Tentang Komunisme dan Ketidakberagamaan

Jadi saya dan teman orang Indonesia habis makan malam dengan dua teman lain, sepasang kekasih dari Vietnam. Dan diskusinyapun berat-berat. Apakah di Indonesia ada partai komunis? Apa agama mayoritas di Indonesia? Apakah mungkin orang non-Muslim di Indonesia jadi presiden? Apakah kamu freethinker?

Saya kebingungan menjawabnya. Satu, takutnya kalau menyinggung mereka, karena si penanya itu sepertinya suporter komunisme, sementara saya sendiri, walaupun tidak sesentimen itu terhadap komunis, ada sinisisme tertentu kepada komunisme. Dua, sebagai orang kiri tapi kanan, unsur kanan di diri saya membuat saya musti bersiap-siap kalau pasangan kiri jauh ini mendebat. Lagipula, kekirian saya bukan di komunisme, tapi lebih ke liberalisme, sebuah definisi yang tampaknya lebih modern.

Kami (saya dan teman Indonesia) pun bergantian menjelaskannya. Ya, dulu ada Partai Komunis Indonesia, sampai mereka mengadakan pemberontakan, membunuh jenderal-jenderal besar, dan akhirnya dilarang pemerintah (ini versi pemerintah). Eksesnya sampai ke etnis Cina di Indonesia, karena material berbahasa Cina dilarang, mengingat Republik Rakyat Cina berideologi komunis (padahal IMO ga ada hubungannya), walaupun hal-hal sudah banyak berubah sekarang. Orang Indonesia kebanyakan menganut agama Islam. Sebelum Islam datang, agama mayoritas di Indonesia adalah Hindu dan Buddha, yang sekarang menjadi “agama” (bertanda petik, karena teman saya itu, seorang penganut Buddha, berpendapat bahwa Buddha lebih dekat ke filosofi ketimbang agama in the usual sense) minoritas, bahkan lebih kecil daripada Kristen. Tidak, setahu kami tidak ada peraturan tertulis yang mengharuskan bahwa presiden harus seorang Muslim, tapi mempunyai presiden orang non-Muslim rasanya hampir tidak mungkin, mengingat mayoritas penduduk Indonesia akan memilih capres Muslim. Saya bukan free-thinker. Saya orang Kristen, seorang minoritas secara religius, walaupun di Indonesia termasuk mayoritas secara etnis.

Dan mereka pun bercerita tentang negara mereka. Mayoritas orang Vietnam tidak beragama, melainkan menganut Buddha sebagai belief. Hanya orang dari partai komunis bisa menjadi presiden. Pernikahan dengan orang Cina sangatlah jarang. Pada masa lalu, ini dikarenakan sentimen kepada Cina yang menjajah Vietnam ratusan tahun lamanya. Namun, pada masa sekarang, ini bukan lagi didasari rasa benci, melainkan lebih ke tradisi.

Jujur saja, saat menulis ini, saya masih agak deg-degan. Tapi yah, sepertinya saya terlalu berprasangka buruk.

BTW, tentu saja makan malamnya tidak semengerikan itu. Ada juga pembicaraan tentang musik klasik dan Doraemon.

Advertisements

27 Responses to “Tentang Komunisme dan Ketidakberagamaan”


  1. 1 AnDo 24/01/2011 at 7:53 PM

    Jadi saya dan teman orang Indonesia habis makan malam dengan dua teman lain, sepasang kekasih dari Vietnam.

    Wow, kayaknya seru nih. Debat antara sepasang kekasih dari Vietnam vs sepasang kekasih dari Indonesia ๐Ÿ˜†

    walaupun tidak sesentimen itu terhadap komunis, ada sinisisme tertentu kepada komunisme

    ๐Ÿ˜† ๐Ÿ˜†

    Saya orang Kristen, seorang minoritas secara religius, walaupun di Indonesia termasuk mayoritas secara etnis.

    ๐Ÿ˜† ๐Ÿ˜† ๐Ÿ˜†

  2. 2 lambrtz 24/01/2011 at 7:55 PM

    ^
    Cepet banget nyambernya. Mana banyak banget emotikon ๐Ÿ˜† nya lagi. ๐Ÿ˜†
    BTW temanku itu cowok, enak aja dibilang kekasih. ๐Ÿ˜†
    BTW lagi, ada yang aneh kah dengan pernyataan-pernyataan yang dibold, kok kayanya situ ngakaknya puas bener. ๐Ÿ˜†

  3. 3 lambrtz 24/01/2011 at 7:58 PM

    BTW ini baru Vietnam. Entah apa jadinya kalo besok saya ke Korea Utara. ๐Ÿ˜†

  4. 4 Eon Strife 25/01/2011 at 10:56 AM

    dah saya tebak, pasti bakal ditulis di blog ๐Ÿ˜€

  5. 5 lambrtz 25/01/2011 at 11:01 AM

    ^
    Ini udah aku samarin namanya, malah keluar sendiri. ๐Ÿ˜†

  6. 6 Eon Strife 25/01/2011 at 11:09 AM

    gpp >:)

    sedikit clarification, yg Buddhism itu lebih ke philosophy ketimbang belief, karena lebih fokus ke cara hidup/philosophy ketimbang hal-hal yg bersifat supernatural/belief (mis. asal mula alam semesta, ketuhanan, hantu2, dewa2, dll.). Bahkan sang Buddha sendiri pun mengelak/males menjawab kalo ada orang2 yg nanya yg bersifat supernatural gituan >:)

  7. 7 lambrtz 25/01/2011 at 11:28 AM

    ^
    Nah, kalau ada konsep-konsep macam nirvana, reinkarnasi, kosmologi (termasuk siklus beberapa aeon), lalu dewa-dewi seperti Guanyin itu gimana? Apa termasuk ke cara hidup juga? ๐Ÿ˜•

  8. 8 Eon Strife 25/01/2011 at 12:04 PM

    yup yup…dan konsep2 itu dijelaskan Buddha dengan ‘berat hati’ (<- roughly speaking, not entirely correct) karena :
    – gak gitu penting dalam ajarannya
    – orang2 yg asik nanya yg ginian aja atau hanya bisa diyakinkan kalo ada dijelaskan yg beginian

    kalo dewa-dewi itu ada diakui keberadaannya dalam ajaran Buddha, tapi gak disarankan sembah mereka karena maybe dewa-dewi itu hanya bantu kita utk kebutuhan kita dalam periode singkat aja (mis sakit), dan gak akan buat kita jadi orang yg lebih baik.

    Buddhism in short : "here, you should do this and that in order to understand 'cause of suffering and become a better person. What ? you ask about the supernatural thingies ? That's not very important lah, understanding this stuff only waste your time and do not make you a better person..But if you insist, ok ok, I explain, so that you're satisfied" ๐Ÿ˜€

  9. 9 Eon Strife 25/01/2011 at 12:07 PM

    Confession : I don’t really care which cosmology ‘theory’ is correct. I only find them entertaining >:)

  10. 10 lambrtz 25/01/2011 at 12:09 PM

    ^
    Nice explanation, dude. ๐Ÿ˜†

    Hooo, jadi begitu yah. Makasih penjelasannya. ๐Ÿ˜€
    BTW, it seems to me that I also think similarly about how I adhere Christianity, that the supernatural thingies are of less importance.

  11. 11 lambrtz 25/01/2011 at 12:13 PM

    As for cosmology, I admit that it is interesting to read about the cycles and so on, which apparently do not exist in Abrahamic religions. ๐Ÿ˜›

    For a different eschatological perspective, you may want to read our “Revelation to John”. You may not believe the apocalyptical revelation there, but is nevertheless still entertaining. My favourite book in the bible. ๐Ÿ˜†

  12. 12 Eon Strife 25/01/2011 at 12:26 PM

    Even so, there are some parts which, well, may require belief, especially those become monks. Like, “whoa, I want to dedicate myself to Buddhism so that I will undergo the suffering of multiple rebirths, and in the end can become Buddha and will go to nirvana”. My explanation, is mostly from the point-of-view of a lay person (who doesn’t consider to become a monk).

    …..Now I become confused of what I wrote myself >:)

    the last part of the bible ? Yay, I know it lah, I studied 6 years in Catholic primary school and 6 years in Protestant high-school. It’s a great source for game plot (like the comic book lying on your desk in lab) >:)

  13. 13 Eon Strife 25/01/2011 at 12:26 PM

    correction : “โ€œwhoa, I want to dedicate myself to Buddhism so that I will NOT undergo the suffering of multiple rebirths”

  14. 14 itikkecil 25/01/2011 at 1:09 PM

    yang membuat saya bingung, kenapa lambrtz jadi deg-degan ya?

  15. 15 lambrtz 25/01/2011 at 2:00 PM

    ^
    Penjelasannya ada di paragraf 2 Mbak.

    Satu, takutnya kalau menyinggung mereka, karena si penanya itu sepertinya suporter komunisme, sementara saya sendiri, walaupun tidak sesentimen itu terhadap komunis, ada sinisisme tertentu kepada komunisme. Dua, sebagai orang kiri tapi kanan, unsur kanan di diri saya membuat saya musti bersiap-siap kalau pasangan kiri jauh ini mendebat.

    ๐Ÿ˜€

  16. 16 lambrtz 25/01/2011 at 2:05 PM

    Ups kelewatan.

    @Eon Strife

    there are some parts which, well, may require belief,

    *switch to Indonesian*
    Makanya kemarin si pasangan Vietnam itu bilang “belief”. Kayanya mereka mempercayai apa yang diajari Buddhism (teman lab yang sekarang udah keluar itu bilang kalau mereka diajari filosofi Buddhism di sekolah), tapi mungkin ga ngikuti upacara-upacaranya. ๐Ÿ˜€

    My explanation, is mostly from the point-of-view of a lay person (who doesnโ€™t consider to become a monk).

    Likewise, I am also not a religious person. I see myself not fitting the role of a priest, simply due to the lack of daily practice. And I think I have a Muslim friend who knows about Christianity better than me. ๐Ÿ˜†

    like the comic book lying on your desk in lab

    Whoa, not so loudly la…can can? :S

  17. 17 Eon Strife 25/01/2011 at 2:16 PM

    deg-deg an karena ada yg jatuh cintron ? :-“

  18. 18 lambrtz 25/01/2011 at 2:20 PM

    Dari Hongkong. Ke siapa emangnya. :-w

  19. 19 Eon Strife 25/01/2011 at 2:23 PM

    bicara soal upacara2 Buddhis…menurut buku yg saya baca, (keknya semua) itu bersifat simbolis saja dan gak ada bersifat supernatural….

    Misalnya menuang air putih, itu utk mengingatkan diri sendiri utk selalu bermurah hati/gak pelit, atau menyalakan lilin artinya bersifat terbuka dan gak tertutup dalam kegelapan hati sendiri, atau putar2 3 kali itu (ntah apa artinya), menyembah patung Buddha itu adalah sebagai wujud penghormatan saja kayak pengormatan kepada tiang bendera atas jasa2 pahlawan >:)

  20. 20 itikkecil 25/01/2011 at 2:33 PM

    @lambrtz
    saya baca kok… tapi kenapa pada saat menulis postingan ini masih deg-degan?

  21. 21 lambrtz 25/01/2011 at 2:41 PM

    @Eon Strife
    Hooo begitu ๐Ÿ˜ฎ
    Tapi yang seperti itu, walaupun bukan supranatural, mestinya ada standardisasinya kan?

    @itikkecil
    Saya nulis ini langsung habis balik makan malam, ga sampe 30 menit setelah makan. Sampai lab masih deg-degan dikit. ๐Ÿ˜ฆ

  22. 22 Eon Strife 25/01/2011 at 2:44 PM

    hmm iya..dan keknya upacara2 nya itu ada banyak variasinya, tergantung budaya lokal, hmm ๐Ÿ˜•

  23. 24 Arm Kai 25/01/2011 at 4:14 PM

    Pernikahan dengan orang Cina sangatlah jarang

    tapi yang saya liat secara fisik malah orang Vietnam yang paling mirip orang Cina dibandingkan bangsa-bangsa lain di Asia Tenggara ya ๐Ÿ˜• (kecuali yang keturunan lho :P)

  24. 25 Eon Strife 25/01/2011 at 4:47 PM

    siksa PC u lagi, bos \m/

  25. 26 lambrtz 27/01/2011 at 10:16 PM

    @Eon Strife

    hmm iya..dan keknya upacara2 nya itu ada banyak variasinya, tergantung budaya lokal, hmm ๐Ÿ˜•

    Wah ๐Ÿ˜ฎ ini bagus, saya suka \m/

    @Arm Kai
    Ya memang, saya pun kadang keliru kalau cuma ngliat. Biasanya ini bisa dideteksi dari cara mereka ngomong Inggris. ๐Ÿ˜›

    @Eon Strife
    Silakan. ๐Ÿ˜›


  1. 1 Liu « lambrtz's Blog Trackback on 26/02/2011 at 1:35 AM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




lambrtz looks like this

Me

You can write comments in any language that you want, but please bear in mind that I only understand 4 languages: English, Indonesian, Javanese and Malay.

Archives

Categories

January 2011
S M T W T F S
« Dec   Feb »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
Click to view my Personality Profile page