Cinta Transformasional

CINTA TRANSFORMASIONAL:

Melepaskan orang-orang yang kita cintai dari bayang-bayang kita. Dan, menjadikan diri mereka sendiri. Cinta tak bersyarat diberikan cuma-cuma. Orang yang kita cintai bisa jadi tidak mendatangkan keuntungan, mengecewakan, dan tidak memberi harapan. Kendati demikian kita tidak berhenti mengasihi mereka. Inilah cinta sejati yang tidak berdasarkan kalkulasi untung rugi. Cinta transformasional. Cinta berdasarkan ketiadaan hasrat. Cinta yang tidak berusaha menguasai dan mengendalikan. Bukan cinta kekanak-kanakan. Bukan cinta egoistik mengutamakan impresi dan daya pikat. Bukan cinta yang mementingkan diri sendiri—merasa ingin terus dibutuhkan; ingin selalu dihormati, dan senantiasa ingin diharapkan”.

[Arvan Pradiansyah, The 7 Laws of Happiness, 2008].

***

Saya ambil teks ini dari caption foto di wall Facebook salah satu guru SMA saya yang diupload pada suatu hari pada pertengahan 2010. Fotonya sendiri sepertinya anggota keluarga beliau (istri?) yang tersenyum akan pergi, kesannya sih ke tempat yang jauh, dan karena suatu hal guru saya ini tidak bisa ikut, hanya bisa mengantar sampai di halaman rumah.

Yah, terserah kalau ada yang bilang bullshit atau lebay sih. Saya cuma ingin mewarnai hujan deras ini dengan sedikit senyuman. 🙂

Ja, sayounara ^_^

Advertisements

lambrtz looks like this

Me

You can write comments in any language that you want, but please bear in mind that I only understand 4 languages: English, Indonesian, Javanese and Malay.

Archives

Categories

September 2010
S M T W T F S
« Aug   Oct »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  
Click to view my Personality Profile page