On Immersing One’s Self to A New Pool (and How It Can Lead You Cluelessly Clueless)

Jadi begini. Rupa-rupanya mendalami suatu ilmu baru itu susah.

Baru-baru ini saya menentukan topik riset baru, setelah project lama selesai. Topiknya apa? Rahasia tentunya. Namun demikian, yang jelas topik ini membawa saya ke bidang yang, yah, walaupun bisa dikatakan tidak sepenuhnya unfamiliar, secara umum baru bagi saya: Geometri. Sekedar info, latar belakang saya adalah Electrical Engineering dan Computer Science, yang have virtually nothing to little to do with Geometry, tidak seperti Matematika murni. Tentu saja ada potongan-potongan antara bidang-bidang ilmu tersebut, misalkan saja Computational Geometry, yang terfokus pada desain dan analisis algoritma untuk menyelesaikan masalah-masalah geometris menggunakan komputer, dan sebenarnya lebih dekat dengan topik riset saya. Saya cukup familiar dengan istilah-istilah seperti Voronoi diagram, medial axis, arrangement dsb, tapi itu toh tidak cukup, dan saya mesti mengerti konsep-konsep dasar Geometri juga. Dan ini sparta: semakin saya menyelam ke dalam, semakin saya menemukan banyak sekali istilah dan topik di Geometri. Oh tentu, tidak semua perlu dimengerti dalam-dalam, dan hanya topik-topik yang berkaitan dengan riset yang perlu saya pahami. Nah, masalahnya istilah-istilah aneh itu ada di paper-paper yang perlu saya baca. Dan akhirnya terbingung-bingung. Apa itu CW-complex? Apa itu hypersurface? Apa itu equidistant? Apa itu…

3D projection of a quintic section of a Calabi-Yau 3-fold

Where is your God now?

Dan Wikipedia tentu saja adalah tukang menjerumuskan yang hebat.

Saya sudah mengalami ini berkali-kali, misalnya dulu waktu tahun-tahun pertama kuliah S1. Saya benar-benar buta, tidak tahu sama sekali dari mana harus memulai, karena saya sadar bahwa yang saya dapat di kuliah saja tidak cukup. Sayangnya, kok saya kurang berhasil menemukan sumber lain yang bisa saya jadikan pathokan. Saya mesti meraba-raba sendiri dunia dengan kabut tebal yang belum pernah saya jelajahi itu, hanya dengan bermodalkan tekad yang kuat dan semangat pantang menyerah. Yah internet aja juga susah jaman itu. Komputer butut tanpa internet yang kami punya tidak mungkin saya taruh di kampus, lha ntar Mami ngetik pake apa? Laptop, duite sopo? Jadi ya mesti berebut komputer yang terbatas jumlahnya di kampus. Alhasil, pengetahuan akan Ilmu Komputer yang terstruktur susah didapat. Sekarang fasilitas sudah ada, tapi kasus yang sama kembali terulang. Kabut di tempat yang baru masih bikin saya clueless dan tenggelam di dalam sup istilah. Tapi yah, beginilah jadi PhD student, mesti bisa belajar secara independen dan mandiri.

Jadi gimana? Sampai sekarang sih, solusi yang saya ambil adalah dengan mencatat semua istilah yang baru saya tahu, dan mencari artinya via Googling dan Wikipe-ing dan Ctrl+F-ing ebook yang saya download. Tentunya perlu berhati-hati agar tidak terjebak rayuan maut Wikipedia. Atau ada cara lain yang lebih praktis yang Anda pakai sehari-hari?

Akhirul kalam, bersama segenap kru lambrtz.wordpress.com, yang tak lain dan tak bukan adalah buruh akademis yang mesti selalu siaga, siap ngendon di lab demi project yang kian hari kian bikin stres, peduli-setan-dengan-efisiensi-karena-yang-penting-terus-coding-dan-baca-paper, kami mengucapkan Selamat Hari Buruh Sedunia. Mulailah revolusi dari kamar tidur kalian masing-masing. Sekian, terima kasih.

October Revolution

Ndak perlu ikut-ikutan yang kaya beginian lah

12 Responses to “On Immersing One’s Self to A New Pool (and How It Can Lead You Cluelessly Clueless)”


  1. 1 lambrtz 01/05/2010 at 3:47 AM

    Oh damn, I’m wasting my precious time to merely write this post…

  2. 2 ManusiaSuper 01/05/2010 at 10:12 AM

    Thesis S1 saya di bagian referensinya ada…. wikipedia.org …
    ….

    ..
    .

  3. 3 sora9n 02/05/2010 at 9:11 AM

    Wah Calabi-Yau! (woot)

    Nggak ding, saya juga ndak paham. Cuma sempat terantuk waktu baca-baca teori String, jadi yah begitulah… (=3=)

    *ditimpuk karena gak penting*

    Jadi gimana? Sampai sekarang sih, solusi yang saya ambil adalah dengan mencatat semua istilah yang baru saya tahu, dan mencari artinya via Googling dan Wikipe-ing

    Gimana kalau cari mathematics major yang keliaran di blogosphere, terus ajak ngobrol.๐Ÿ˜› Siapa tahu bisa bantu.

    Yang saya tahu rada aktif mas ariaturns (tapi saya ga akrab, cuma sering nongkrongin blognya). Kalau zaman Peleton 2007 dulu ada mas deKing — cuma sayangnya, beliau udah berhenti ngeblog.๐Ÿ˜ฆ

  4. 4 itikkecil 02/05/2010 at 12:14 PM

    susah juga untuk tidak menganggap wikipedia sebagai dewa
    *garuk-garuk kepala sendiri*
    saya cenderung mencari segala sesuatu di wikipedia soalnya…

  5. 5 reikira 02/05/2010 at 12:55 PM

    itu disebut perjuangan ^_^

    kalo carinya lewat internet, sekalipun menjerumuskan, tapi paling efektif memang lewat google sama wikipe. dua-duanya bisa kasih link yang lebih spesifik.
    saya juga mendukung sarannya sorakun, tapi saya nggak tahu siapa pakar matematika di sini :c

    @ manusia super
    tapi masih mendingan kayanya, coba lihat makalah anak SMP/SMA sekarang, di daftar pustakanya ada http://www.google.com ^^

  6. 6 Asop 02/05/2010 at 8:10 PM

    Hebat, moga berhasil tuntas S3-nya!๐Ÿ™‚

  7. 7 jensen99 03/05/2010 at 12:41 AM

    Di kampus sebesar itu gak ada ahli matematika rada nganggur yang jadi temen?
    Saya maklum kok kalo jawabannya gak ada. Hidupmu kan cuma lab kom-apartemen bolak balik. Apalagi sekarang punya pacar LDR.

    Tapi yah, beginilah jadi PhD student, […]

    Deskripsi yang dengan segera mengenyahkan rombongan komentator S-1 dari kemungkinan memberi bantuan…

    …yah, kasi semangat sajalah! Hidup Chelsi! \m/

  8. 8 lambrtz 03/05/2010 at 1:15 AM

    @ManusiaSuper
    Ndak valid dong.๐Ÿ˜ˆ

    @sora9n
    Eh itu Calabi-Yau saya ga ngerti lho. Cuman keliatan keren aja makanya saya pasang.:mrgreen:
    Eh itu blog Mas Ariaturns keren juga, BTW.:mrgreen:

    @itikkecil
    Nah, ternyata saya ga sendirian. *siyul2 sambil lirik sang pacar*

    @reikira
    Betul, perjuangan. \m/
    Kalau jaman sekarang sudah mending lah. Ndak kepikiran kalo jaman dulu kaya apa. Mesti ke perpustakaan, berebut sama mahasiswa haus ilmu lainnya.๐Ÿ˜†

    @Asop
    Terima kasih.๐Ÿ˜€

    @jensen99
    Huanjrit komennya menohok๐Ÿ˜†

    Di kampus sebesar itu gak ada ahli matematika rada nganggur yang jadi temen?

    Di ilmu murni, adanya temen di Fisika. Matematika ndak ada. Maklum lah, hidup saya kan cuma lab kom-apartemen bolak balik. Pacar aja LDR.:mrgreen:

    Deskripsi yang dengan segera mengenyahkan rombongan komentator S-1 dari kemungkinan memberi bantuanโ€ฆ

    Walah-walah…๐Ÿ˜†
    Kan yang pernah mendalami ilmu yang benar-benar baru ndak cuma PhD student to ya. Pedagang, petani, penjaga kasir, guru, dll kan juga mengalaminya. PhD student is just another job, really.๐Ÿ™‚

  9. 9 Felicia 03/05/2010 at 10:04 AM

    internet itu memang pedang bermata dua…
    sekarang aja saya sudah menghabiskan 1 jam di kantor cuma buat baca-baca email dan postingan blog yang menumpuk di google reader…๐Ÿ˜€
    *makan gaji buta*

  10. 10 lambrtz 03/05/2010 at 11:18 AM

    ^
    Waduh jangan curcol dong cikjeng๐Ÿ˜†
    Saya kan jadi kena sindir juga

  11. 11 Arm Kai 04/05/2010 at 11:49 AM

    sori kalo nyundul.. ga tahan buat ga ngakak baca 2 komen di atas๐Ÿ˜†

  12. 12 lambrtz 04/05/2010 at 12:08 PM

    ^
    Kesindir juga?๐Ÿ˜›


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




lambrtz looks like this

Me

You can write comments in any language that you want, but please bear in mind that I only understand 4 languages: English, Indonesian, Javanese and Malay.

Archives

Categories

May 2010
S M T W T F S
« Apr   Jun »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
Click to view my Personality Profile page