Bittersweet

Suasana ruangan tegang, dan semuanya menunduk. “Maaf Tom, kami tidak merasa aman dan nyaman dengan dirimu di belakang. Kamu bahkan tidak berusaha dengan keras untuk menghalau serangan lawan. Untuk menggantimu pun tidak mungkin, karena Beni jelas belum seberpengalaman kamu,” ujar Rio, salah satu dari mereka yang cukup vokal.

Pada akhirnya, walaupun mereka tidak kalah, tidak ada yang menyambut high-five Tom. Hanya satu tepukan di pundak yang dia terima. Dari Alex, sang bos, yang mengucapkan selamat dengan nada datar tanpa senyuman, tidak seperti pujiannya ke yang lainnya. Sejak sore itu, Tom tidak pernah baik-baik saja, dan hidupnya pun tidak pernah sama lagi™. Tom, yang dulu menjadi kandidat kuat pengganti Edwin, tidak pernah dimainkan lagi, dan Andre, yang telah sembuh dari cedera, mengisi posisinya di bangku cadangan. Tom akhirnya sadar bahwa dia bukan lagi bagian dari keseluruhan. Sudah saatnya bagi dia untuk melupakan masa lalunya, sebagai calon kiper utama, sebagai calon pemakai jersey nomor 1 di klub elit tersebut, kemudian berpisah dan move on. Agustus, Tom ke Birmingham.

10 Responses to “Bittersweet”


  1. 1 lambrtz 14/05/2011 at 10:19 PM

    Baca juga: [link]
    Kalimat di link dicolong diadaptasi dari postingan di blog Rise.
    Acknowledgment ke teman IRL LAB, sebagai sumber inspirasi “Birmingham”.
    Sepertinya tidak cukup bittersweet😆

  2. 2 itikkecil 14/05/2011 at 11:46 PM

    bagian yang termudah adalah pergi,
    yang tersulit adalah fakta kalau kita tak diinginkan lagi…
    *curcol*

  3. 3 lambrtz 15/05/2011 at 12:00 AM

    Bukan col lagi itu Mbak:mrgreen:
    Yah, tak diinginkan lagi memang tidak mengenakkan, tapi toh beberapa juga akhirnya menemukan kebahagiaan bersama orang lain Mbak. Beberapa nama: Phil Neville, Nicky Butt, Tim Howard. Yang terpenting adalah kita bisa enjoy dengan yang sekarang.😉 Makanya saya ndak suka sama Takaki *eh*

  4. 4 AnDo 15/05/2011 at 1:20 AM

    Teringat nasib Leo yg dicerca dan dihina si Badak. Padahal alasan Leo hanyalah profesionalisme. Ketika tak dibutuhkan dan dipersilahkan angkat kaki, ternyata tetangganya butuh tenaganya. Hasilnya setelah dicampakkan: cercaan gila duit lah, pengkhianat lah. Profesionalisme itu sulit jenderal!

  5. 5 lambrtz 15/05/2011 at 1:26 AM

    Waduh kalau masalah internal saya ndak ikut-ikutan dah.:mrgreen:
    Omong-omong, kalo situasinya dibalik, dengan Milan merekrut Leo setelah dibuang Inter, bagaimana perasaan Anda™?😕

  6. 6 AnDo 15/05/2011 at 3:29 AM

    Baik-baik saja tuh, sama halnya dengan perasaan ketika Inter membuang Seedorf dan Pirlo. Ketika mereka dipungut AC Milan dan berjasa besar membawanya jawara LC, aku justru mengutuki manajemen Inter yg suka gonta ganti pelatih (jaman awal 2000-an). Seedorf dan Pirlo dibeli lwt pelatih A, lalu dijual ketika pelatih berganti B krn gak cocok sama skema dan strategi mereka.

    Toh seperti yg sampeyan bilang, “yang terpenting adalah kita bisa enjoy dengan yang sekarang.”
    Enjoy itu membawa semangat baru dan membuahkan prestasi😉

  7. 7 lambrtz 15/05/2011 at 3:43 AM

    Heahahahaha…sama seperti perasaan saya ketika Man U melepas Rossi dan Pique😆 walaupun pernah denger SAF ga cocok dengan gaya hidup Pique sih. Pemain sekaliber George Best tentunya juga akan dibuang kalau yang melatih SAF.😛

    Ah, kalau masalah kekinian, tentunya Sodara juga enjoy dan sedang menikmatinya, ya kan?😉

  8. 8 jensen99 15/05/2011 at 7:57 AM

    Teman2 bertanya ke Eduard Ivakdalam, kapten Persidafon: “kak, kenapa Wilson Aleng yang jadi kiper utama?” Jawab dia: “anak2 yang mau, soalnya tendangannya keras! Bisa sampai ke gawang sebelah!”😆

    Tampaknya tidak semua tim berpikiran sama soal menghalau serangan sebagai fitur terpenting kiper:mrgreen:

  9. 9 Arm Kai 19/05/2011 at 1:20 PM

    reminds me of a certain spaniard, in a different case🙄😛

    eniwei, bittersweet dari hongkong, bikin rekor baru ya sweet2 aja larr😛

  10. 10 lambrtz 21/05/2011 at 2:03 AM

    @jensen99
    Muahahaha…kalo gitu saya besok milih kiper syarat utamanya satu aja: menakutkan, biar lawan jadi trauma dan ga jadi nembak bola😆

    @Arm Kai
    Oh that Spaniard? Who just turned from red into blue? :-”
    Bittersweet lah. Timnya juara, tapi dia satu (dari beberapa) yang tidak jelas masa depannya.😛


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




lambrtz looks like this

Me

You can write comments in any language that you want, but please bear in mind that I only understand 4 languages: English, Indonesian, Javanese and Malay.

Archives

Categories

May 2011
S M T W T F S
« Apr   Jun »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  
Click to view my Personality Profile page