Legitimate Affair (?)

Social network

Hubungan antar manusia bisa dimodelkan sebagai graph seperti pada gambar ini. Screenshot GUESS via Wikipedia

Saya secara umum bukan orang sosial. Oleh karena itu, agar supaya kewarasan saya tetap terjaga, setidaknya ada dua cara yang bisa diambil. Pertama, tentu saja kalau pas waktu mengizinkan, lewat chat, menerima curhat orang lain. Saya mengutamakan curhater wanita, justru karena saya tidak pernah merasa mampu menangani wanita  dan supaya skill sosial saya terlatih. Dan tentunya berguna kalau nanti punya pacar. Kedua, ya nulis cinta-cintaan macam begini. Orang itu mesti multidimensional, ya to Bos?😉

Kali ini saya akan menulis tentang Legitimate Affair (LA). Sebuah affair yang legitimate, atau dilegitimatekan. Masalah ini bisa didefinisikan sebagai berikut. Anggaplah dalam suatu masyarakat konvensional, kita punya pasangan A dan B yang terikat dalam hubungan pacaran. Perlu dicatat bahwa A dan B tidak perlu berjenis kelamin berbeda. Namun demikian, rupanya salah satu pihak, katakan si A, masih memendam rasa terhadap orang dari masa lalunya, katakan C. Di sisi lain, C juga memendam rasa yang sama, karena barangkali ada sesuatu dalam diri A dan C yang belum terselesaikan. A dan C juga tidak perlu pernah berpacaran. Akhirnya, A memutuskan untuk kembali ke C, dan ini tentu saja membuat B sakit hati. Ya iyalah, patah hati siapa yang ga sakit sih.

Nah, sebelum dibahas lebih dalam, untuk membantu pembaca supaya familiar dengan topik ini, ada tiga referensi yang saya bisa sarankan. Pertama, film akhir 70-an arahan sutradara Arizal, berjudul Gita Cinta dari SMA, dan sekuelnya Puspa Indah Taman Hati (PITH). Dua film ini berkisah tentang lika-liku kisah asmara antara Galih (Rano Karno) dan Ratna (Yessy Gusman) yang sempat membuat sakit hati Marlina (Yessy Gusman, juga). Saya ga pingin kasih spoiler, jadi kalau berminat nonton, kedua film ini masih bisa dinikmati di Youtube. Seharusnya sekali cari langsung ada sih, tapi kalau bingung bisa tanya saya. Yang kedua, manga Salad Days, volume 15 chapter 5, atau secara keseluruhan chapter 131, “Winter Sea”. Yang ketiga, masih di manga yang sama, volume 2 chapter 3, atau secara keseluruhan chapter 15, “Christmas”. Manga ini bisa dicari di Google dengan kata kunci “Salad Days scanlation” (tanpa tanda petik).

LA adalah topik yang kontroversial, tentu saja, karena pada kasus begini pasti ada yang disakiti. Ada Marlina di PITH, dan ada Matsuyama di Winter Sea, yang berperan sebagai B dalam pola hubungan tadi. Pada kasus lain, mungkin C yang tersakiti (untuk yang ini, saya belum menemukan contohnya; Hayama dan Tsutsui di Christmas bisa sama-sama menjadi contoh C, tapi dalam cerita itu mereka sudah berpacaran juga, dan mereka memutuskan untuk tetap setia pada pasangan masing-masing). Anyway, kendati demikian, orang-orang yang menjadi B selalu dikisahkan bisa ikhlas menerima keadaan, demi kebahagiaan A dan C. Nah, saya jadi bertanya-tanya, jangan-jangan affair yang seperti ini sah ya? Saya sendiri sih sebenarnya sangat menghargai kesetiaan, dan sepertinya lebih suka kalau A tetap bersama B. Tapi tolok ukur kesetiaan dalam kasus LA sepertinya sangat rumit. Apakah A bisa dikatakan setia jika tetap bersama B? Atau justu A lebih setia jika kembali ke C? Bisa jadi justru yang kedua, misalnya mengacu ke Winter Sea. Sepertinya tidak ada pola yang jelas di sini. Ini tidak seperti affairnya, kalau saya benar memahaminya, Kris Dayanti (KD) ke Raul Lemos, misalnya, yang buat saya sudah jelas pengukurannya, bahkan kalau KD masih dalam tahap pacaran dengan Anang, mengingat affair ini dimulai ketika mereka berdua masih dalam hubungan. Affair dalam LA dimulai sebelum A dan B berpacaran, dan ini mempersulit keadaan.

Jadi bagaimana? Ini simalakama, karena setidaknya salah satu dari si B dan C akan tersakiti, dan si A sendiri akan menghabiskan malam-malamnya dengan kegalauan. Tapi sepertinya saya musti agak relaks dalam masalah ini. Buat saya sih, itu terserah A. Kalau memang memutuskan untuk tetap bersama B, yakinlah, setialah, dan biarkan C benar-benar menjadi masalah lalu. Barangkali butuh bicara dengan C, tapi sepertinya ini tidak wajib. Sedangkan, kalau memutuskan untuk kembali ke C, sama, yakinlah, dan benar-benar tinggalkan si B. B tentu saja bakal sakit hati, jadi juga terimalah ini sebagai efek samping. Untuk yang ini, saya amat sangat mengharuskan pembicaraan mendalam dengan B. Bagaimana kalau saya yang mengalami ini? Entahlah, saya ga bisa bilang apa-apa, mengingat saya belum pernah berada dalam kondisi ini.

Yah begini kira-kira pendapat saya. Sebenarnya saya masih belum yakin dengan stance ini (perhatikan tanda tanya di judul), jadi saya menerima kritik dan saran yang membangun.

Akhirul kalam, perlu saya tegaskan bahwa definisi masalah ini terbatas pada hubungan pacaran. Kalau pasangan ini sudah menikah, lain ceritanya. Bukan lagi saya tidak menyarankan LA, tapi dengan tegas saya mengatakan bahwa LA menjadi tak terdefinisi! Ini karena tidak ada affair yang legitimate dalam pernikahan. Kalau sudah menikah, tinggalkan masa lalu, setialah pada pasanganmu. Kalau tidak, bisa terjadi apa yang dibahas di postingan Marriage, nomor satu, yang saya tulis beberapa minggu silam.

Sekian, terima kasih.🙂

29 Responses to “Legitimate Affair (?)”


  1. 1 lambrtz 04/01/2011 at 12:33 PM

    Sependek pengetahuan saya, biasanya wanita yang senang topik begini. Namun demikian saya harapkan ada komentator pria terutama para penggemarn filsafat itu yang berkomentar juga.😛

    OK back to Maths…

  2. 2 Sweet Martabak 04/01/2011 at 2:45 PM

    IMHO.. (juga) terserah A aja sih😆. Kalau memang A merasa perasaannya lebih kuat ke C, ya tinggalkan B. Daripada terus-terus (memaksakan diri) sama B, tapi hatinya seluruhnya berisi si C. Si B pasti lama-lama merasa ada yang “beda” dalam hubungan mereka, terlepas apa dia memendamnya atau bilang secara terbuka dengan A, pacarnya. Jika dilhat dari sisi si B, makin lama si A nggak jelas begitu sikapnya, makin dia menderita😛.

  3. 3 Arm Kai 04/01/2011 at 2:57 PM

    kasus di dekat saya sih, A dan C baru bertemu dan entah kenapa merasa saling cocok, ditinggalinlah si B
    *eh yang kayak gitu umum banget ya? :P*

  4. 4 Grace 04/01/2011 at 3:29 PM

    walah..masih penasaran sama topik ini tah?😆
    Well, pendapat saya masih sama sih. Kejujuran itu dari awal harus ditanamkan, kalau ada perasaan lain yang dirasa lebih kepada pihak lain walau sedikit saja ya harus bisa disikapi dengan tegas. Kalau mau kejar, kejar sepenuh hati, kalau mau berhenti, berhenti sepenuh hati. Dibilang sah, saya rasa enggak juga kalau standarnya adalah perasaan ikhlas si B. Well, if I were B, I’d still call A a jerk (regardless how he handle the matter with me). Betul sih harus diomongin baik-baik dan harus mencoba melihat dari segala sisi, dan kalau A memutuskan sama C pasti saya relakan, tapi ya bohong sekali kalau saya ga marah dan sakit hati, thus the jerk calling:mrgreen:
    Well, been there. Someone with undying love and careless decision is surely troublesome🙄 *curcol*

  5. 5 calon orang bebas 04/01/2011 at 4:01 PM

    hmmm.. sepertinya Tuan telah dicurhati atau dikelilingi masalah semacam ini, barang kali dari Ms.P dan Mr.A? hehe…

    salam kenal dulu dah.. Saya seorang perempuan, Tuan. tapi saya lom bikin blog, barngkali 1,5 bulan lagi kalau sudah jadi orang bebas…

    Kesetiaan pada pasangan?
    Kita bicara dari sisi mana dulu?
    Perasaan atau norma?
    Kalau perasaan sih omong kosong lah kalau ada pasangan setia, kecuali bagi mereka, manusia yang sangat natural.

    Kalau setia karena taat norma barangkali masih banyak kita jumpai. Misalnya kayak kasus, A, B, C di atas, Meski,misalnya A akhirnya memilih salah satu di antara B dan C, namun perasaan (hati) sepertinya mustahil untuk setia pada satu, bahkan barangkali hatinya akan tertarik pada D, E dan seterusnya.

    barangkali pacaran adalah proses mencari pasangan, jadi kalau salah satu ada yang berubah mungkin itu hal wajar, berubah adalah hak menurut saya. Setiap manusia punya hak untuk memilih, termasuh pasangan. Tapi dengan satu catatan, lakukanlah semua dengan cara terhormat, maksudnya gak menghinakan satu dengan yang lainya. Klau menyakiti ya itu sepertinya sulit dihindarkan, asal jangan didasari niat jahat atau menganiaya.

    Oya, katanya ada yang lebih baik dari Cinta, ia Kemanusiaan

    *duh, lagi kumat khotbah nih… maap yo, kalau ndak berkenan..

  6. 6 Felicia 04/01/2011 at 10:24 PM

    menurut saya, jawabannya sangat relatif…
    karena hubungan manusia ngga bisa cuma didefinisikan dengan A dan B, lalu C…
    setiap kondisi selalu punya jawaban yang berbeda, dan ngga ada jawaban pasti benar kalau begini begitu😀
    yang paling penting semua pihak sadar dan mengerti adanya resiko dari setiap keputusan dan tindakan yang diambil dan bersedia untukn menjalaninya..
    dalam kasus cinta segitiga, pasti selalu ada yang tersakiti, makanya cariin sudut keempat donk biar ada yang menambal sakitnya… *eh
    .
    *btw terdengar seperti jawaban diplomatis :D*
    *and you’re right. I, as a woman, prefer to comment this topic rather than that political one :P*

  7. 7 sora9n 04/01/2011 at 10:45 PM

    Orang itu mesti multidimensional, ya to Bos?😉

    Tepat sekali.:mrgreen:

    Ternyata engkau telah belajar kebijaksanaan itu muridku- *uhuk-uhuk* (u_u)

    *plak*

    Jadi bagaimana? Ini simalakama, karena setidaknya salah satu dari si B dan C akan tersakiti, dan si A sendiri akan menghabiskan malam-malamnya dengan kegalauan.

    As for me sih, apapun yang dilakukan, pokoknya bersikaplah jujur. Sakit hati itu sakit, tapi, lebih sakit lagi kalau patah hati setelah kebenaran diumpet-umpetin. Jadi ya… kira-kira guideline-nya seperti itu. ^^;

    Tapiii… berhubung gadis-gadis itu umumnya mengutamakan emosi soal beginian, metode di atas belum tentu efektif. Use with caution sajalah.😛

  8. 8 lambrtz 04/01/2011 at 11:53 PM

    @Sweet Martabak
    Nah itu kelupaan ditulis di postingan. Perasaan yang berbeda yang dirasakan si A dalam hubungannya dengan si B. Thanks for bringing that up.😛

    @Arm Kai
    Yang kaya gitu kayanya lebih banyak sih, tapi yah itu sih saya ga ada respek-respeknya blas.😐

    @Grace
    Sebenernya bukan penasaran lagi. Penasarannya dulu, ini kan nulisnya aja yang baru terlintas sekarang, biar terdokumentasi :-”

    Dibilang sah, saya rasa enggak juga kalau standarnya adalah perasaan ikhlas si B.

    Nah, karena itu ada tanda tanya di judul.:mrgreen:
    Sebenarnya, setidaknya yang ada di pikiran saya, menjalin hubungan dengan seseorang berarti meninggalkan masa lalu diri sendiri, pernah suka dengan orang lain ataupun pacaran dengan orang lain. Tapi ya itu, barangkali ini idealisme subjektif saya saja, mengingat saya belum pernah berada di posisi A maupun B maupun C.😕

    Dan tentang sakit hati, tentu saja iya, dan saya menuliskan itu di postingan sebagai efek yang harus diterima si A (dan B, for that matter).

    Anyway, I remember your story sih in the middle of writing this post.😛

    @calon orang bebas
    “Orang bebas”…maksudnya bagaimana ya😕

    Kalau perasaan sih omong kosong lah kalau ada pasangan setia, kecuali bagi mereka, manusia yang sangat natural.

    Hahahaha…konon yang ideal-ideal itu adanya memang di khayalan sih.😆 Tapi saya ga menafikkan keberadaannya di dunia nyata deh, moga-moga sih beneran ada yang seperti itu.😛

    bahkan barangkali hatinya akan tertarik pada D, E dan seterusnya.

    Oh, Don Juan. Yang begini memang (kalau saya sih) sepertinya lebih baik tidak didekati😐

    Tapi dengan satu catatan, lakukanlah semua dengan cara terhormat, maksudnya gak menghinakan satu dengan yang lainya. Klau menyakiti ya itu sepertinya sulit dihindarkan, asal jangan didasari niat jahat atau menganiaya.

    This. Dalam berbagai kasus yang melibatkan patah hati, tidak mungkin tidak ada rasa sakit sih. Yang bisa dilakukan ya sebisa mungkin menjaga biar sakitnya ndak tambah parah, IMO😛

    Oya, katanya ada yang lebih baik dari Cinta, ia Kemanusiaan

    Kalau hubungan yang berdasarkan kemanusiaan itu yang seperti apa ya @_@ *bingung*

    *duh, lagi kumat khotbah nih… maap yo, kalau ndak berkenan..

    Kalau kata teman saya, komentar panjang itu berarti menghargai postingan, jadi saya bukannya tidak ga berkenan lagi (tiga negasi, rumit amat), tapi malah sangat berterima kasih.😀
    Cuman ya itu, komentarnya dewi nih, agak bingung saya balasnya @_@

    Anyway, maaf kalau saya merasa begini, tapi apakah Mbak / teman dekat Mbak pernah berada dalam di posisi ini?😉

    Selamat datang, dan salam kenal juga Mbak🙂 tapi kok kayanya saya kenal ini ya:mrgreen:

    @Felicia

    menurut saya, jawabannya sangat relatif…
    karena hubungan manusia ngga bisa cuma didefinisikan dengan A dan B, lalu C…
    setiap kondisi selalu punya jawaban yang berbeda, dan ngga ada jawaban pasti benar kalau begini begitu😀

    Sebenarnya begini, dari graph belibet di atas, anggap saja saya cuma mengambil secuil daripadanya untuk dianalisis. Dengan demikian, saya mengasumsikan bahwa cuilan ini bisa diisolasi dari sekitarnya, untuk simplifikasi model. Bisa begitu ga ya?😕
    Tapi ya memang sih, saya menuliskan secara tersirat bahwa dalam kasus ini tolok ukurnya relatif, dan harus dilihat kasus per kasus.😛

    makanya cariin sudut keempat donk biar ada yang menambal sakitnya… *eh

    Macem begini?😆

    *and you’re right. I, as a woman, prefer to comment this topic rather than that political one😛 *

    Nanti setelah beberapa hari, mari dibikin rekapitulasinya, distribusi pria dan wanita di postingan ini dan satunya.:mrgreen:

    @sora9n
    Heahahahahaha kesummon😆
    Yah begitulah pikiran saya. Terlibat dalam LA ini simalakama, karena pasti ada yang sakit, dan ini tidak bisa dieliminasi. Yang bisa dilakukan ya, seperti tertulis di atas, meminima(lisa?)si rasa sakit itu, dan sepertinya menjadi jujur bisa, seperti yang sodara tulis, menjadi cara yang lebih baik😛 (bukan baik lho, ga ada yang baik di sini)
    Etapi ini, sekali lagi, ga terbatas jenis kelamin lho. Di Winter Sea, yang jadi B cowok.😛

  9. 9 AnDo 05/01/2011 at 1:07 AM

    As part of humanity, people change… and so does love.

    btw bro, situ kebanyakan nonton/baca film/buku sad ending sih, cobalah sedikit serong ke arah hepi ending kayak Cinderella dan sepatu kaca, putri salju dan 7 kurcaci, atau Shrek aja sekalian😈

  10. 10 sora9n 05/01/2011 at 2:48 PM

    ^ SETUJUH sama pernyataan bro Ando di atas… \m/

    di sisi lain saya curiga, jangan-jangan itu terpengaruh mas gentole (?)

  11. 11 lambrtz 05/01/2011 at 10:06 PM

    @AnDo
    Eh saya bukannya ga pernah nonton literatur berhappy-ending lho. Coba baca doujinshi Evangelion yang Re-Take😀 (ninja)

    @sora9n
    Bukan gara-gara gentole. Beneran deh.:mrgreen:

  12. 12 calon orang bebas 06/01/2011 at 12:40 AM

    Kalau hubungan yang berdasarkan kemanusiaan itu yang seperti apa ya

    barangkali dengan tanpa memandang apakah dia orang yang kita cintai atau bukan, tapi memandang sebagai sesama manusia. wong saya nemu kalimat itu dari sampul bukunya milan kundera yang judulnya “Immorality” itu lho, yang ndak jadi saya beli hanya karena itu adalah sebuah novel, saya ndak suka novel😀

    terimakasih sambutannya🙂
    “orang bebas” maksud saya adalah orang merdeka, maksud saya orang yang ndak punya pekerjaan dan pacar hehe..

  13. 13 Ceritaeka 06/01/2011 at 3:33 AM

    To answer ur doubt u should be in this kind of relationship.
    U with somebody and the outta nowhere a gal fr ur past come…
    Nah silakan😀

  14. 14 lambrtz 06/01/2011 at 4:05 AM

    *stres ga bisa tidur, nulis komen aja*

    @calon orang bebas

    dari sampul bukunya milan kundera

    Hahaha…beneran kayanya saya kenal Mbak deh😛
    Lha lalu kalau “memandang sebagai sesama manusia”, apa bedanya dengan orang-orang yang kita temui ketika berjalan ke atau dari kantor dong. Kan saya memandang mereka sebagai sesama manusia juga.😕

    “orang bebas” maksud saya adalah orang merdeka, maksud saya orang yang ndak punya pekerjaan dan pacar hehe..

    …berarti menunggu tidak punya pekerjaan maupun pacar begitu? @_@

    @Ceritaeka
    Hahahaha…seperti saya tulis di atas, saya belum pernah berada di dalam posisi ini (dan semoga jangan), dan kebetulan rasa empati saya rendah, jadi ga bisa bilang apa-apa, selain bahwa mungkin saya sebagai A tetap bersama B.😛

  15. 15 Gentole 06/01/2011 at 8:46 AM

    life is bigger than A, B, C; and most of the time it’s not about taking decision; it’s more than just being “decisive”. the heart, as it is, just doesn’t work that way. it’s about how you feel — it could be anything, right or wrong. troublesome, probably. there’s no such thing as LA, every affair is illegitimate. you just have to admit it when u do it, at least to yourself; it hurts everyone, for sure. but that’s life, not always a walk in the a park.

  16. 16 calon orang bebas 06/01/2011 at 4:07 PM

    apa bedanya dengan orang-orang yang kita temui ketika berjalan ke atau dari kantor dong. Kan saya memandang mereka sebagai sesama manusia juga.

    maksudte piye tho..? hehehe… binggung aku.. tapi orang-orang yang tuan temui itu kan juga banyak macamnnya, ada direktur, ada rekan kerja, ada tukang mie, ada pengemis, gelandangan dll. apakah tuan juga berpikir bahwa mereka manusia yang punya kebutuhan yang sama, bahagia misalnya, dan sumbernya bahagia itu memang buannyak.

    yang saya ingin sampaikan sebenarnya adalah bukan hanya orang yang kita cintai saja yang kita sebaiknya pedulikan.

    barangkali agar lebih afdol baca buku yang sampulnya menuliskan tentang itu kali ya.. saya juga lom baca soale.

    *welwh OOT nih..

    ngomong-ngomong tentang cinta sepertinya setiap orang punya potensi untuk berubah, tinggal waktunya aja duluan yang mana kali.. hiks

  17. 17 cat-earing (i thought i knew gentole) 08/01/2011 at 12:25 AM

    “there’s no such thing as LA, every affair is illegitimate. you just have to admit it when u do it, at least to yourself”

    and maybe it’ll be better if you admit it by using someone else’s name (who is innocent), so your “real” affair keeps safe.
    i bet it’d be very fun that A would go mad to D cos she didnt know about C.and the whole world would blame D, either.ah, poor D…poor A..poor the whole world!
    while A&C would (try to) live happily ever after =>

  18. 18 lambrtz 08/01/2011 at 1:08 AM

    @Gentole

    life is bigger than A, B, C;

    Sama seperti komenku ke Felicia, please do enlighten me, why I can’t isolate this problem.😀

    and most of the time it’s not about taking decision; it’s more than just being “decisive”. the heart, as it is, just doesn’t work that way. it’s about how you feel — it could be anything, right or wrong.

    Hahahaha, I think I can never agree with you on this matter. To me, everything is a matter of decision. If your life depends on your “heart”, it means that you choose your heart to guide you. Thus, a decision.😛

    there’s no such thing as LA, every affair is illegitimate. you just have to admit it when u do it, at least to yourself; it hurts everyone, for sure.

    Then, I think, your argument is similar to Grace’s, in that it is based on the idea that “hurting = wrong”. In here I point out the idea that in some cases, hurting might be acceptable.
    Or maybe I should’ve written “Acceptable Affair”.😕

    BTW, here, have a listen to this song: Rush – Freewill.:mrgreen:
    To quote the lyric a bit:

    You can choose a ready guide in some celestial voice.
    If you choose not to decide, you still have made a choice.
    You can choose from phantom fears and kindness that can kill;
    I will choose a path that’s clear
    I will choose freewill.

    =============

    @calon orang bebas

    yang saya ingin sampaikan sebenarnya adalah bukan hanya orang yang kita cintai saja yang kita sebaiknya pedulikan.

    Hooo…
    Etapi kalau saya sih, saya cuma punya sumber daya untuk memberikan perhatian penuh kepada cuma beberapa orang je :-S

    ngomong-ngomong tentang cinta sepertinya setiap orang punya potensi untuk berubah, tinggal waktunya aja duluan yang mana kali.. hiks

    Hahaha, semua orang berubah Mbak, termasuk dalam percintaan, kaya yang saya tulis di postingan terbaru.
    Etapi, ga tahu benar apa ga sih, kok kayanya Mbak nulis ini seperti Mbak sedang mengalaminya😛

    =============

    @cat-earing
    I think I have ever seen you around.😛
    Anyway, selamat datang dan salam kenal.😀
    Eh itu ke gentole apa ke saya nih? Kalau dari ngutip kalimatnya sih, kayanya ke dia ya😕

  19. 19 cat-earing (i thought i knew gentole) 08/01/2011 at 2:24 AM

    hmmm bebaslah k siapa aja😀
    salam kenal jg ya🙂

  20. 20 Butterfly Menikmati Dunia 08/01/2011 at 2:06 PM

    Hmmm….sepertinya saya mengenali 2 orang pemberi komen dengan nama alias di atas….

  21. 21 Ceritaeka 10/01/2011 at 3:48 PM

    Kenapa blogmu ini ndak dibikin bisa reply-replyan langsung di kolom sesudahnya siy? *mulai riwil*

    Semoga kamu gak kualat mengalami posisi inih spt kualat soal didi kempot ajah😀 hihihi

  22. 22 lambrtz 11/01/2011 at 9:58 PM

    @cat-earing
    Salam kenal kembali kalau begitu😀

    @Butterfly Menikmati Dunia
    Lho kamu kenal ya?😕

    @Ceritaeka
    Karena saya ga suka komentar model reply.😎
    Buat harapannya, saya amini aja ya😛

  23. 23 Butterfly Menikmati Dunia 12/01/2011 at 12:24 AM

    Yah begitulah…saya bisa merasakan *cenayang mode on*

  24. 24 lambrtz 12/01/2011 at 11:35 PM

    Hooo😮
    Bisa diramalkan masa depan karir dan jodoh saya? *eh*

  25. 25 Butterfly Menikmati Dunia 13/01/2011 at 1:21 PM

    Bisa diramalkan masa depan karir dan jodoh saya?

    Ah itu mudah sekali Nak…Untuk karir…cepat selesaikan laporan yang minta diselesaikan dan lakukanlah afirmasi di malam hari mengenai tempat-tempat konferensi yang hendak didatangi. Ini lebih baik dari nyuci baju malam hari…karena berdasarkan penerawangan saya, nyuci baju malam hari bisa bikin rematik.

    Soal jodoh, cobalah untuk tak hanya berakhir di postingan soal cinta atau lagu-lagu cinta. Kejar, tangkap, dan nyatakan. Menurut bola kristal saya cahaya cinta Anda bak lampu disko.. nyala-redup, nyala-redup. Jadi, pilihlah mau di watt yang berapa?

    *sekuat tenaga tidak terdengar seperti alm. Mama Loren*

  26. 26 sora9n 13/01/2011 at 4:46 PM

    *mampir lagi*

    Bisa diramalkan masa depan karir dan jodoh saya?

    Kamu orang yang semangat soal percintaan, akan tetapi, sering dihantui keragu-raguan. Jangan takut mengambil keputusan. Dengan keyakinan yang kuat semua akan indah pada waktunya. (u_u)

    Mengenai karir: tahun ini kamu dilingkupi nuansa keberuntungan. Promosi dan keberhasilan menunggumu. Akan tetapi hati-hati: sedikit saja berbuat sembrono maka buah yang hampir matang itu bisa hilang. (u_u)

    Am I doing it right?😕

    *dikeplak*

  27. 27 lambrtz 14/01/2011 at 2:58 PM

    😆 Kalian ini kayanya ada bakat jadi tukang ramal ^:)^
    Monggo Mbak Butterfly mendekatkan diri dengan tarot, sedangkan Denmas sora9n mendalami feng shui. u_u *kena uppercut*

    —-

    @Butterfly Menikmati Dunia

    Yee ini sih malah bikin stres ~X(
    Tadi pagi habis nonton orang presentasi, dibantai habis-habisan sama dosen yang emang killer orang Rusia, dibilang ga ada noveltynya, padahal program dia bagus. Kalau dia aja begitu, apa lagi aku besok :-SS

    Eh BTW emangnya kalo nyuci malem-malem, walaupun pake mesin cuci, maksudnya cuma kena dikiiiiit air, potensi rematiknya besar ya?😕

    Masalah cinta, saya pinginnya lampunya nyala terang, tapi nyari lampunya di mana ya😆

    —-

    @sora9n

    Hooo namanya Forer effect toh.😮

    Dengan keyakinan yang kuat semua akan indah pada waktunya.

    Hoeeekkkk

    Promosi dan keberhasilan menunggumu.

    Kalo yang ini beneran saya amini deh. Moga-moga ada paper bisa lolos di salah satu konferensi di kanan itu ^:)^

  28. 28 Butterfly Menikmati Dunia 14/01/2011 at 6:07 PM

    Tadi pagi habis nonton orang presentasi, dibantai habis-habisan sama dosen yang emang killer orang Rusia, dibilang ga ada noveltynya, padahal program dia bagus. Kalau dia aja begitu, apa lagi aku besok

    Lah kemarin saya udah kasih mantranya kan…soalnya kalau di saya, ngeramal sekalian dapat mantra…In case mantranya ilang, besok sebelum presentasi kamu baca aja…cir gobang gocir…dosen Rusia silahkan ngacir…baca sambil geal-geol ya…

    Eh BTW emangnya kalo nyuci malem-malem, walaupun pake mesin cuci, maksudnya cuma kena dikiiiiit air, potensi rematiknya besar ya?

    Serius sekali pertanyaanya. Sebenarnya rematik dan mandi malam atau bermain air malam hari *kenapa terdengar aneh ya* tidak saling berhubungan. Karena rematik adalah penyakit autoimun, alias sistem imun menyerang tubuh kita sendiri. Ada teroris seludupan dalam tubuh…dan jenis rematik banyak…sebanyak jenis teroris di dunia…tapi tak ada hubungannya dengan main-main air malam hari lah….

    Wah ini kena bayaran tambahan…karena pembaca tarot diminta merangkap jadi dokter gadungan.

    Masalah cinta, saya pinginnya lampunya nyala terang, tapi nyari lampunya di mana ya😆

    Ya di toko lampu atau listrik dong…masa belinya di rumah makan…mungkin ini penyebab cintanya ngga terang-terang…salah sasaran *ambillangkahseribu*

  29. 29 lambrtz 16/01/2011 at 11:32 AM

    Lah kemarin saya udah kasih mantranya kan…soalnya kalau di saya, ngeramal sekalian dapat mantra…In case mantranya ilang, besok sebelum presentasi kamu baca aja…cir gobang gocir…dosen Rusia silahkan ngacir…baca sambil geal-geol ya…

    Baiklah, terima kasih, nanti saya coba. Kalau ga sukses uang kembali ya.😎

    tapi tak ada hubungannya dengan main-main air malam hari lah….

    Hahahahaha…bener begini kan. Aku pernah dengar kalau mandi malam ga ada hubungannya sama rematik sih, cuman ya biar jaga-jaga kalau pas ga malas mandinya pake air anget.😛
    Makasih infonya.😀

    Ya di toko lampu atau listrik dong…

    Berarti jodoh saya dari Teknik Elektro ya.😕
    Kalau begitu… *kembali ke forum TE UGM*😎


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




lambrtz looks like this

Me

You can write comments in any language that you want, but please bear in mind that I only understand 4 languages: English, Indonesian, Javanese and Malay.

Archives

Categories

January 2011
S M T W T F S
« Dec   Feb »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
Click to view my Personality Profile page