Muse

Jadi, kalau Agustus tahun kemarin Nine Inch Nails, sekarang gilirannya Muse.

Wrist tag

Wrist tag

Kondisi saya masih sama kaya dulu. Ndak punya kamera. Kamera HP juga mati kutu buat memotret pada malam hari, jadinya tidak banyak yang saya ambil.

Saya datang terlambat. Jam kerja baru selesai jam 6, lalu makan nasi ayam (yang antreannya entah kenapa dikit, padahal enak dan makannya cepat), naik bis ke Pioneer MRT, dilanjutkan naik kereta ke Kallang MRT, dan jalan kaki…berapa menit? Kayanya baru mulai ngantre sekitar 7.30 PM dan masuk arena jam 8.10 PM. Oya, terima kasih buat Koh Budi Tan dan Abang Disc-co yang memberi tahu saya jalan ketika saya ndak tahu arah harus ke mana.๐Ÿ˜€

Alkisah, konser dibuka oleh band Saosin. Untung saya datang terlambat, jadi ga perlu nunggu bosan menonton mereka di dalam. Ndak seneng soale. Band pengiring kedua adalah Rise Against, yang saya juga ga suka. Lalu konser Muse dimulai sekitar jam 10 PM.

Matt Bellamy - Dominic Howard - Chris Wolstenholme - Morgan Nicholls

Matt Bellamy - Dominic Howard - Chris Wolstenholme - Morgan Nicholls

Visualisasi pembuka sangat mengesankan. Di backdrop tiba-tiba muncul gambar tiga gedung, dan lampu-lampu di ruangan-ruangan di gedung-gedung itu menyala satu demi satu. Perlahan-lahan muncul siluet orang-orang dengan ritme teratur menaiki tangga bagaikan cyborg yang dikendalikan dari pusat. *halah bahasanya*

Tadinya saya pikir di konser ini mereka hanya bakal menampilkan semua lagu dari album mereka yang terbaru, The Resistance (2009). Ternyata tidak. Selain tembang-tembang anyar seperti MK Ultra dan Undisclosed Desires, mereka juga memainkan beberapa lagu dari tiap album yang sudah mereka luncurkan, seperti Sunburn (Showbiz, 1999), Plug in Baby (Origin of Symmetry, 2001), Time is Running Out, Hysteria (Absolution, 2003), Map of Problematique, Supermassive Black Hole (Black Holes and Revelations, 2006). BTW saya memasukkan Muse sebagai band ketiga favorit setelah Metallica dan Nirvana pada tahun 2006, ketika mereka menjadi artist of the month MTV. BTT, seperti dapat dijumpai di konser-konser live yang lain, mereka tampil dengan ekstensi-ekstensi pada beberapa lagu, dan terkadang menggabungkan beberapa lagu menjadi satu urutan. Dari sisi visualisasi, mereka menggunakan kombinasi pencahayaan, laser, dan animasi di backdrop. Dan tidak lupa balon raksasa yang sudah mereka tampilkan selama beberapa tahun.

I really enjoy this concert. Melompat-lompat, mengepalkan tangan di udara, dan meneriakkan lirik-lirik lagu mereka, benar-benar membuat adrenalin naik.๐Ÿ˜€ *masih ga berani moshing*

Saya kecewanya cuman satu. Invincible ga dimainin. Saya pikir dua lagu terakhir bakalan Invincible dan Knights of Cydonia, tapi ternyata yang dimainkan cuma yang kedua. Saya sebenarnya pingin banget menonton solo gitar ciamik Bellamy di lagu ini, yang dulu membuat terkaget-kaget mengingat saya tidak ada bayangan sama sekali bahwa dia memainkan gitarnya seperti itu.

You can, however, look on the negative side. Yang saya sebel dari nonton konser adalah ketika banyak orang seenaknya membelah kerumunan buat maju ke depan, padahal sudah padat. Selain itu, saya juga heran ketika banyak penonton memakai pakaian aneh-aneh, as if they were attending a party. Come on, nobody will look at you! The members of the bands also wore casual attires, dan saya sendiri cuman mengambil kaos teratas dari tumpukan kaos saya di lemari (dan ini juga menjadi pakaian kerja saya, karena saya ngampus dulu paginya), plus celana panjang bekas kemarin. So why the hell did these people dress strangely? Nah, hal terakhir adalah ketika tiba-tiba orang di depan saya berubah jadi tinggi. Nampaknya ada yang merangsek entah dari mana. Tinggi saya sudah di atas rata-rata orang Asia, jadi I expected to see the stage clearly, and suddenly these two persons appeared out of nowhere. Jadi saya bergeser ke kiri beberapa langkah ke tempat kerumunan orang Melayu yang lebih pendek dari saya, hehehe. Saya ga bisa bayangin kalau saya ada di Belanda, nonton konser. Gimana ya?๐Ÿ˜•

Nah, setelah usai, saya bingung. Pulangnya gimana? Sudah larut malam, stasiun MRT jauh, kalau sampai sana pun bisa jadi sudah tidak beroperasi lagi. Panggil taksi. Wah semua taksi on call. Jalan dikit. Eh lha kok masih pada on call?? Jalaan terus, jalaaaan…kadang melihat taksi yang sedang tidak on call tapi terlewatkan. Akhirnya mutung, sampai di suatu bus stop, telepon teman apartemen saya untuk mengirim nomer telpon taksi ke saya. Lalu saya menyeberang jalan untuk mencari landmark yang bagus biar supirnya mudah mengenali, sebelum menyadari bahwa ternyata di phonebook HP saya nomor telponnya sudah tercatat, bahkan sebelum teman saya SMS. Untungnya, ketika mau menelepon, ada taksi yang sedang tidak on call lewat dan saya segera menyetopnya. Phew. Selamat. Kembali ke ย Jurong West.๐Ÿ˜€

Done.

Nah, karena saya ga punya kamera yang bagus buat ngrekam video, ini saya ambilkan dari Youtube, bukan saya yang ngrekam. United States of Eurasia. Penampilan mereka di sini sangat berkesan buat saya. Jadi gini ceritanya. Kalau orang-orang bersemangat nonton lagu terkenal semacam Knights of Cydonia kan wajar yah. Lha wong nge-hit, dan buat saya itu adalah salah satu masterpiece mereka. Tapi lagu ini barusan dirilis bersama lagu lain di dalam album mereka yang terbaru, The Resistance, tahun kemarin, jadi mungkin impact-nya belum sehebat Knights. Namun demikian, penonton tetap menyanyikan lagu ini. Perasaan takjub ini teramplifikasi berkat liriknya, yang (kalau berdasar pemahaman saya) bercerita tentang menyatunya negara-negara di Asia dan Eropa menjadi satu super-country, United States of Eurasia, untuk melawan Amerika Serikat. Rasanya bagaikan menghadiri propaganda partai komunis, dengan rakyat yang sepenuh hati mengamini, mendukung dan mengelu-elukan sang orator! Berikut ini rekamannya.๐Ÿ˜€

10 Responses to “Muse”


  1. 1 Kgeddoe 05/02/2010 at 2:20 AM

    “The Small Print” ada dimainkan?๐Ÿ˜€

  2. 2 lambrtz 05/02/2010 at 2:21 AM

    Sayangnya tidak.๐Ÿ˜ฆ

  3. 3 itikkecil 05/02/2010 at 9:42 AM

    gak berani moshing?

  4. 4 lambrtz 05/02/2010 at 11:02 AM

    Takut HP dan dompetnya gogrok.๐Ÿ˜ณ

  5. 5 Zephyr 05/02/2010 at 11:34 AM

    Saya kecewanya cuman satu. Invincible ga dimainin.

    ja… ja… jadi, Invincible ga di mainin?

    Uhhukk…mungkin karena saya ga ada di sana๐Ÿ˜Ž

  6. 6 Ando-kun 05/02/2010 at 12:30 PM

    saya bergeser ke kiri beberapa langkah ke tempat kerumunan orang Melayu yang lebih pendek dari saya, hehehe.

    Uh… racist๐Ÿ‘ฟ
    situ nobar bareng pygmi aja, biar serasa raksasa:mrgreen:

  7. 7 sora9n 05/02/2010 at 4:50 PM

    bercerita tentang menyatunya negara-negara di Asia dan Eropa menjadi satu super-country, United States of Eurasia, untuk melawan Amerika Serikat.

    Ngapain? Wong US of A itu superpower in decline. Kalau mau konsolidasi, Uni Eropa bisa menyalip mereka dlm 30 tahun.๐Ÿ˜†

    /serius
    //benar-benar serius
    ///amat serius๐Ÿ˜„

    *ditimpuk karena OOT*

  8. 8 Eka Situmorang-Sir 12/02/2010 at 6:02 AM

    Yang saya sebel dari nonton konser adalah ketika banyak orang seenaknya membelah kerumunan buat maju ke depan, padahal sudah padat.

    *hahaha.. gue juga sebel banget tuh yg begitu! Udh sempit masiiih aja ada yg dempet2 minta jalan. Tapi. tapi.. kapan yah nonton konser model gini? Inget-inget.. inget-inget.. hahaha udh lama bgt! skr mikir2.. sadar umur =))

  9. 9 Disc-Co 17/02/2010 at 12:01 PM

    Assassin tidak dimainkan, masbro?

  10. 10 lambrtz 20/02/2010 at 8:39 PM

    @Zephyr
    Walah๐Ÿ˜†

    @Ando-kun
    Itu fakta masbro. Bukan rasis, la saya ga diskriminasi.๐Ÿ˜›

    @sora9n
    Ya tanya mereka aja๐Ÿ˜†

    @Eka Situmorang-Sir
    Halah, mau udah embah-embah juga kalo mau nonton silakan aja kok๐Ÿ˜›

    @Disc-Co
    Esaya kok lupa ya๐Ÿ˜•


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




lambrtz looks like this

Me

You can write comments in any language that you want, but please bear in mind that I only understand 4 languages: English, Indonesian, Javanese and Malay.

Archives

Categories

February 2010
S M T W T F S
« Jan   Mar »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28  
Click to view my Personality Profile page