Plagiarism Saga

…aka pamer kemampuan Googling.

***

Jadi begini. Siang ini saya membaca postingan di wall Facebook yang dipublish Mas Yayan, teman yang lagi suka nge-hikki di labnya di Fukuoka sono, tentang terbuktinya plagiarisme pada sebuah paper yang disubmit sekelompok peneliti dari Institut Teknologi Bandung [link]. Saya pun terkaget-kaget membacanya. Baru beberapa bulan lalu Banyu Perwita diberhentikan secara tidak hormat dari posisinya sebagai dosen di Unpar gara-gara nyontek essay orang lain, yet now another plagiarism? Langsung saja saya juga membagi tautan tersebut di wall saya, yang tak selang berapa lama juga disebarkan oleh teman-teman sesama mahasiswa postgraduate NTU, Bowo dan Budi.

Jadi ceritanya, paper mereka ini terbukti menyalin paper lain yang dipublish peneliti lain dari Technische Universiteit Delft, 8 tahun sebelumnya. Paper asli bisa didownload secara gratis di sini, silakan pilih yang ada file aslinya, yang mestinya versi pre-print. Paper dari ITB itu sendiri tidak tersedia dengan bebas di internet, jadi saya harus mengakses situs IEEE via proxy NTU. Mata saya pun melotot. Bayangpun. 9x% konten sama puersis! Yang berbeda hanya 1) format dan 2) referensinya. Lucu. Jadi, paper asli dari TU Delft memuat 13 referensi, sedangkan paper plagiat dari ITB memuat 11 referensi. Selain itu, referensinya pun berbeda-beda! Paper TU Delft memuat referensi dari publikasi lain dengan yang terakhir diterbitkan tahun 2000 (ya iyalah), sedangkan semua publikasi yang tercatat di referensi di paper ITB diterbitkan paling awal tahun 2000. Belum berhenti di situ. Di bagian isinya sendiri, penulis dari ITB juga mengganti atribusi suatu penelitian ke orang lain. Karena ga berani kasih cuplikan aslinya (melanggar hak cipta), saya tulis saja ilustrasi seperti begini.

Paper TU Delft:

Subandrio et al telah berhasil meledakkan Planet Jupiter dengan menggunakan sebuah harpa [1].

Paper ITB:

Faisal et al telah berhasil meledakkan Planet Jupiter dengan menggunakan sebuah harpa [1].

Tawa saya dan Luhur, seorang teman yang saja ajak chat via messenger (ya iyalah, wong dia di Uppsala, Swedia sono, sedangkan saya sendiri di Singapore sini), pun meledak. What teh LOL.😆

Tadinya ada kecurigaan dari Budi bahwa bisa jadi kejadian ini sudah berlangsung lama, mengingat konferensi IEEE di Chengdu, Cina itu sudah berlangsung 2 tahun lalu, yaitu tahun 2008, dan sayanya aja yang telat. Ternyata tidak. Ada berita ini di situs Detik.com, yang menyebutkan bahwa ada 4 orang doktor dari ITB diduga melakukan plagiarisme. Selang beberapa jam kemudian, saya menemukan bahwa ITB sendiri telah mengakui adanya tindakan plagiarisme di institusi mereka. Akhmaloka, Rektor ITB, menyatakan bahwa Mochammad Zuliansyah, saat itu mahasiswa S3 di ITB yang menulis paper ini, mengirimkankannya langsung ke konferensi di Chengdu tanpa sepengatuan promotornya, Carmadi Machbub, serta dua co-promotornya, Yoga Priyana dan Suhono Harso Supangkat. Akhmaloka juga menyebutkan bahwa mereka tidak mengetahui di mana sekarang mantan mahasiswa ini berada. Lebih lengkapnya, silakan baca tautan yang saya sisipkan di atas. Akhirnya, saya menemukan email permohonan maaf Mochammad Zuliansyah sendiri, yang aslinya dikirim ke milis alumni ITB, di sini.

Kurang lebih begitu ceritanya.

***

Selesai di situ? Tonggo dolo…saya kan belum pamer kemampuan Googling saya…hehehe:mrgreen:

Lalu begini. Out of curiosity, saya pun googling nama-nama yang terlibat. Berikut ini hasil pencarian saya.

Siyka Zlatanova sampai saat ini masih melakukan aktivitasnya di TU Delft sebagai associate professor, tepatnya di OTB, Research Institute for the Built Environment. Tentunya sejak tahun 2000, beliau sudah banyak menelurkan publikasi lagi. Webpage beliau bisa diakses di sini.

Carmadi Machbub saat ini menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB, sekaligus dosen di Sekolah Teknik Elektro dan Informatika, ITB. [link, diakses 16 April 2010]

Suhono Harso Supangkat kini menempati posisi Kepala Pusat Inkubator Bisnis dan Industri ITB, dan juga menjadi dosen di sekolah yang sama. [link, diakses 16 April 2010]

Yoga Priyana juga mengajar di STEI ITB, dan berafiliasi dengan Laboratorium Sistem Kendali dan Komputer. [karena webpage lab yang bersangkutan tersebut sedang down pada saat pengetikan, saya mengacu ke Google cache di sini]

Terakhir, rektor ITB sendiri tidak mengetahui di mana sekarang lokasi Mochammad Zuliansyah. Ohoho…saya tahu dong.:mrgreen: Namun, karena sudah terlanjur diumumkan di publik bahwa posisi beliau tidak diketahui, mendingan saya tidak memberitahunya. Kalau Anda rekan seinstitusinya, pastilah tahu. Ndak jauh dari ITB juga pastinya. Yang jelas, selain milik Suhono Harso Supangkat, saya juga mengetahui akun Facebook milik Mochammad Zuliansyah. Bukan…bukan teman saya. Saya ndak kenal beliau. I just found it out.

***

Anda kira sudah selesai? Beluuuum.:mrgreen: Sekarang gongnya, yang tidak ada di media massa.

Kegiatan Googling membuat saya mendarat di blog milik Yoanes Bandung, tepatnya yang berjudul “Persiapan Konferensi CIS-RAM 2008”, tertanggal 3 September 2008. Namun sepertinya postingan tersebut sudah dihapus dari blog yang bersangkutan, jadi saya mengakses halaman (lagi-lagi) Google Cache-nya di sini. Nah, karena saya ga tahu apakah halaman ini akan bertahan selamanya, saya capture saja tulisan tersebut, lalu menguploadnya di sini. Ini hasilnya.

Persiapan Konferensi CIS-RAM 2008, oleh Yoanes Bandung

Persiapan Konferensi CIS-RAM 2008, oleh Yoanes Bandung. Klik untuk memperbesar.

Ada yang…ehem…aneh?😕

Well, tentu saja dengan asumsi postingan di blog itu benar adanya. Dan tentunya masih ada asumsi satu lagi, yaitu bahwa paper plagiatan itu termasuk dalam paper yang dibicarakan di situ.

Sekian, terima kasih.

***

English post can be written upon request. Cincay lah.:mrgreen:

Update 1: Mochammad Zuliansyah mengundurkan diri dari akademia

Update 2: Saya menelusuri lagi bekas postingan Yoanes, dan sampai di website konferensi tempat mereka mem-publish paper-paper tersebut. CIS-RAM 2008, Cybernetics and Intelligent Systems – Robotics, Automation and Mechatronics 2008, bertempat di Chengdu, Republik Rakyat Cina, diselenggarakan pada 21-24 September 2008. Bisa diketahui di situ bahwa paper-paper yang diterima akan diterbitkan di IEEE International Conference on Cybernetics and Intelligent Systems. Dari situ, saya kembali mengakses website IEEE Xplore untuk mencari daftar isi proceeding konferensi. Ada dua poin yang saya temukan. Pertama, paper Yoanes Bandung di halaman 17 daftar isi, dan lebih detilnya di sini. Kedua, paper Mochammad Zuliansyah di halaman 24 daftar isi.

Update 3: Yep, kecurigaan saya terbukti. Dosen pembimbing mengetahui pengiriman paper ini. Credit goes to Felicia. Makasih linknya.🙂

Update 4: Account FB-nya Mochammad Zuliansyah sudah hilang.

34 Responses to “Plagiarism Saga”


  1. 2 lambrtz 16/04/2010 at 2:58 AM

    Kayanya sih😕

  2. 3 kerti 16/04/2010 at 3:23 AM

    wow… dude… you’re dangerous…
    be careful what you write on the internet. once it’s there, it ain’t never gonna go away, somebody’s bound to find it someday, somehow…

  3. 4 lambrtz 16/04/2010 at 3:41 AM

    Bro kerti, bisa dilihat bahwa saya cuman menuliskan hasil Googling, yang berangkat dari rasa penasaran saya. Dan kebetulan saya menemukan bekas postingan Saudara Yoanes itu, yang menurut saya…ya…begitulah. Sebelumnya saya juga minta proof-read beberapa orang, in case ada isinya yang ofensif, tapi kayanya mereka tidak terlalu mempermasalahkan, selain beberapa koreksi kecil di sana-sini.🙂

    Dan, ya, saya tahu bahwa postingan ini bisa jadi tidak akan hilang dari internet. Makasih.🙂

  4. 5 dina 16/04/2010 at 3:42 AM

    di IEEE Abstract-nya jadi:

    Notice of Violation of IEEE Publication Principles
    ————
    ¿3D Topological Relations for 3D Spatial Analysis,”
    by Mochammad Zuliansyah, Suhono Harso Supangkat, Yoga Priyana, Carmadi Machbub,in the Proceedings of the 2008 IEEE Conference on Cybernetics and Intelligent Systems

    After careful and considered review of the content and authorship of this paper by a duly constituted expert committee, this paper has been found to be in violation of IEEE’s Publication Principles.

    This paper contains a near complete duplication of the paper cited below. The original text was copied without attribution.

    ¿On 3D Topological Relationships,¿
    by Siyka Zlatanova,
    ………..
    ————————-

    baru sekali aku liat paper IEEE yang abstract nya bgtu hahahahahaha

  5. 6 dina 16/04/2010 at 3:47 AM

    oooooooooo emang ketauannya dari sana yaa hihihihihhii

  6. 8 Muhammad 16/04/2010 at 4:13 AM

    aje gile … bisa bisa di black list nih orang-orang indo dari IEEE …

  7. 9 Muhammad 16/04/2010 at 4:24 AM

    bro, link yang di google schoolar merujuk ke sini bro:
    On 3D Topological Relationships

  8. 10 Muhammad 16/04/2010 at 4:25 AM

    my bad … sorry … ;;)

  9. 11 nina 16/04/2010 at 4:29 AM

    Mas Mario, Nina juga tadi buka2 IEEE. nina kurang mengerti ko bisa, orang bisa mengirimkan makalah yg bakal di publish di IEEE tanpa sepengetahuan orang2 yg bertangungjwb di ITB.

  10. 12 Muhammad 16/04/2010 at 4:32 AM

    tadi gw pikir yang VOIP nya

    Optimizing Voice over Internet Protocol (VoIP)
    Networks Based-on Extended E-model

    … hahahah

    sorry

    WHAT THE P*RK
    abstract nya ajah (nyaris) sama … hahahahah

  11. 13 Nina 16/04/2010 at 4:35 AM

    dlu di indo kalo ngerjain tgas, bnyk yg suka copy paste translate. sptiny mang krng dididik dari zaman kuliah. iya, awal dtng dsni (France) dosenku da blng. plagarism & contek sma skali g ditolerir dsni. Ad software khusus yg bs mendetect correlation paper kta dg paper2 yg da ad. soalny TA master dsni pasti dipublish. eh, kmrn ad matkul bibliographical study utk simulasi bkin paper,Na uda hti2 bkin klimat jng mpe sama&ambil referensi yg reliable, ehh, tmnku segrup dr Cina seenakny copy paste plek2.. dri wikipedia T_T

  12. 14 itikkecil 16/04/2010 at 8:55 AM

    katanya yang lain gak tahu-menahu dengan abstract yang itu….🙄
    kalo doktor saja tidak tahu definisi plagiarism itu apa, bagaimana dengan mahasiswanya….

  13. 15 Felicia 16/04/2010 at 9:13 AM

    wkwkwk…biasalah namanya juga dosen, mana sempat baca karya tulis mahasiswanya lalu ngegoogling sumbernya…
    tapi bo ya, masi ngga ngerti sama si MZ itu, kok pede banget bawa paper hasil plagiat ke konferensi internasional…
    ini namanya naif atau … ?

  14. 16 alazyreader 16/04/2010 at 9:16 AM

    kalau gajah yang jatuh gedebuknya membahana ya?:mrgreen:

  15. 17 erricgunawan 16/04/2010 at 10:55 AM

    Semoga gak salah nangkep, tapi lama juga ya?
    Di-publish tahun 2008, tapi baru ketahuan 2010?

  16. 18 Felicia 16/04/2010 at 11:39 AM

    @lazyreader

    kalau gajah yang jatuh gedebuknya membahana ya?

    😆 Like it
    .
    Btw, ada berita dari Tempointeraktif juga…

    Pengiriman karya ilmiah jiplakan itu, kata Charmadi, diketahui seluruh dosen pembimbing . Sebagai promotor, Charmadi mengaku teledor. “Pengiriman makalah itu kami tahu, cuma memang kami tidak tahu bahwa itu plagiasi,” kata dia. Selanjutnya, ia menyerahkan perkembangan kasus itu ke pihak institusi.

    Ah, simpang siur nih, ga kompak dosen2nya juga…:mrgreen:
    Tapi btw, saya lebih setuju kalau dosen2nya juga dikasih sanksi atau apa kek meskipun ngga seberat si MZ itu, biar jadi pelajaran buat dosen2 lainnya juga supaya lebih memperhatikan skripsi2 mahasiswanya…

  17. 20 Disc-Co 16/04/2010 at 12:17 PM

    Sepertinya di Indonesa tidak ada sistem plagiarism check super menyebalkan. *senyum miris*

    *2 jam sebelum final exam, masih bisa blogwalking*

    *tutup browser, matiin laptop, cabut ke kampus*

  18. 21 jensen99 16/04/2010 at 12:59 PM

    OK, anda lulus tes untuk masuk Mossad.

  19. 22 lambrtz 16/04/2010 at 1:18 PM

    @Muhammad (1)
    Semoga tidak deh.😐
    Saya pikir, yang bakal terkena imbas duluan adalah ITB dan keluarga besarnya. Tadi saya tanyakan kepada teman saya yang alumnus ITB, kabarnya di milis internal mereka malam itu juga sedang ramai membicarakan ini, sampai-sampai Saudara MZ dipaksa para alumni untuk mempublish permohonan maafnya.

    @Muhammad (2, 3)
    Iya, memang itu link untuk mengakses paper asli tulisan Siyka Zlatanova.😛

    @Nina (1)
    Hehehe…akhirnya terungkap bahwa mereka tahu kok Nina.😛

    @Muhammad
    O bukan, itu punyanya Yoanes, temennya MZ.😆

    @Nina (2)
    Hihihihi…ya begitulah Nin, kadang kitanya udah serius ngerjain sedemikian sehingga ga sama dengan sumbernya, eh malah ada yang seenaknya ngerjainnya…😛 (sori copas komen di FB😛 )

    @itikkecil
    Sudahlah, dua-duanya sudah ketahuan salah juga.:mrgreen:
    Ya moga-moga saja saringannya bisa diperketat lagi. Ini udah kedua kali je, skala internasional di negeri sendiri.😐

    @Felicia (1)
    Tentang MZ-nya sendiri, saya kok kurang tertarik komentar. Itu email permohonan maaf dia sudah ada di atas, silakan memahaminya sesuai kehendak dan hati nurani.😉
    Yang jelas, di FB saya ada beberapa temen yang ridiculing it.😆 Eh kamu juga termasuk ya.

    @alazyreader😆

    @erricgunawan
    Kayanya di salah satu link itu aku baca, ketahuannya akhir 2009. Lama juga ya. Dan masa reviewer ga ngerti juga kalau itu plagiarisme?😕

    @Felicia (2, 3)
    Ah, itu dia yang saya butuhkan. Baru dipublish hari ini rupanya. Berarti kecurigaan saya terbukti.
    Sip, makasih banyak ya Fel!😉
    Dan ya, karena pembimbing ikut berperan lewat keteledoran mereka, apa ya mestinya ga ada hukuman juga?😕

    @Disc-Co
    Ganbatte, bung Jo…eh…Disc-Co!😀

    @jensen
    Maaf, saya sudah dikontrak IRA.😎

  20. 23 yayan 16/04/2010 at 4:17 PM

    ow ow…
    buset kayak wartawan gosip dikau…
    hahaha…
    abis lulus dari NTU bisa daftar dari wartawan-nya cek dan ricek atau apa lah namanya…😀

  21. 24 apret 16/04/2010 at 4:34 PM

    hahaha Mas Lambrtz ini dari UGM toh :p. Mungkin kalo dari ITB, bakal lain lagi ceritanya. Banyak anak ITB yang pada no comment :))

  22. 25 Sunu Wibirama 16/04/2010 at 7:42 PM

    “Kejadian tersebut sepenuhnya terjadi akibat keteledoran saya dalam mixing content antara penelitian sy dan referensi, sehingga terjadi pengiriman paper yang sama persis dengan referensi saya” (Zuliansyah, 2010).

    Salah numpuk paper kui sajake Mar (LoL). Tapi kalau ndak ketauan kum penulisnya tetep nambah. Giliran ketauan, eh semua advisor-nya cuci tangan…..kasiaan deh😦

  23. 26 Asop 16/04/2010 at 8:07 PM

    Wah, memalukan ITB nih…😦
    Sedih juga rasanya…. hiks…😥

  24. 27 Ardianto 16/04/2010 at 8:09 PM

    Saya hanya menyampaikan kalau ada karya lain dia yang plagiat, kali ini tanpa Co-author, cek di

    http://journal.ui.ac.id/upload/artikel/06_3D%20MODELLING_Moh.Zuliansyah.pdf

    sama Thesis ini
    http://hal.inria.fr/docs/00/04/68/25/PDF/tel-00006129.pdf mulai halaman 73..

    Sebagai adik sealmamater, saya merasa malu, sedih..
    Orang kayak gini pantesnya memang dibuang saja -_-“

  25. 28 lambrtz 16/04/2010 at 8:41 PM

    @yayan
    Emoh ah, mending jadi wartawan sepakbola😛

    @apret
    Eh ada Mbak Apret (woot)
    Ya karena saya bukan dari ITB, mungkin ga segitu mak jlebnya kali ya. Ga tahu deh kalao dulu nyasar ke sana.😕

    @Sunu Wibirama
    Salah numpuk paper kok digonta-ganti ngono atribusine😆
    Tapi ya itu advisornya kok ga kena ya?😕

    @Asop
    Turut berduka cita ya…rusak susu sebelanga di tengah kesalahkaprahan gara-gara nila setitik, rusak susu sebelanga…😦

    @Ardianto😯 Astaga…

  26. 29 itikkecil 16/04/2010 at 10:47 PM

    @lambrtz

    Maaf, saya sudah dikontrak IRA.

    ya, saya?

  27. 31 Gentole 17/04/2010 at 1:58 AM

    wah di sini ternyata benar rame.

  28. 32 lambrtz 17/04/2010 at 2:03 AM

    Ealah…ternyata cuman gitu komennya😆

  29. 33 ManusiaSuper 17/04/2010 at 10:14 AM

    “Copy from one, it’s plagiarism; copy from two, it’s research.”

    ~ Wilson Mizner (1876-1933)
    😆

  30. 34 lambrtz 17/04/2010 at 10:19 AM

    ^
    Berarti kurang banyak ya ngopynya :-“


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




lambrtz looks like this

Me

You can write comments in any language that you want, but please bear in mind that I only understand 4 languages: English, Indonesian, Javanese and Malay.

Archives

Categories

April 2010
S M T W T F S
« Mar   May »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  
Click to view my Personality Profile page