidak ada yang saya lebih sukai dari yang lain. David dibunuh, berarti ada pembunuhan, tidak baik. David berupaya membunuh, berarti ada niat tidak baik juga. David bunuh diri, itu tidak baik (setidaknya begitu menurut prinsip yang saya anut). David didorong hingga jatuh, itu tidak baik. Semua tidak baik, kenapa ada orang yang menyukai salah satu skenario dari yang saya sebut itu? Apakah mereka senang David dibunuh?

Apakah ini karena Nasionalisme™? Kalau iya, benarlah saya untuk tidak menyukai konsep ini 🙄 

Seandainya David terbukti, secara logis dengan argumen yang kuat, bersalah, apakah Anda, masyarakat Indonesia, masih akan membelanya?
Seandainya Cho Seung-Hui ataupun Jiverly Wong orang Indonesia, apakah Anda mau membela mereka?
Apakah kalau Anda dari Surabaya, Anda harus mendukung Persebaya?
Apakah kalau Anda dari Manchester, Anda harus mendukung Manchester City / Manchester United / klub lain dari kota tersebut?

Atau…ada alasan lain bagi orang Indonesia secara umum untuk lebih menyukai (note: menyukai, which is masalah selera, bukan mempercayai ataupun berpendapat) opini “David dibunuh”?

Saya tidak menolak kenyataan bahwa ada beberapa hal yang ganjil dari kasus ini, tapi sementara ini semua masih belum jelas. Hasil pengadilan koroner belum keluar, dan hasil otopsi yang diterima keluarga David belum dipublikasikan. Semua hanya opini dan spekulasi. Saya sendiri hanya berharap kejelasan, karena toh saya ikutan penasaran. Selain itu, kasihan keluarganya.

PS: tagline saya dapat dari komentar di Facebook adik kelas saya, yang saya edit dikit tanpa mengubah makna.

15 Responses to “David”


  1. 1 ahgentole 05/04/2009 at 4:14 PM

    Katanya sih ini soal kebenaran. Bukan soal nasionalisme.

  2. 2 lambrtz 05/04/2009 at 4:33 PM

    Oya, lupa naruh PS.

    *taruh PS*

    Dah ditaruh.

    Kebenaran kok pake “Enak aja”? Kok rasanya ga terima gitu. Coba misalnya kasus Korut, apakah yang ditembakkan benar-benar satelit komunikasi atau misil. Apakah kebenaran akan dibumbui “Enak aja”?

  3. 3 lambrtz 05/04/2009 at 4:46 PM

    Nationalism blinds, everybody. It blinds. Be careful. Use eye drops, only 100 gils.

  4. 4 lambrtz 05/04/2009 at 4:47 PM

    Yang di atas ini propaganda. Berhati-hatilah.

    *hattrick di postingan sendiri*

  5. 5 Disc-Co 05/04/2009 at 6:29 PM

    Saya menuntut adanya kebenaran di dalam kasus ini!

    *hanya melanturkan kata2 keren, padahal gak ngerti artinya apa*

  6. 6 Arm 05/04/2009 at 11:48 PM

    sudah saya duga, postingan ini nyangkutnya ke sini :mrgreen:

    Apakah kalau Anda dari Surabaya, Anda harus mendukung Persebaya?
    Apakah kalau Anda dari Manchester, Anda harus mendukung Manchester City / Manchester United / klub lain dari kota tersebut?

    kalo ini, setau saya emang basis fans bola asalnya emang primordial 😛
    karena globalisasi aja (dan prestasi regional tentunya) itu tim jadi terkenal sampe ke seantero kolong langit :mrgreen:
    *btw saya ngga bukan fans PSS ato PSIM lho 😆 *

    Saya menuntut adanya kebenaran di dalam kasus ini!

    *hanya melanturkan kata2 keren, padahal gak ngerti artinya apa*

    saya juga ngikut :mrgreen:

    ========================================
    lambrtz:“ini” itu apa? 😕

  7. 7 Arm 05/04/2009 at 11:50 PM

    ^ aduh, lupa blockquote-nya belom ketutup = =’
    editin dong 😛

  8. 8 Arm 05/04/2009 at 11:57 PM

    aaarghh… error pula link-nya 👿
    kamsudnya yg postingan berjudul “lucu” 😛

    *ini pasti gara2 disambi mantengin livescore terus Cristina ngegolin ini 😈 *

  9. 9 Vicky Laurentina 07/04/2009 at 8:48 AM

    David yang malang. Kesiyan ibunya. Melepas anak buat menuntut ilmu di negeri orang, balik-balik sudah di dalam peti papan. Sudahlah, biarkan David istirahat dengan tenang.

  10. 10 lambrtz 07/04/2009 at 10:02 AM

    @Disc-Co

    Idem!

    @Arm

    Saya maen pake PSM lo 😆
    Eh Man U menang tuh, Cristina ngegolin 2 lagi 😛

    @Vicky Laurentina

    Iya, kasihan keluarganya. Saya juga ga pingin ada tragedi seperti ini, sebenernya.
    BTW apa balik dalam peti papan ya? Jenazahnya dikremasi tuh 😕

  11. 11 jensen99 07/04/2009 at 12:43 PM

    Sederhana saja djo, harus ada orang yang bisa disalahkan dalam kasus kematian tak wajar seseorang. Dalam kasus David dibunuh, ada si pembunuh yang bisa disalahkan. Situasi David sebagai korban tentu lebih mengenakkan bagi ‘simpatisannya’ ketimbang David membunuh atau bunuh diri dimana David menjadi kambing hitam dari kasus tersebut. CMIIW

  12. 12 ahgentole 07/04/2009 at 1:40 PM

    Saya juga ga pingin ada tragedi seperti ini, sebenernya.

    Lah sapa juga yang pingin mar? “Sebenernya” kamu gak pingin tragedi itu terjadi maksudnya apa? 😀

  13. 13 lambrtz 07/04/2009 at 1:45 PM

    @jensen99

    …sarkasme kan? 😛

    @ahgentole

    😆
    Terbaca aneh juga ya, ketahuan celahnya nih ama yang sering berurusan dengan bahasa 😆
    Ya sudah lah, diralat saja itu, bingung cara penyampaiannya gimana :mrgreen:
    …jadi, “saya ikut prihatin akan adanya kasus itu.”, tanpa “sebenarnya”. Atau gimana? 😕

  14. 14 vanillablue13 10/04/2009 at 5:20 PM

    moga2 aja kasusnya cepet selesai…
    sebelum dilupakan orang…

  15. 15 Abu Geddoe 10/04/2009 at 8:58 PM

    Wah, alergi nasionalisme Anda kambuh. :mrgreen:

    Tapi memang benar, respon seperti itu absurd. Kira-kira penyebabnya apa? Victim mentality subconsciously taken too far?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




lambrtz looks like this

Me

You can write comments in any language that you want, but please bear in mind that I only understand 4 languages: English, Indonesian, Javanese and Malay.

Archives

Categories

April 2009
S M T W T F S
« Mar   May »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  
Click to view my Personality Profile page