Loveless Marriage

Some say that in marriage, love will eventually fade away. So, is it possible to have it like that from the beginning? Is it enough just to get along with the peer? Or is it impossible, since the term “love” can be reduced to “get along”, meaning “getting along” is also a form of “loving”?

18 Responses to “Loveless Marriage”


  1. 1 Zephyr 28/09/2009 at 11:23 PM

    … Love, marriage, and love in a marriage.. There’s so much theory about it. The best way to know it well.. is .. You have to feel it by yourself. Experience is the best teacher๐Ÿ˜Ž so.. Do you wanna try? marriage / “getting along” kok coba-coba๐Ÿ˜›

  2. 2 Ando-kun 29/09/2009 at 11:48 AM

    I’m not a Javanese (with v not p)but you are. I know that a lot of Indonesian couple (and also their parents) using witing tresno jalaran soko kulino quote to describe their arranged marriage.

    *mungkin bertukar lendir bisa melekatkan cinta*

  3. 3 Felicia 29/09/2009 at 12:12 PM

    It’s complicated
    *bukan status facebook*

  4. 4 frea 29/09/2009 at 3:44 PM

    Have you ever had the urge to have someone or a shoulder to cry on?:mrgreen:

  5. 6 lambrtz 29/09/2009 at 7:14 PM

    @Zephyr
    Try? Not now lah. :-SS

    @Ando-kun
    Ah, meaning it is the opposite of what I write here? Or are they just different phases of marriage?

    @Felicia
    Status Friendster kan?:mrgreen:

    @frea
    Yes, my mother.๐Ÿ˜•

    @Ali Sastroamidjojo
    Halah…yang saya tulis di Facebook itu kan cuman ide, bukan pandangan saya. Yang kaya gitu tu bullshit.๐Ÿ˜†

  6. 7 Ando-kun 29/09/2009 at 7:31 PM

    That’s….. the art of loving๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†

  7. 8 Kurotsuchi 30/09/2009 at 5:38 AM

    getting along is only a start… you need to have the deeper feeling towards your couple, and its to love…๐Ÿ˜›

    e tapi saya percaya koq dengan quote ‘witing tresno jalaran saka kulino’…:mrgreen:

  8. 9 Lumiere 30/09/2009 at 12:07 PM

    Jadi inget salah satu fragmen…๐Ÿ™„
    (kalo ndak salah, Soe Hok-Gie),
    “Jika aku mencintai seseorang, aku tak akan menikahinya, karna menikah hanya akan menodai cintaku padanya. mana sanggup aku menyetubuhinya, paling banter hanya kugenggam tangannya”

    Hm, emangnya Cinta itu sebegitunya yah?๐Ÿ˜• Duh, riweuh euy.. ndak ngerti lah.. u_u

  9. 10 Frea 30/09/2009 at 1:19 PM

    Err..inikah yang disebut wanita berpikir lebih jauh ketimbang pria?
    or…is it just me?๐Ÿ˜•

  10. 11 Felicia 30/09/2009 at 5:30 PM

    @Frea: Memangnya yang dipikirkan wanita apa?
    Kok saya malah berprinsip lebih baik ga menikah daripada menikah dengan orang yang tidak tepat.
    Tidak tepat di sini belum pasti artinya tidak dicintai, tapi apa ya…hmmm…memang complicated๐Ÿ˜•
    Nunggu waktu-Nya ajalah…hehe…

  11. 12 jensen99 30/09/2009 at 6:44 PM

    Some say that in marriage, love will eventually fade away.

    One advantage of marriage is that when you fall out of love with him/her, it keeps you together until you fall in again.

    Quote dari Judith Viorst. Gugling sendiri.

  12. 13 lambrtz 01/10/2009 at 8:31 AM

    @Ando-kun
    Wew… :-SS

    @Kurotsuchi
    I see, thanks.๐Ÿ˜€

    @Lumiere
    Wah kok rasanya terlalu idealistik.๐Ÿ˜†

    @Frea
    Wah sexis!๐Ÿ‘ฟ

    @Felicia
    Nah itu yang dulu saya pikirkan, tapi akhir-akhir ini saya malah berpikir ada skenario alternatif seperti yang saya tulis ini.

    @jensen99
    I see, thanks.๐Ÿ˜€ Ga bisa ganti dong?

  13. 14 Frea 01/10/2009 at 10:19 AM

    @felicia :

    Kok saya malah berprinsip lebih baik ga menikah daripada menikah dengan orang yang tidak tepat

    Memang iya, saya juga berpikir hal yang sama.๐Ÿ˜•
    Maksud saya sih begini, saya sudah memiliki urge untuk bertemu seorang life partner dimana saya bisa share berbagai hal dengan dia. Termasuk juga cinta.
    Nah, mas lambrtz ini tampaknya belum (dan belum juga tertarik untuk itu karena satu dan lain hal), makanya saya bilang, apa ini cuma perempuan aja yang berpikir sejauh ini dengan umur yang padahal ga jauh beda dengan lambrtz.
    Begitu๐Ÿ˜›

  14. 15 Felicia 01/10/2009 at 10:44 AM

    @Frea
    Mungkin itu karena lelaki bisa memilih untuk menikah kapan-kapan kalau sempat :p , tidak seperti perempuan yang kalau sudah menginjak umur di atas 25 (apalagi 30) selalu didesak untuk menikah, baik oleh keluarga, teman, maupun dorongan dari diri sendiri. Kesan perawan tua itu kan tampaknya masih dipandang jelek oleh masyarakat.๐Ÿ˜€
    CMIIW

  15. 16 Frea 01/10/2009 at 11:59 AM

    ^
    Well, saya gatau kalau perempuan lain sih, tapi kalau saya bukan soal umur atau desakan dr orang lain. Cuma ya, ada keinginan untuk cepat bertemu dengan life partner itu karena apa ya, ingin punya a shoulder to cry on? dan teman berbagi? Bukan terdesak faktor eksternal kok:mrgreen:

  16. 17 lambrtz 02/10/2009 at 6:50 PM

    @Frea, Felicia๐Ÿ˜๐Ÿ˜ฆ

  17. 18 aftrie 08/10/2009 at 2:16 PM

    frea and felicia malah ceting disini tuh..๐Ÿ˜†

    ngg.. kalo cowok keknya susah kali yah untuk getting along yang awalnya marriage tanpa cinta *tjah*.. soalnya menurut beberapa cerita, kalo cowok sekali cinta, susah untuk melupakan/melepaskan (bener ga nih?)

    tapi kalo cewe.. we can learn to love.. (kalo peribahasanya jawa tu lebih cucoknya untuk cewe kali)..

    *pendapat gue doang seeeh*
    ๐Ÿ˜›


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




lambrtz looks like this

Me

You can write comments in any language that you want, but please bear in mind that I only understand 4 languages: English, Indonesian, Javanese and Malay.

Archives

Categories

September 2009
S M T W T F S
« Aug   Oct »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
Click to view my Personality Profile page