Obrolan Teh Merah Emas Pagi Hari

Sandra Dewi

Pasang foto Cici Sandra biar seger. Via Wikipedia.

Seorang guru SMA saya semasa di Jogja pernah berkelakar begini.

Nek ana wong Jawa mati, wong-wong bakal ngomong, “Ana wong mati.” Ning nek ana wong Cina mati, wong-wong bakal ngomong, “Ana Cina mati.” Kesimpulane apa? Cina dudu wong.

Ya ini sindiran saja terhadap sentimen anti Cina (dalam kasus ini tentu saja orang Indonesia keturunan Cina) yang barangkali masih melekat pada segelintir orang di Indonesia. Dan kok ya kebetulan saya ingat lagi guyonan ini waktu Imlekan. Pikiran saya melayang ke seorang eh dua orang teman di Facebook yang pasca ledakan Merapi dulu mengambinghitamkan ritual (Kejawen?) yang dilakukan beberapa orang, yang aslinya dilakukan demi melunaknya ledakan Merapi. Jangan-jangan mereka berpendapat yang sama dengan kepercayaan asli orang Cina (Tao, Konghucu, you name it), dibilang superstitious dan menduakan Tuhan? Tapi yah, bagaimanapun juga, kita ini kan infidel bagi orang lain, karena pasti ada orang yang tidak setuju dengan apa yang kita yakini dan sungguh-sungguh berpendapat bahwa kepercayaan kita itu salah. Ambil contoh feng shui, salah satu komponen budaya Cina. Beberapa pihak Kristen mengharamkan feng shui, baik secara tegas [PDF] ataupun halus. Di RRC sendiri, sejak berdirinya negara tersebut pada 1949 feng shui dianggap sebagai bagian takhyul budaya lama yang dilarang dan harus ditinggalkan, dan ahli feng shui ditindas pada zaman Revolusi Budaya. Pasca meninggalnya Mao Zedong, walaupun pembatasan feng shui sudah melunak, stigmatisasi negatif terhadap feng shui masih dilanjutkan. Walaupun demikian, katanya Mao Zedong memiliki beberapa ahli feng shui sebagai penasihat (yang ini dari situs feng shui, jadi terserah Anda bagaimana mau mencernanya). Tapi toh fatwa dan fakta itu tidak mempengaruhi saya. Saya masih tetap tidak percaya, seperti halnya saya tidak percaya pada hitung-hitungan weton cara Jawa. Buat saya, beberapa konsep ini, kalau benar, pasti ada alasan rasionalnya. Ini, tentunya, kepercayaan pribadi saya saja, dan saya tidak serta merta mengharamkan feng shui (atau weton, for that matter) ataupun menyuruh orang lain untuk tidak mempercayainya. Kalau begitu, apalah bedanya saya dengan orang-orang Farisi itu. Penggiat feng shui juga tentunya tidak terpengaruh to.

Anyway, selamat tahun baru Cina bagi yang merayakan! Gong xi fa cai, may this rabbit year be prosperous to you. 🙂 Cici Sandra juga ngrayain Imlek kan? 😉

CTTOI, I was also born in a rabbit year…

Advertisements

17 Responses to “Obrolan Teh Merah Emas Pagi Hari”


  1. 1 lambrtz 03/02/2011 at 11:34 AM

    Terjemahan kelakaran di bagian awal:

    Kalau ada orang Jawa mati, orang-orang akan bilang, “ada orang meninggal”. Tapi kalau ada orang Cina meninggal, orang-orang akan bilang, “ada Cina mati.” Kesimpulannya apa? Cina bukan orang.

  2. 2 lambrtz 03/02/2011 at 12:10 PM

    *masih betah menthelengin foto Cici Sandra* 😳

  3. 3 sora9n 03/02/2011 at 12:47 PM

    Fun fact: saya selalu terpikir nama ybs lebih cocok disingkat Sandrade… 😆

    BTW, soal weton dan Fengshui, saya sendiri memandangnya lebih ke arah folk wisdom. Kadang ada benarnya, tapi bukan berarti benar semua. 😕

    Dulu sempat ngobrol soal itu sama yud1. Katanya sih bisa saja akarnya dari survei empiris nenek moyang, cuma makin ke sini jadi ketambahan ini-itu dsb. 😛

    *CMIIW*

  4. 4 sora9n 03/02/2011 at 12:50 PM

    Klarifikasi — empiris nenek moyang maksudnya semacam memperhatikan “orang lahir weton ini kok banyak yang begitu ya?” dsb. Kemudian selanjutnya bermutasi lewat seni mencocok-cocokkan diri. 😛

  5. 5 lambrtz 03/02/2011 at 12:58 PM

    Sandrade as in pelesetan “ada deeee” atau nama Portugis Andrade? 😕 Nama belakang pemain bola bikinan saya di PES itu Andrade. *ga penting*

    Sebenarnya ungkapan “tidak percaya” itu terlalu kuat sih, karena toh memang bisa jadi ada beberapa kebenaran di sana. Tapi dibilang indiferen juga tidak bisa, wong saya jelas-jelas punya pendapat. Jadi gimana ya? Tidak mengamini cara berpikirnya? 😕

    Dan ya, seni mencocok-cocokkan diri. 😛 Tapi barangkali ada juga alasan rasionalnya. Misal, saya pernah baca bahwa tidak baik membangun rumah di (more or less) sudut pertigaan. Kenapanya saya lupa. Tapi kalau dipikir-pikir ya masuk akal to. Pengemudi mobil mabuk bisa saja tahu-tahu nabrak rumahmu kalau dibangun di situ. 😆

  6. 6 lambrtz 03/02/2011 at 1:03 PM

    BTW, saya melacak adanya pengunjung dari Hongkong. Bisa bercerita gimana CNY di sana, Mbak? 😛 Di Singapore susah cari makan nih.

  7. 7 itikkecil 03/02/2011 at 1:33 PM

    Buat saya, beberapa konsep ini, kalau benar, pasti ada alasan rasionalnya.

    *toss*
    misalnya soal fengshui yang melarang kolam ataupun pohon di depan pintu… bagaimana mau masuk kalo terhalang pohon 😆

  8. 8 lambrtz 03/02/2011 at 2:01 PM

    ^
    Nah itu. Kolam depan pintu, ndak bikin kepleset? :mrgreen:
    …jangan-jangan ada nilai estetika juga berperan di situ ya. Pohon depan pintu, walaupun bisa ga nutupin pintu, bisa jadi ndak bagus dilihat. Kalau Bahasa Jawa, ora elok (ga pantas). 😕

  9. 9 lambrtz 03/02/2011 at 3:04 PM

    …kayanya saya musti sering-sering pasang foto cewek cakep nih di blog ini, terutama di postingan-postingan yang ga mengharu biru. 😕

  10. 10 Butterfly Menikmati Dunia 03/02/2011 at 8:14 PM

    Ooooo menthelengin foto Cici Sandra yang ini toh…pantesan khusyuk bener depan komputer 😀

    CTTOI, I was also born in a rabbit year…

    Wah ini tahunmu berarti…tahun yang pas buat kawin…katanya kelinci suka kawin loh 😀 *dikeplak*

  11. 11 Pak Guru 03/02/2011 at 10:02 PM

    Wah bakat-bakat advertising mulai terlihat.

    (Terjerat foto)

  12. 12 lambrtz 03/02/2011 at 10:40 PM

    @Butterfly Menikmati Dunia
    Iya, Cici Sandra yang ini maksudnya tadi. 😳

    Wah ini tahunmu berarti…tahun yang pas buat kawin…katanya kelinci suka kawin loh

    Haiya ini pake bawa-bawa kawin. Ntar dulu, kerja dulu. 😈

    @Pak Guru
    Heahahahaha satu semut terperangkap. 😆

  13. 13 Eon Strife 05/02/2011 at 9:12 AM

    Feng Shui ? itu 1/2 takhyul..Susah jelasinnya, karena saya dah lupa. Karena, penempatan posisi barang2 dll. pada dasarnya itu bisa berefek kepada psikologis penghuninya (dan pengunjung) dll. terlepas kepada kepercayaan kepada Feng Shui.

    Hmm, mis aja contoh paling ekstrim, dari jendela kamar tidur bisa lihat kuburan. Secara Feng Shui, pasti dah dilarang, pasti ada penjelasan takhyul bla bla bla. Kita gak percaya Feng Shui pun dah pasti tau juga, itu bukan ide yang bagus.

    Penjelasan efek Feng Shui memang takhyul, tapi efek penempatan barang2 secara fengshui gak sepenuhnya salah. Anggap aja Feng Shui adalah ilmu penempatan barang yang bisa mempengaruhi kejiwaan seseorang tapi dengan penjelasan yg takhyul, bukan penjelasan ilmiah.

  14. 14 Eon Strife 05/02/2011 at 9:15 AM

    Feng Shui = Behavioural and Psychological influence science ( eg. http://www.cracked.com/article_18991_6-weird-things-that-influence-bad-behavior-more-than-laws.html ) with superstitious explanation \m/

  15. 15 Ceritaeka 05/02/2011 at 9:52 PM

    So.. its ur golden year huh?
    Anw setuju ama ini => beberapa konsep ini, kalau benar, pasti ada alasan rasionalnya.

  16. 16 lambrtz 06/02/2011 at 8:58 PM

    @Eon Strife

    Penjelasan efek Feng Shui memang takhyul, tapi efek penempatan barang2 secara fengshui gak sepenuhnya salah.

    Yap, makanya itu saya bilang di atas, bisa jadi ada kebenaran di dalamnya, dan istilah “tidak percaya” bisa jadi terlalu kuat. Cuma ya itu, yang jadi concern, termasuk halnya weton di budaya Jawa, apakah itu termasuk seni mencocok-cocokkan diri (seperti ditulis sora9n) atau bukan. 😕
    Tapi yah, kalau dipikir-pikir, ada aspek estetika di sana, yang terkait dengan kenyamanan “penganutnya” (apa istilah yang lebih tepat ya?), alhasil ada segi artistik yang terdapat di dalamnya. Dalam kasus kuburan, kecuali situ pengikut Suzanna, sepertinya common sense bilang kalau konfigurasi itu tidak estetis, dan akibatnya mempengaruhi psikologis orangnya. Tapi yah, saya ga ngerti Psikologi sih. 😛

    Feng Shui = Behavioural and Psychological influence science

    But then again, some people think that psychology is a pseudoscience. :-“

    Makasih komentarnya. 😀

    @Ceritaeka
    Golden year? Lima puluh tahun maksudnya? Belum Mbake. :-SS

  17. 17 Ceritaeka 08/02/2011 at 1:48 PM

    golden rabbit year……………………


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




lambrtz looks like this

Me

You can write comments in any language that you want, but please bear in mind that I only understand 4 languages: English, Indonesian, Javanese and Malay.

Archives

Categories

February 2011
S M T W T F S
« Jan   Mar »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728  
Click to view my Personality Profile page