Tentang Ngeblog

Pernah ga Anda pingin menulis tentang sesuatu yang ada di otak Anda, tapi ga jadi karena takut menyinggung orang lain? Saya berkali-kali demikian.๐Ÿ˜† Katakan saja, teman Anda ada yang melakukan X dan menyakiti orang lain. Walaupun X itu tidak terjadi pada Anda, Anda jadi khawatir, bagaimana kalau aku yang di-X? Anda pun menulis postingan tentang ituย tanpa menulis kejadian detil dan pihak yang terkait, dan mempublishnya di blog Anda. Tiba-tiba teman Anda itu mengkonfrontasi Anda dan bertanya, “KAMU NULIS TENTANG AKU YA!?!?!?!?!?!!!!!111111one”๐Ÿ‘ฟ Kalau sudah begini, apa yang akan Anda lakukan?๐Ÿ˜• Di lain kasus, bisa jadi Anda menulis hal lain di sekitar Anda, bukan tentang teman Anda, tapi tiba-tiba ada teman yang kegeeran melabrak Anda. Nah lo…๐Ÿ˜ฎ

Di dashboard blog saya teronggokย beberapa postingan menyangkut kehidupan sehari-hari saya, entah yang pernah saya alami atau dialami teman-teman di sekitar saya atau tidak tentang teman sekitar tapi kebetulan terlintas di kepala saya dan ada keterkaitan dengan teman di sekitar saya. Postingan-postingan ini, entah sudah matang atau masih mentah, terpaksa saya aborsi. Saya ga tertarik untuk dihampiri teman saya yang berkata “Kamu nulis tentang aku ya? Kalau ga suka mbok ya ngomong sama aku.” Well ini pernah terjadi dengan saya setidaknya 3 kali dalam beberapa bulan terakhir, walaupun sebenarnya tidak persis seperti ini, cuma konfirmasi dan bukan labrakan. Dan ya, pada waktu itu memang bukan. Anyway, menjawab pertanyaan ini adalah simalakama. Jika Anda menjawab ya, dia akan melanjutkan labrakannya. Jika Anda menjawab tidak, ada kemungkinan dia ngotot dan bilang, “Ah bohong kamu, ayo ngaku!!!111๐Ÿ‘ฟ “, walaupun ada kemungkinan dia cuma bilang, “Oooh…”, entah itu ooh beneran atau ooh bohongan. Jika Anda tidak menjawab / berputar-putar / bilang “Rahasia!:mrgreen: “, dia akan tetap merasa dirinya yang berada di dalam postingan Anda. Hayo lo…๐Ÿ˜ฎ

Intinya adalah, entah saya memang menulis tentang seseorang di sekitar saya atau bukan, sebenarnya saya menjauhi konflik ga penting dan trivial dalam pertemanan seperti ini. Saya menginginkan hidup saya dengan sesedikit mungkin drama dan lebih banyak dokumenter (atau fiksi ilmiah kalau perlu๐Ÿ˜† ). Efeknya gimana? Eh saya sendiri yang galau, kampret bener.๐Ÿ˜† Masalahnya, kalau saya bilang terang-terangan ke orangnya pun, tujuannya untuk apa? “I don’t like it when you do D.” So? Akhirnya pointless juga, kecuali dia memang sahabat dekat atau pacar.๐Ÿ˜•

Atau gimana ya. Karena saya ga ingin secara eksplisit bergosip tentang si A yang nganu si B dan si C yang anu-anuan sendiri, barangkali bisa saya tulis disclaimer “yang merasa harap diam atau tidak mempublish dirinya sendiri kalau tidak berkenan”?๐Ÿ˜•

Untuk menutup postingan, dari postingan ini aja tampaknya bakal ada beberapa teman yang merasa kalau dirinya yang dibahas di sini. Hayo, iya ga?๐Ÿ˜ˆ

Ah human beings… ~(-_-)~

18 Responses to “Tentang Ngeblog”


  1. 1 lambrtz 27/02/2011 at 6:26 PM

    Yeaaah sehari tiga postingan \m/

  2. 2 Takodok! 27/02/2011 at 6:57 PM

    ih kamu ngomongin akyu yaaaa๐Ÿ˜ณ

    eh salah.

    Saya pernah sekali cerita panjang lebar soal kejadian di keluarga besar, eeehhh… disamperin sama sepupu jauh via komentar. Ga ada ngomongin macem-macem sih, tapi tetep aja kurang enak karena kesannya ngomongin di belakang.

    Yang susah tuh ngomel panjang lebar di blog tapi yang dituju malah lempeng cem jalan lurus tiada akhir. Dem!

    Tapi saya juga jarang cerita soal orang sih. Lebih suka cerita diri sendiri saja. I’m centre of universe. Uh yeeeaaaahhh!๐Ÿ˜Ž
    *plak!*

  3. 3 itikkecil 27/02/2011 at 9:11 PM

    Saya pernah… cerita soal kenalan yang KDRT.
    sepertinya YBS merasa dan tiap kali ketemu saya tampangnya langsung kecut gitu. kalau saya sih masa bodoh saja.
    saya tidak bergosip. yang saya sampaikan itu fakta dan mudah-mudahan berguna buat orang lain…
    saya kayak takodok. saya lebih suka cerita tentang diri saya. ngapain cerita tentang orang lain kalau tentang saya sendiri lebih menarik untuk diceritakan? *dibakar massa*

    OOT : FB dideaktivasi lagi ya?

  4. 4 sora9n 27/02/2011 at 9:14 PM

    Well, as for me, saya orang yang punya motto hidup: “Kebenaran tetap kebenaran biarpun rasanya pahit”. Kalau orang ga siap menerima kebenaran terus marah, ya, s/he’s not worthy a relationship to begin with.๐Ÿ˜†

    Lagipula, menyembunyikan sesuatu cuma karena ga ingin konflik itu ga menyelesaikan masalah. Masalah itu harusnya didiskusikan, bukannya disembunyikan.๐Ÿ˜

    /jalani dengan sejujur mungkin tanpa pretensi, etc.
    //you(rself) rock \m/

  5. 5 sora9n 27/02/2011 at 9:18 PM

    BTW…

    Intinya adalah, entah saya memang menulis tentang seseorang di sekitar saya atau bukan, sebenarnya saya menjauhi konflik ga penting dan trivial dalam pertemanan seperti ini. Saya menginginkan hidup saya dengan sesedikit mungkin drama dan lebih banyak dokumenter (atau fiksi ilmiah kalau perlu๐Ÿ˜† ).

    Know how I know you’re Javanese?:mrgreen:

    *bukan SARA lho*

    *saya juga orang Jawa*๐Ÿ˜†

  6. 6 Ando-kun 27/02/2011 at 10:11 PM

    Yeaaah sehari tiga postingan \m/

    Yeaahhh…. Deaktivasi facebook berbuah 3 di blog \m/

    BTW, jadi teringat prolog film The Social Network. Mark Z diputusin ceweknya. Saking marah dan sebal, sehabis pulang ke dorm langsung buka blog dan ditulislah sumpah serapah tentang cewek yang mencampakkannya (sekaligus mengklarifikasi bahwa dirinya terlalu tinggi levelnya untuk kencan dgn cewek tsb) *lirik komen sora*

    Hasilnya? pas pengen baikan dan balik, cewek mana yang mau balik pacaran setelah dicaci maki lewat blog yang dibaca semua kenalan di kampus? Dihapus juga percuma, toh sudah keburu diposting dan dibaca semua orang.

    Pikir ulang dulu sebelum memencet tombol publish๐Ÿ˜ˆ

  7. 7 sora9n 27/02/2011 at 10:47 PM

    @ Ando-kun

    dan ditulislah sumpah serapah tentang cewek yang mencampakkannya (sekaligus mengklarifikasi bahwa dirinya terlalu tinggi levelnya untuk kencan dgn cewek tsb) *lirik komen sora*

    Eh, eh, beda dong. Yang saya bilang kan kalau isinya kebenaran (i.e. fakta). Kalau sumpah-serapah bin emosi ya bukan fakta lagi. Nyari ribut itu namanya. [-(

    *bikin pledoi*

  8. 8 Yayan 28/02/2011 at 8:52 AM

    Ya namanya juga ngeblog…udah resiko lah Kalo dikomentari macam2 … Termasuk dikira ngomongin orang…

  9. 9 Akiko 28/02/2011 at 11:17 AM

    Biasanya kebanyakan yang sensitif suka ngerasa itu para cewek ya?

    Tapi, soal disclaimer, bagus juga tuh. IMO. ^^

  10. 10 lambrtz 28/02/2011 at 6:59 PM

    Anu, saya belum punya waktu untuk mbalas komen satu per satu, tapi…

    @sora9n, Ando-kun
    Yang saya maksud bukan demikian sih.:mrgreen:
    Di sini saya ga nulis tentang perlu atau ga perlu nulis, atau gimana caranya nulis, tapi tentang gimana kalo sodara kepingin nulis tapi ga tahu gimana menghadapi efeknya. Maksudnya tentang hal-hal yang bisa dipublish dan yang tidak bisa, gitu, karena ntar dikiranya, seperti kata Uni Takodok! , main belakang. Misalnya, kaya di contoh kasusnya Mbak Bebek, yang curhat tentang temennya yang KDRT, dan terus dijauhi sama temen tersebut. Padahal yang salah ya temannya itu sendiri.๐Ÿ˜›

    Buat yang lain, makasih commentnya, nanti kalau saya sudah agak ga sibuk saya balas.๐Ÿ˜€

    OK kembali coding. :-S

  11. 11 Kurology 02/03/2011 at 4:55 AM

    sepakat sama mbak kodok dan mbak bebek, blog saya isinya pada dasarnya bertema “i’m thy center of the universe”. dan kalo nyerempet ke orang lain, biasanya saya samarkan sesamar mungkin, atau, yg saya bahas nggak kenal sama blog saya.

  12. 12 Ceritaeka 04/03/2011 at 10:18 AM

    ^_^ aku pernah berada di posisi disindir2 di blog oleh orang lain karena berbeda pendapat soal punya anak atau enggak.
    Jujur, rasanya gak enak.
    Tapi gue gak komplen ke org tsb karena menurut gue itu hak pribadi dia mau nulis apa aja di blog dia. I have no rights to interfere his/her blog. Tapi dr situ gue menarik kesimpulan sendiri, teman macam apa dia. Perlu dipertahankan dlm circle of friends or not.

    So, IMHO just write u wanna write but remember, take all the consequences as well ^_^

    Bener kata Ando-Kun, think before publish…

  13. 13 Aftri Marriska 09/03/2011 at 9:40 PM

    gue dong..
    jarang apdet blog.. (_ _!)

    *ditendang ke eropah*

  14. 14 Asop 11/03/2011 at 3:39 PM

    Hmmmm harusnya, kalo ada yang bilang “Kamu nulis tentang saya yaa!!!????” mudah banget jawabnya.
    “Kata siapa?? Pede banget sih!?”๐Ÿ˜€
    atau,
    “Kata siapa? Temenku kan ada banyak, gak cuma kamu…” ๐Ÿ˜€

  15. 15 Asop 11/03/2011 at 3:45 PM

    Oh ya, gempa 11 maret kerasa gak di tempat Lambrtz? ๐Ÿ˜ฏ

  16. 16 lambrtz 11/03/2011 at 11:02 PM

    Eee…saya (masih) sedang tidak bisa komen panjang lebar, tapi…

    @Asop
    Gempanya bukannya di Jepang yah. Saya ndak di Jepang sih, jadi ya ga kerasa.๐Ÿ˜›

  17. 17 jensen99 05/04/2011 at 10:19 PM

    Saya pengen nulis tentang kebenaran yang pasti nyinggung orang lain. Disimpen sendiri kok kesel…๐Ÿ™„

    Tapi ntahlah
    *sekedar lewat*
    *bukan blogwalking*


  1. 1 #56 itikkecil dan curhat | Itik Kecil Trackback on 06/03/2011 at 9:28 PM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




lambrtz looks like this

Me

You can write comments in any language that you want, but please bear in mind that I only understand 4 languages: English, Indonesian, Javanese and Malay.

Archives

Categories

February 2011
S M T W T F S
« Jan   Mar »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728  
Click to view my Personality Profile page