Kegagalan

Adrian Mutu

Adrian Mutu

Meet Adrian Mutu, the striker for Fiorentina and Romanian national football team. Mantan manusia gagal. Failing drug test itu ga penting, yet dia gagal, dan di-ban selama 7 bulan, dipecat dan kena sanksi pula. Setahu saya, olahragawan harus terus menjaga kondisi badannya. Tujuh bulan ga ikut sepakbola? Gimana jadinya tuh? Untungnya kemudian nasibnya membaik: dia masuk Juventus dan lalu menjadi salah satu andalan Fiorentina di lini depan bersama Alberto Gilardino. Namun demikian, dia masih harus menghadapi tuntutan dari Chelsea atas putusnya kontrak walaupun bisa jadi Chelsea yang neko-neko. Ini menyita energi dan perhatiannya, padahal karirnya sudah tidak panjang lagi, mengingat usianya yang sudah kepala 3.

***

Kembali ke saya. Secara personal saya menganggap kegagalan adalah sebuah kesempatan yang terbuang. Maklum, idealis.ย Dalam kasus Mutu, misalnya, harusnya pada 7 bulan skorsingnya itu dia bisa mencetak gol lebih banyak lagi, dan sekarang tidak perlu menghadapi tuntutan Chelsea.

Lalu saya teringat kata Papa saya beberapa tahun lalu. Kurang lebih,

Seumur hidup kamu belum pernah gagal. Jalanmu dari dulu lurus-lurus terus. Berhasil terus. Kamu nggak seperti sepupumu, yang harus berpanas-panas untuk masuk SMA. Mental dia terasah, sedangkan kamu belum. Papa takutnya, sekali gagal, kamu nge-drop.

Masalahnya, kegagalan itu terjadi. And the end has yet to come. Karena masalah administrasi dan performa, ada kemungkinan bahwa saya tidak bisa convert ke PhD, dan membuat saya gagal lulus PhD pada 2012. Bisa jadi target saya untuk mengalahkan Albert Einstein, yang mendapatkan PhDnya pada umur 26, gagal. Dan saya capek terlalu sering balapan di Le Mans. Dua puluh empat jam jalan terus, hanya dengan sedikit istirahat. Hidup penuh idealisme itu melelahkan. Kenapa saya harus hidup berkutat dengan deadline kalau saya bisa hidup ala hippies dan menulis artikel-artikel perdamaian, menggubah lagu-lagu anti perang, pakai kacamata pantat botol, berkontribusi pada dunia? Peace bro!

Jadi, kalau saya gagal convert PhD, mungkin saya kerja dulu 1 tahun. Mengejar ketertinggalan pengetahuan yang dari dulu saya renungi, belajar GRE, dan…barangkali pindah negara? Maka Europa Project bisa segera dieksekusi. Vagabond.๐Ÿ˜›

***

BTW, baru-baru ini saya mengungkapkan perasaan saya pada seorang wanita, dan, yah, karena saya tidak bisa melihat cahaya di ujung lorong, kami tidak bisa bersama. Namun demikian, bagi saya ini suatu keberhasilan, mengingat buat saya respon dia bagus. Barangkali ini satu dari cuma dua kabar bagus (satunya lagi sembuh dari sakit) akhir-akhir ini.๐Ÿ™‚

Dan ya, kalau kegagalan ini nanti benar terjadi, pandangan mengenai pencarian wanita ini bisa berubah. Ini juga bisa dieksekusi segera.๐Ÿ˜€

***

Akhirul kalam, ketahuilah bahwa jalanmu tidak selalu lurus. Wassalam.๐Ÿ™‚

19 Responses to “Kegagalan”


  1. 1 Kurotsuchi 07/01/2010 at 4:36 AM

    i hope you know this well: mutu, pada masa2 kelamnya yang bikin dia depresi dan sudah berputus asa itu, dia mau berjuang lagi karena ibunya. ibunya adalah motivator sejati bagi seorang mutu. his mother is the very reason for his comeback, to strugle to get his life back.

    jatuh itu perkara biasa. semua orang jatuh: tersungkur, terguling, dan segala bentuk jatuh yang lain. yang luar biasa adalah bagaimana si jatuh itu bisa bangkit lagi. itu semua cuman butuh satu hal: alasan kenapa ia musti bangkit lagi.

    dan semoga chelski juara EPL musim ini๐Ÿ˜†๐Ÿ˜›

  2. 2 lambrtz 07/01/2010 at 8:42 AM

    ^
    Wuah, makasih komennya. Berkat sampeyan saya menemukan ini dan ini. Salah satu quote dari dia (dari artikel pertama):

    “I am almost 30 years old; I see life in a different way! I never wasted my time, when the story happened I did not stop to think or cry. I knew immediately what I was doing wrong, and I told myself: Ok, tomorrow is another day; you have to take it from the start! It was a severe mistake, especially because I am a sportsman and I am suppose to have a healthy life”

    Yeah, saya lupa ada pilihan ketiga, bahkan kalau seandainya gagal: daftar ulang PhD. Walaupun mungkin tidak sempat mengalahkan Einstein, saya mungkin masih bisa sedikit menyamainya.๐Ÿ˜€

    Thanks!

  3. 3 jensen99 07/01/2010 at 11:51 AM

    Yang penting kamu dah sehat lagi.๐Ÿ˜‰
    *komen numpang lewat*

  4. 4 lambrtz 07/01/2010 at 3:10 PM

    ^
    Makasih.๐Ÿ˜€

  5. 5 Grace 07/01/2010 at 3:21 PM

    Mengejar ketertinggalan pengetahuan yang dari dulu saya renungi

    Pelajaran apa itu?

    ketahuilah bahwa jalanmu tidak selalu lurus

    terkadang seseorang harus berputar-putar dan tersesat dulu sebelum sampai tujuannya. Buang-buang waktu dan tenaga mungkin, tapi banyak hal yang bisa di dapatkan dari sana asal selama berputar2 itu tetap melakukan yang terbaik.
    *jadi inget cerita Aya Ikeuchi tentang Ayahnya di depan seisi kelas*
    Ganbatte, Lambrtz!๐Ÿ˜€

  6. 6 Ando-kun 07/01/2010 at 3:48 PM

    Cobalah gagal dengan sengaja sekali-kali spy mentalmu lebih terasah dan “lengkap” sebagai manusia. Memang untuk menjadi tangguh (bener gak bahasa indo-nya tough) memang butuh pengorbanan
    *sok serius*

  7. 7 Zephyr 07/01/2010 at 4:31 PM

    “kegagalan dan luka itu kadang membuat kita lebih kuat” ujar seorang teman kemarin sore.

    .

    .
    ๐Ÿ™‚

  8. 8 itikkecil 07/01/2010 at 6:29 PM

    *jadi curcol*
    soal kegagalan. been there, and hey, I got used to it. dan yang membuat saya tetap kuat dan terhindar dari keinginan untuk bunuh diri adalah fakta bahwa apapun yang akan terjadi dalam hidup saya selalu ada tempat untuk kembali dan pulang.

  9. 9 gunawanrudy 07/01/2010 at 9:00 PM

    saya kenal seorang manusia –kebetulan beberapa kali satu kelas– yang selalu akrab dengan masalah dan kegagalan. dia tangguh, dan saya sangat iri.๐Ÿ˜ฆ

    walau saya pernah sangat bermasalah di bidang studi, saya masih kalaaah jauuuh dibanding dengannya.

  10. 10 erricgunawan 08/01/2010 at 10:06 AM

    Walaupun mungkin tidak sempat mengalahkan Einstein, saya mungkin masih bisa sedikit menyamainya.

    Kenapa harus ngalahin Einstein?
    Coba aja bikin rekor baru: raih gelar PhD dan pada saat yang bersamaan melamar/menikah dengan wanita pujaan.

    MURI siap mencatat rekormu.
    :mrgreen:

  11. 11 sora9n 08/01/2010 at 7:43 PM

    Bisa jadi target saya untuk mengalahkan Albert Einstein, yang mendapatkan PhDnya pada umur 26, gagal.

    Emang kenapa harus mengalahkan Einstein, masbrur?๐Ÿ˜•

    Lagipula, OTOH, di umur 26 itu Einstein merilis teori relativitas khusus. Kalau mau serius ngalahin beliau, ya, masnya harus bikin paper yg sekualitas dong?๐Ÿ˜Ž

    *ditimpuk*

    Hidup penuh idealisme itu melelahkan. Kenapa saya harus hidup berkutat dengan deadline kalau saya bisa hidup ala hippies dan menulis artikel-artikel perdamaian, menggubah lagu-lagu anti perang, pakai kacamata pantat botol, berkontribusi pada dunia? Peace bro!

    Well, I can only say: live your life to the fullest. Jangan terpaku di balik meja dan mantengin MATLAB aja lah. Main musik, baca buku sejarah & filsafat, atau apa kek. Masa sepanjang hidup pikirannya cuma riset.:mrgreen:

    Manusia itu multidimensi. Jangan jadi man of science yang terpaku di satu bidang saja; coba ambil teladan dari Isaac Asimov atau Carl Sagan.๐Ÿ˜€

    /mahasiswa engineering murtad
    //me like it this way though

  12. 12 lambrtz 08/01/2010 at 10:29 PM

    @grace

    Pelajaran apa itu?

    Ingat chat kita mengenai pendidikan Scitech di Indonesia?๐Ÿ˜€

    terkadang seseorang harus berputar-putar dan tersesat dulu sebelum sampai tujuannya. Buang-buang waktu dan tenaga mungkin, tapi banyak hal yang bisa di dapatkan dari sana asal selama berputar2 itu tetap melakukan yang terbaik.

    Sure, thanks.๐Ÿ˜€

    @Ando-kun
    Kecuali bagian disengajanya, saya mengamini betul komentar Bang Ando (dan Friedrich Nietzsche). Manusia butuh kesengsaraan untuk belajar.๐Ÿ˜€

    @Zephyr
    Kenal Nietszche? Salam ya.๐Ÿ˜€

    @itikkecil
    Astaga, sampe pingin bunuh diri?๐Ÿ˜ฏ

    Kalao saya kebalikannya sih: masih ada tempat yang harus dikunjungi.:mrgreen:

    @gunawanrudy
    Ah, kagum sekali saya sama teman awak. Salam saya buat dia.๐Ÿ˜€
    Omong-omong, jenggot udah 4 cm belum?

    @erricgunawan
    Lah, la temen kosku aja udah punya anak 2.๐Ÿ˜†

    @sora9n

    Emang kenapa harus mengalahkan Einstein, masbrur?

    (dan erricgunawan:)

    Kenapa harus ngalahin Einstein?

    Ini adalah salah satu aspek yang mudah dikalahkan dari Einstein. Setidaknya kan saya bisa bangga dikit gitu.:mrgreen:

    Lagipula, OTOH, di umur 26 itu Einstein merilis teori relativitas khusus. Kalau mau serius ngalahin beliau, ya, masnya harus bikin paper yg sekualitas dong?

    Saya amini saja deh.๐Ÿ˜€

    Jangan terpaku di balik meja dan mantengin MATLAB aja lah

    Anu, biasanya pake Visual C++.:mrgreen:

    Main musik

    Sudah.

    baca buku sejarah & filsafat

    Sudah, sedikit-sedikit.

    coba ambil teladan dari Isaac Asimov atau Carl Sagan

    Saya amini lagi saja deh.๐Ÿ˜€

    Well, I’m not opposed to generalised approach of life. Saya cuma ingin jadi ahli super detil di setidaknya satu bidang (Computer Science). Ingin juga belajar Filsafat dan Agama dan Literature, tapi sepertinya nanti kalau yang CS ini sudah beres.๐Ÿ˜€

  13. 13 lambrtz 08/01/2010 at 11:15 PM

    @Sora9n
    BTW,

    ya, masnya harus

    As a matter of fact, you are older than me, so please stop using “masnya” when calling me, as if I am older than you.๐Ÿ˜†
    “lambrtz” only oso can lah.:mrgreen:

  14. 14 sora9n 09/01/2010 at 8:46 AM

    @ lambrtz

    tapi sepertinya nanti kalau yang CS ini sudah beres.๐Ÿ˜€

    Hoo. ^^

    Ini adalah salah satu aspek yang mudah dikalahkan dari Einstein. Setidaknya kan saya bisa bangga dikit gitu.:mrgreen:

    Bagaimana kalau coba mengalahkan rekor menikahnya saja. Beliau menikahnya umur 30-an (kalo nggak salah), jadi masnya punya banyak waktu.๐Ÿ˜›

    *lho*

    As a matter of fact, you are older than me, so please stop using โ€œmasnyaโ€ when calling me, as if I am older than you.๐Ÿ˜†
    โ€œlambrtzโ€ only oso can lah.:mrgreen:

    Better like this lah. My uncles and family also call me “mas”, honorific pretty suitable one. Young and old liddat can loh.๐Ÿ˜›

    singlish ngasal

  15. 15 Frea 10/01/2010 at 3:22 AM

    @Sora9n :

    Jangan terpaku di balik meja dan mantengin MATLAB aja lah. Main musik, baca buku sejarah & filsafat,

    Ini tadinya Mas Sora mau bilang ,”Cari pacar kek, nge-date kek rampungin skripsi kek” –tapi mas Sora sendiri belum dapat, jadi ya….:lol:
    *ditimpuk sepatu sama Sora*
    xD

  16. 16 Felicia 10/01/2010 at 12:33 PM

    Hmmm… jangan menyerah Lambrtz… Kalopun bukan Einstein pasti masih banyak ilmuwan lain yang bisa dikalahkan๐Ÿ˜€

    BTW, baru-baru ini saya mengungkapkan perasaan saya pada seorang wanita…

    menunggu detailnya:mrgreen:

  17. 17 Gentole 10/01/2010 at 2:14 PM

    @sora9n

    Well, I can only say: live your life to the fullest. Jangan terpaku di balik meja dan mantengin MATLAB aja lah. Main musik, baca buku sejarah & filsafat, atau apa kek. Masa sepanjang hidup pikirannya cuma riset.:mrgreen:

    Manusia itu multidimensi. Jangan jadi man of science yang terpaku di satu bidang saja; coba ambil teladan dari Isaac Asimov atau Carl Sagan.๐Ÿ˜€

    Sounds familiar.:mrgreen:

    @Lambrtz

    Nah, makanya, masnya jangan jadi one-dimensional man dong.๐Ÿ˜›

    And I can’t believe you’re trying to beat Einstein!!??? You need two World Wars, a Hitler, fascism, the Great Depression, the rise of communism, etc. to even match him. Kalo cuma PhD, sebenarnya ada kampus-kampus berbayar yang memudahkan segalanya untuk mendapatkan gelar itu.๐Ÿ˜€

  18. 18 lambrtz 10/01/2010 at 7:43 PM

    @sora9n

    Bagaimana kalau coba mengalahkan rekor menikahnya saja. Beliau menikahnya umur 30-an (kalo nggak salah), jadi masnya punya banyak waktu.

    Yaelah kalo ini mah flatmate saya umurnya awal kepala 3 udah punya anak 2.๐Ÿ˜†

    Better like this lah. My uncles and family also call me โ€œmasโ€, honorific pretty suitable one. Young and old liddat can loh.

    Ya up to you sajalah kalao demikian.:mrgreen:

    @Frea
    Ah iya, saya kok ga sadar akan adanya kemungkinan eksistensi elemen curcol pada komen ybs.๐Ÿ˜•

    @Felicia

    Kalopun bukan Einstein pasti masih banyak ilmuwan lain yang bisa dikalahkan

    Tapi…tapi…itu Einstein…people know how great he was. T_T

    menunggu detailnya

    Maaf, sepertinya saya tidak akan menulis tentang ini.๐Ÿ˜€

    @Gentole

    And I canโ€™t believe youโ€™re trying to beat Einstein!!??? You need two World Wars, a Hitler, fascism, the Great Depression, the rise of communism, etc. to even match him. Kalo cuma PhD, sebenarnya ada kampus-kampus berbayar yang memudahkan segalanya untuk mendapatkan gelar itu.

    Firstly, degrees from dubious institutes are dubious, okay?

    Secondly, could you please think of the only thing that I can beat from Einstein? Intelligence is certainly not, let alone achievement. Not even marriage! So that would be the age when getting PhD.:mrgreen:

    You know, I realise that even if I can graduate from doctoral study and become a researcher, there is a good chance I can only be a mediocre one. Well, maybe I can make one or two big shots, but not like Ivan Sutherland, Marvin Minsky, John von Neumann or Alan Turing, the latter three of whom is/were also philosophers, which brings forth my assumption that you know those guys. So the minimal goal of my life is to increase the financial condition of my family. And to move to a developed country, preferably in Europe, for a better education for our descendants. I still hope that I can make a revolutionary work, though.๐Ÿ˜€ Such a work in Computer Science is not as sensational as in Physics, anyway.๐Ÿ˜ฆ

    So if I can beat Einstein in terms of age, I can boast it to my family and friends.๐Ÿ˜† (Ya ya saya tahu ini ga penting)

  19. 19 sora9n 11/01/2010 at 6:40 PM

    @ Gentole

    Sounds familiar.:mrgreen:

    Well, duh. Itu kan memang setengah curhat. (=_=!)

    @ Frea

    Hus!:mrgreen:


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




lambrtz looks like this

Me

You can write comments in any language that you want, but please bear in mind that I only understand 4 languages: English, Indonesian, Javanese and Malay.

Archives

Categories

January 2010
S M T W T F S
« Dec   Feb »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
Click to view my Personality Profile page