Archive for May 1st, 2010

On Immersing One’s Self to A New Pool (and How It Can Lead You Cluelessly Clueless)

Jadi begini. Rupa-rupanya mendalami suatu ilmu baru itu susah.

Baru-baru ini saya menentukan topik riset baru, setelah project lama selesai. Topiknya apa? Rahasia tentunya. Namun demikian, yang jelas topik ini membawa saya ke bidang yang, yah, walaupun bisa dikatakan tidak sepenuhnya unfamiliar, secara umum baru bagi saya: Geometri. Sekedar info, latar belakang saya adalah Electrical Engineering dan Computer Science, yang have virtually nothing to little to do with Geometry, tidak seperti Matematika murni. Tentu saja ada potongan-potongan antara bidang-bidang ilmu tersebut, misalkan saja Computational Geometry, yang terfokus pada desain dan analisis algoritma untuk menyelesaikan masalah-masalah geometris menggunakan komputer, dan sebenarnya lebih dekat dengan topik riset saya. Saya cukup familiar dengan istilah-istilah seperti Voronoi diagram, medial axis, arrangement dsb, tapi itu toh tidak cukup, dan saya mesti mengerti konsep-konsep dasar Geometri juga. Dan ini sparta: semakin saya menyelam ke dalam, semakin saya menemukan banyak sekali istilah dan topik di Geometri. Oh tentu, tidak semua perlu dimengerti dalam-dalam, dan hanya topik-topik yang berkaitan dengan riset yang perlu saya pahami. Nah, masalahnya istilah-istilah aneh itu ada di paper-paper yang perlu saya baca. Dan akhirnya terbingung-bingung. Apa itu CW-complex? Apa itu hypersurface? Apa itu equidistant? Apa itu…

3D projection of a quintic section of a Calabi-Yau 3-fold

Where is your God now?

Dan Wikipedia tentu saja adalah tukang menjerumuskan yang hebat.

Saya sudah mengalami ini berkali-kali, misalnya dulu waktu tahun-tahun pertama kuliah S1. Saya benar-benar buta, tidak tahu sama sekali dari mana harus memulai, karena saya sadar bahwa yang saya dapat di kuliah saja tidak cukup. Sayangnya, kok saya kurang berhasil menemukan sumber lain yang bisa saya jadikan pathokan. Saya mesti meraba-raba sendiri dunia dengan kabut tebal yang belum pernah saya jelajahi itu, hanya dengan bermodalkan tekad yang kuat dan semangat pantang menyerah. Yah internet aja juga susah jaman itu. Komputer butut tanpa internet yang kami punya tidak mungkin saya taruh di kampus, lha ntar Mami ngetik pake apa? Laptop, duite sopo? Jadi ya mesti berebut komputer yang terbatas jumlahnya di kampus. Alhasil, pengetahuan akan Ilmu Komputer yang terstruktur susah didapat. Sekarang fasilitas sudah ada, tapi kasus yang sama kembali terulang. Kabut di tempat yang baru masih bikin saya clueless dan tenggelam di dalam sup istilah. Tapi yah, beginilah jadi PhD student, mesti bisa belajar secara independen dan mandiri.

Jadi gimana? Sampai sekarang sih, solusi yang saya ambil adalah dengan mencatat semua istilah yang baru saya tahu, dan mencari artinya via Googling dan Wikipe-ing dan Ctrl+F-ing ebook yang saya download. Tentunya perlu berhati-hati agar tidak terjebak rayuan maut Wikipedia. Atau ada cara lain yang lebih praktis yang Anda pakai sehari-hari?

Akhirul kalam, bersama segenap kru lambrtz.wordpress.com, yang tak lain dan tak bukan adalah buruh akademis yang mesti selalu siaga, siap ngendon di lab demi project yang kian hari kian bikin stres, peduli-setan-dengan-efisiensi-karena-yang-penting-terus-coding-dan-baca-paper, kami mengucapkan Selamat Hari Buruh Sedunia. Mulailah revolusi dari kamar tidur kalian masing-masing. Sekian, terima kasih.

October Revolution

Ndak perlu ikut-ikutan yang kaya beginian lah


lambrtz looks like this

Me

You can write comments in any language that you want, but please bear in mind that I only understand 4 languages: English, Indonesian, Javanese and Malay.

Archives

Categories

May 2010
S M T W T F S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
Click to view my Personality Profile page