Buat Orang Tua di Indonesia

Kepada
Yth para orang tua di Indonesia.

Dengan hormat,

saya mohon, kalau ada anak Anda yang ingin kuliah di bidang ilmu eksak seperti Matematika, Fisika, Biologi, Kimia, Astronomi, dll, izinkanlah dia. Jangan malah ditakut-takuti dengan tidak adanya kerjaan setelah lulus. Banyak. Dan kalau memang tidak ada/sedikit di Indonesia, di luar negeri banyak kesempatan itu. Mereka digaji dengan layak. Dan masalah brain drain, jangan takut, nanti kalau banyak orang Indonesia yang berkecimpung di dunia ilmu eksak, mereka bisa menyiapkan pondasi negara untuk pembangunan pada bidang-bidang tersebut. Oh, dan sarankan juga anak Anda untuk nantinya lanjut kuliah jika ingin tetap pada jalur tersebut.

Terima kasih.

Hormat saya,
lambrtz

32 Responses to “Buat Orang Tua di Indonesia”


  1. 1 lambrtz 15/05/2009 at 7:58 PM

    Izinkan saya misuh-misuh.

    Keparat!

    Pemikiran kolot seperti ini sangat menyebalkan. Para orang tua lebih suka anaknya masuk Kedokteran karena gengsi, sedangkan jurusan-jurusan ilmu eksak jadi underrated. Kolot! Ketinggalan zaman!

  2. 2 Generasi Patah Hati 15/05/2009 at 9:44 PM

    Sama Mas! Lingkungan sekitar saya juga kebanyakan orang tua ingin anaknya jadi dokter. Padahal anaknya itu secara kemampuan otak gak mampu😆 .Eneg juga lihatnya. Setuju, kolot mereka!😆
    Ah, untungnya saya sudah memantapkan niat untuk jadi Telco Engineer, dan memang niatnya kerja di luar negeri.:mrgreen:
    btw untuk Telco lulusan UGM cukup diakui gak Mas di luar negeri?

  3. 3 lambrtz 15/05/2009 at 10:08 PM

    dan memang niatnya kerja di luar negeri.

    Hoo…ya bagus kalo gitu😀

    btw untuk Telco lulusan UGM cukup diakui gak Mas di luar negeri?

    Ya diakuilah. Cuman masalahnya ga banyak lulusannya yang ngincar kerja luar negeri. Seangkatan saya cuma 1 orang yang kerja di LN. Yang ke LN lainnya ya kaya saya ini, sekolah lagi.

  4. 4 lambrtz 15/05/2009 at 10:10 PM

    BTW, postingan ini gara-gara teringat waktu SMP mau masuk Matematika ga boleh sama ortu. Sungguh amat disayangkan. Makanya sekarang saya bela-belain adik saya yang pingin masuk Fisika.

  5. 5 Sukma 15/05/2009 at 11:43 PM

    Ah, jadi teringat konflik saat saya memutuskan mau masuk Biologi😛

    Jangan malah ditakut-takuti dengan tidak adanya kerjaan setelah lulus.

    Mungkin karena benar-benar gak tau kalo banyak kesempatan pekerjaan buat lulusan eksakta. Makanya perlu diberi tahu dan dikasih pengertian:mrgreen:

    Para orang tua hanya terlalu khawatir kalo anaknya salah memilih🙂

  6. 6 lambrtz 16/05/2009 at 1:21 AM

    Ah, jadi teringat konflik saat saya memutuskan mau masuk Biologi

    Ha, terjadi juga ya?😐

    Para orang tua hanya terlalu khawatir kalo anaknya salah memilih

    Tentu, saya sadar itu, tapi

    Mungkin karena benar-benar gak tau kalo banyak kesempatan pekerjaan buat lulusan eksakta. Makanya perlu diberi tahu dan dikasih pengertian

    WTSINHISB (what they suggest is not how it should be)

  7. 7 Mas Gentole 16/05/2009 at 9:19 AM

    Yah apalagi ilmu-ilmu sosial, jauh lebih underrated. Saya jadi ingat sama
    postingan saya dulu.

  8. 8 lambrtz 16/05/2009 at 9:49 AM

    Wah kelupaan sama ilmu sosial😆
    Yaa intine pada bae lah. Saya dulu waktu masih terdoktrin “kuliah musti di jurusan yang basah” heran, kok orang di luar negeri banyak yang ngambil Sejarah dll. Bahkan universitas seperti Harvard, Oxford dkk terkenal jurusan Sejarahnya. Eh ternyata…

  9. 10 Sukma 16/05/2009 at 12:49 PM

    @ lambrtz:

    Ha, terjadi juga ya?

    Yup, yang menentang ga hanya orang tua, om-tante malah ikutan. Seru deh. Kalo diinget-inget, saya malah jadi pengen ketawa😆

    Makanya sekarang saya bela-belain adik saya yang pingin masuk Fisika.

    Yah semoga adiknya lambrtz-san bisa masuk jurusan yang diminatinya ^^

    Karena bagaimanapun juga yang akan menjalani studi itu adalah diri sendiri, bukannya orang tua🙂

  10. 11 Lumiere 16/05/2009 at 1:23 PM

    Semoga orang tua-nya Lamberd sempet membaca curhat putranya ini u_u

  11. 12 frozen 16/05/2009 at 1:31 PM

    Duh, saya selalu buru-buru ngibarin bendera putih kalau sudah ngomongin orang tua. Suka serba salah ngadepinnya.

    Btw, catatan harian saya waktu SMP dan SMA isinya penuh dengan kejengkelan saya terhadap keputusan-keputusan ortu.

    *malah curhat*

  12. 13 Arm 16/05/2009 at 5:55 PM

    *no komen*

    *ngerasa salah jurusan😛 *

  13. 14 Felicia 16/05/2009 at 7:39 PM

    saya sih dibebasin mau milih jurusan apa…
    malah saya sendiri yang sengaja ga mau masuk kimia murni, mau farmasi aja karena kayanya lebih banyak lapangan kerjanya…
    ternyata ngga juga tuh…

    *gedor2 kepala*

    justru jurusan yang sedikit peminatnya itu yang lapangan kerjanya lumayan besar, kan saingannya sedikit…betul gak?

  14. 15 udin 16/05/2009 at 11:53 PM

    setuju !
    di Indonesia, kebanyakan orang tua (dan anak2xnya juga sih :P) cuma milih jurusan kuliah karena ketenaran jurusan itu (gampang cari kerja, banyak duit :P), makanya Indonesia susah majunya, abis banyak orang yang salah jurusan sih.. jadi gak optimal potensinya😦
    dan akibatnya, jurusan gw (CS) rada overcrowded deh😛
    tapi ini bukan cuma masalah pas kuliah sih, justru menurut gw karena sejak pendidikan dasar (SD), kita diarahin untuk jadi orang yg terlalu generalis dan serba nanggung, bukannya diarahin sesuai minat dan bakat…

    btw, salam kenal🙂
    gw dulu juga suka Computer Graphics, tapi sekarang dah gak terlalu ngikutin😛, lebih tertarik dengan hal-hal yang berbau Compiler, tapi masih suka Computer Graphics koq😀

  15. 16 Rist Lawliet 17/05/2009 at 12:04 AM

    Hm?

    Panjang bener tulisannya…

    Ikut-ikut komen yang lain ah~

    Setuju!:mrgreen:

    Karena bla bla bla… (pikir sendiri)

  16. 17 jensen99 17/05/2009 at 12:26 AM

    Ah, betul. Salah jurusan itu menyakitkan…👿

    *Been there, done that*

    hasilnya semua loker yang sesuai ijazah gak ada yang disukai~
    semua loker yang disukai memerlukan ijazah yang gak dimiliki~
    akhirnya terus2an ngganggur~😐

    *sigh~*

  17. 18 lambrtz 17/05/2009 at 12:38 AM

    @S™J
    Pulkam maksudnya?:mrgreen:
    Nationalistically speaking, pinginnya seperti itu. Sisanya, yang ingin melanglang buana, bisa dijadikan network / duta Indonesia di luar negeri.🙂

    @Sukma

    Yah semoga adiknya lambrtz-san bisa masuk jurusan yang diminatinya ^^

    Thanks, dah saya bela-belain beli buku dari sini nih😛

    @Lumiere
    Ndak perlu, sudah saya konfrontasi😎

    @frozen
    Wah, antikemapanan:mrgreen:

    @Arm
    Lha, emang pinginnnya apa?😕
    BTW, saya sih ga salah jurusan, cuma yaaa…gitu deh:mrgreen:

    @Felicia

    justru jurusan yang sedikit peminatnya itu yang lapangan kerjanya lumayan besar, kan saingannya sedikit…betul gak?

    Saya ga berani bilang gitu sih, karena bisa jadi memang lapangan pekerjaannya ga ada. Tapi negara lain itu kan ada untuk dijajah:mrgreen:

    @udin

    di Indonesia, […] jadi gak optimal potensinya

    Haha, ya itu yang bikin mangkel.😛

    Thanks komentarnya, salam kenal🙂
    Kuliah CS di Belanda ya?

    @Rist Lawliet
    Kaya gini panjang?😯
    Silakan baca masterpiece saya: http://lambrtz.blogsome.com/2009/01/03/academic-elitism/😎

  18. 19 lambrtz 17/05/2009 at 12:43 AM

    @jensen99
    Hmm…kurangi idealisme?😕

  19. 20 Ando-kun 17/05/2009 at 1:51 AM

    Jadi inget waktu kuliah disebuah institut negeri di kota bandung. ada seorang mahasiswa fakultas teknik yang pintar dan kuliah di jurusan yang tinggi rangking peminatnya di kampus (versi bimbingan belajar) yang meremehkan para pelajar FMIPA. saya nggak pernah lupa dgn kata2nya “Namanya saja tidak MENJUAL”.

    Ahhhhh, ternyata mahsiswa/i Indonesia sama saja dengan robot2 yang diproduksi secara massal oleh mesin merk “perguruan tinggi”. Setelah lulus inspeksi QC, mereka akan DIJUAL ke Industri.

  20. 21 Disc-Co 17/05/2009 at 1:59 AM

    Sebenarnya, saya sendiri masih kaget lho saat tau masih ada orang tua yang berpikiran seperti itu.😯

    Tugas orang tua itu kan mengarahkan, bukan memaksakan. Betul?:mrgreen:

  21. 22 Ardianto 17/05/2009 at 9:05 AM

    Saya dulu pengen masuk Matematika, nggak boleh juga. Tapi ngalah sih, akhirnya masuk Teknik Elektro, ternyata Matematika di sini lebih gila. Semua yang dipelajarin anak matematika sedikit banyak didapet di sini. Sekarang saya “sebel” sama yang namanya Matematika itu😀

  22. 23 Ardianto 17/05/2009 at 9:09 AM

    Eh, ya, kalau cara ngakalinnya, coba cari lowongan pekerjaan yang menyebut jurusan yang ingin dimasuki. Kalau mau masuk Fisika, ya cari aja yang membutuhkan Fisika.

    Saya yakin banyak kok, orang di TU program studi masing-masing selalu ada lowongan kerja. Nah, kan dari situ bisa ngasih “counter example” ke Orang Tua.

  23. 24 Gunawan Rudy 17/05/2009 at 2:57 PM

    Jangan kuliah di Antro, mau jadi apa nanti…

    *sedang menertawakan diri sendiri*

  24. 25 jensen99 18/05/2009 at 9:43 PM

    @ lambrtz

    Hmm…kurangi idealisme?😕

    Haram. Mengkhianati impian dan jual diri itu namanya.👿

  25. 26 lambrtz 18/05/2009 at 11:52 PM

    @Ando-kun

    “Namanya saja tidak MENJUAL”.

    FOOLISH!😆
    …it was not you, right? :-SS

    @Disc-Co
    Masih bro, pengalaman pribadi saya:mrgreen:

    Tugas orang tua itu kan mengarahkan, bukan memaksakan. Betul?

    Ah yang memaksa juga banyak kok, silakan tonton I Not Stupid:mrgreen:

    @Ardianto

    akhirnya masuk Teknik Elektro, ternyata Matematika di sini lebih gila.

    Di TE kan ga ada Geometri:mrgreen:

    @Gunawan Rudy
    Jadi mahasiswa PhD Harvard😎

    @jensen99:mrgreen:

  26. 27 Ardianto 20/05/2009 at 8:02 AM

    Tapi setidaknya di MA tidak ada Medan Elektromagnetik yang bikin saya gila..😀

  27. 28 Ardianto 20/05/2009 at 8:07 AM

    sebagai gantinya cari pacar anak matematika saja

  28. 29 Ando-kun 20/05/2009 at 8:55 AM

    *baca atas*

    wakakak…. tipikal cowok teknik ITB, cari pacar anak MIPA karena kering dilumbung dan nggak punya koneksi “rada bagusan dikit” ke univ tetangga sebelah yg ceweknya bejibun.

  29. 30 Ando-kun 20/05/2009 at 9:02 AM

    *babak belur dikeroyok anak teknik*

  30. 31 deeedeee 21/05/2009 at 5:39 PM

    saat berada diantara dua piliha, yaitu fisika dan teknik telekomunikasi, saya lebih memilih tek telekomunikasi…😀 *kabur sebelum ditimpukin karena gak milih fisika*

    btw, salam kenal…🙂

  31. 32 lambrtz 22/05/2009 at 10:58 PM

    @Ardianto
    Emangnya di Math ga ada kalkulus seperti itu juga?😛

    sebagai gantinya cari pacar anak matematika saja

    Pinginnya sih kedokteran, apa seni:mrgreen:

    @Ando-kun
    Saya ga ikutan ngeroyok, saya kan bukan dari ITB:mrgreen:

    @deeedeee
    Salam kenal juga😀
    Kalau orangnya sendiri yang memutuskan sih ga masalah. Yang saya kritik itu orang-orang yang menghalangi niat seorang calmah untuk masuk jurusan tersebut.🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




lambrtz looks like this

Me

You can write comments in any language that you want, but please bear in mind that I only understand 4 languages: English, Indonesian, Javanese and Malay.

Archives

Categories

May 2009
S M T W T F S
« Apr   Jun »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
Click to view my Personality Profile page