The Conqueror, Son of Wahid

Abdurrahman Wahid

Abdurrahman Wahid

Dan saya hanya bisa membayangkan beliau terkekeh-kekeh di surga sono. “Seperti anak TK saja”, saya masih ingat itu, 1999. “Gitu aja kok repot”.๐Ÿ˜ฆ

14 Responses to “The Conqueror, Son of Wahid”


  1. 1 lambrtz 31/12/2009 at 3:20 PM

    “Saya ini sebenarnya juga liberal, cuman saya tidak berkoar-koar mengenai hal ini.”, more or less. Abdurrahman Wahid on Ulil Abshar Abdalla.

  2. 2 Kurotsuchi 31/12/2009 at 11:07 PM

    at least saya menemu jawab mengapa pasar minggu pagi tadi macet, dan di kantor banyak orang yang pake hitam-hitam (termasuk saya, meski saya selalu berkostum hitam meski tanpa ada event belasungkawa)

  3. 3 itikkecil 01/01/2010 at 3:10 AM

    Dulu ketika masih hidup, banyak orang yang mentertawakan beliau. dan sekarang setelah pergi baru ditangisi.
    my favorite quote : “Tuhan itu tidak perlu dibela”

  4. 4 sora9n 01/01/2010 at 3:38 AM

    โ€œSeperti anak TK sajaโ€, saya masih ingat itu, 1999. โ€œGitu aja kok repotโ€.๐Ÿ˜ฆ

    Saya malah paling ingat kutipan beliau yang ini: “Prek…” Singkat, padat, dan tegas.๐Ÿ˜†

    /lupa waktu itu konteksnya apa
    //“Yok opo rek” juga berkesan IMO

  5. 5 jensen99 01/01/2010 at 4:57 PM

    Pada masa kepemimpinannya, Bintang Kejora boleh berkibar dengan bebas di Papua (yang ia ganti namanya dari Irian Jaya) dan sempet menimbulkan euforia (bakal) merdeka yang cukup merepotkan aparat & masyarakat pendatang.๐Ÿ˜†

    Ah, andai saja penglihatan beliau baik saat di puncak kekuasaan…๐Ÿ˜‰

  6. 6 Felicia 01/01/2010 at 5:30 PM

    Pada jaman kepemimpinan beliau akhirnya Imlek bisa dirayakan dengan bebas lengkap dengan barongsai…
    Selamat jalan, Gus Dur…
    .
    Dan selamat tahun baru, Lambrtz…

  7. 7 gunawanrudy 01/01/2010 at 7:47 PM

    Dulu ketika masih hidup, banyak orang yang mentertawakan beliau. dan sekarang setelah pergi baru ditangisi.

    saya baru sempat daring sekarang [setelah beberapa hari di gunung]. dan belum menemukan berita perihal tanggapan dari para penentang beliau dahulu.๐Ÿ˜•

  8. 8 ๅฎ‰่—คๅ› 01/01/2010 at 11:09 PM

    Gambar yang keren!
    *tengkyu buat wikipedia, met taon baru buat lambertz*

  9. 9 sora9n 02/01/2010 at 1:25 PM

    @ gunawanrudy

    Yaa, penentang beliau kan kebanyakan Islam konservatif atau tradisionalis. Mesti wagu lah ngomongin orang baru meninggal.๐Ÿ˜†

  10. 10 Mrs.Prast 02/01/2010 at 5:38 PM

    Pas zaman beliau berkuasa, libur puasa lama banget๐Ÿ˜†
    Imlek juga dijadikan hari libur nasional, pokoknya banyak libur.

    Turut kehilangan atas wafatnya beliau.

  11. 11 Gentole 02/01/2010 at 6:56 PM

    @sora9n

    Pendukung Gus Dur yah juga lebih banyak yang tradisionalis. Istilah-istilah barat ini semakin kabur aja artinya.๐Ÿ˜€

  12. 13 bluethunderheart 03/01/2010 at 1:14 AM

    met jalan pak gus dur

    salam hangat dari blue

  13. 14 sora9n 03/01/2010 at 3:58 AM

    @ gentole

    Hehe. Saya sendiri nggak terlalu suka pakai istilah njelimet, tapi mau gimana lagi?๐Ÿ˜†

    Paling nggak yang kontra Gus Dur adanya di dua grup itu. Kalau liberal umumnya mendukunglah.๐Ÿ˜›


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




lambrtz looks like this

Me

You can write comments in any language that you want, but please bear in mind that I only understand 4 languages: English, Indonesian, Javanese and Malay.

Archives

Categories

December 2009
S M T W T F S
« Nov   Jan »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
Click to view my Personality Profile page