Solitary

Dan aku kembali ke kehidupan semula. Contoh sempurna majas paradoks di buku pelajaran bahasa Indonesia di sekolah menengah. Di kota yang ramai ini aku sendiri. Bersandarkan tepian Jembatan Anderson di atas Sungai Singapura, menikmati pemandangan sore matahari bersiap-siap membenamkan diri. Melihat orang di sekitar, berjalan segerombolan, dengan pasangan, dengan anak, dengan teman-teman, dengan anjing peliharaan, satu, dua, empat, berlalu lalang bersepian dari kiri, kanan. Pikiran sejenak melayang ke dimensi tak nyata, dimensi virtual, dan mereka yang menjalani kehidupannya masing-masing. Ah, aku hanyalah manusia dengan standar moral terlalu tinggi, yang tidak bisa tidak menumpahkan sinisisme dan penghakiman terhadap hal-hal kecil yang menjadi sumber keindahan bagi orang lain. Ya, sekat. Ideologi, idealisme, agama, agama, agama, sekat. Sekat itu ada, tapi tak lah selalu ditemui tiap hari. Tergantung ke mana otakmu mengarahkan kaki. Ada di sini sekat. Tapi cobalah liat sedikit ke sekitar. Mereka tersenyum dan tertawa, sejenak melupakan kegundahan hati sehari-hari. Hidup tak selamanya indah, apalagi untuk orang sinis sepertiku, tapi kalau dilihat senyuman mereka, tidak bolehkah mereka menikmati sejenak? Dan mereka semua berjalan, berjalan, meninggalkanmu sendiri di sini, yang ironisnya telah meninggalkan orang-orang yang sejatinya ingin dirimu berada di samping mereka. Ah, aku jadi teringat. Tak jauh dari sini ada secercah memori. Tapi apa gunanya mengungkitnya dan menghampirinya kembali, hanya akan menambah sakit di hati. Ingin rasanya memori diperbarui.ย ย Di mana?

.

.

.

Picture is taken from here.

Advertisements

17 Responses to “Solitary”


  1. 1 lambrtz 12/06/2011 at 6:27 PM

    Dan dunia berputar dengan cepat. Tahun lalu kau di mana, sekarang kau di mana. Dan tiba-tiba kolom komentar WordPress sudah tambah rumit aja.

  2. 2 Gentole 13/06/2011 at 12:57 AM

    kita seperti trus meloncat dari satu dimensi ke dimensi lainnya.

  3. 3 G3mbel 13/06/2011 at 1:37 AM

    aku ada disini nun jauh di negeri padang pasir ๐Ÿ™‚

  4. 4 lambrtz 13/06/2011 at 1:53 AM

    Woooh lama ga posting tiba-tiba dua dedengkot blogosphere Indonesia bermunculan ๐Ÿ˜ฏ :worship:

    @Gentole
    Lama tak melihatmu kemari Masbro, gimana nikahnya, enak? :mrgreen:
    Ah orang bilang waktu itu pun salah satu elemen dimensi, jadi tentulah kita lompat dari satu posisi ke posisi lain. ๐Ÿ˜›

    @G3mbel
    Menjalani long distance marriage? :mrgreen: Semoga sukses dan selamat kembali bekerja ya ๐Ÿ˜€

  5. 5 itikkecil 13/06/2011 at 1:19 PM

    dan kolom komentar wordpresspun sudah memberikan lebih banyak pilihan *eh*

  6. 6 lambrtz 13/06/2011 at 1:40 PM

    Nah itu dia. Cepet kali. Padahal cuma ditinggal 3 minggu pun ๐Ÿ˜†

  7. 7 Ando-kun 13/06/2011 at 4:17 PM

    Tertarik dgn potonya…
    Sayangnya bukan hasil karya sendiri, atau setidaknya bukan hasil tampang sendiri. ๐Ÿ˜

  8. 8 lambrtz 13/06/2011 at 4:21 PM

    Lagian di mana saya bisa bikin foto kaya gitu di sini? ๐Ÿ˜

  9. 9 Ando-kun 13/06/2011 at 5:57 PM

    Setidaknya tampang situ lagi melankolis bisa dipasang lah. Sendirian dalam kamar juga termasuk solitary gak?

  10. 10 lambrtz 13/06/2011 at 6:01 PM

    Ah males, saya ga senarsis itu ๐Ÿ˜†

  11. 11 Zeph 13/06/2011 at 7:16 PM

    Dalam relativitas waktu, ada banyak hal yang berubah, dan ada beberapa hal lainnya yang tidak, begitulah… mungkin.

  12. 12 lambrtz 13/06/2011 at 7:28 PM

    Ah ya, banyak hal yang tetap dan berubah. jembatan ini tetap di sini seperti halnya seratus tahun yang lalu. Tapi kehidupan orang-orang yang melintasinya terus cepat berubah. Kakek yang berjualan es krim di dekat saya pun melintasi jembatan ini waktu anak-anak, waktu dia remaja dan bersemangat, setelah dia menikah bersama istrinya, dan kini setelah istrinya meninggal, memilih berjualan di sini demi kenangan akan masa lalu.

    *masih fiksi, lanjutan dari postingan ๐Ÿ˜› *

  13. 13 Arief Rakhman 15/06/2011 at 2:31 PM

    solitary…

    sejenis permainan kartu ya? ๐Ÿ˜†

  14. 14 lambrtz 15/06/2011 at 2:35 PM

    Begitulah, cuman yang ini tanpa kartu. ๐Ÿ˜› BTW selamat datang Mas Arief Rakhman ๐Ÿ˜€

  15. 15 eMina 26/06/2011 at 12:23 PM

    kegundahan yang manusiawi sekali, tapi dengan bahasa yang cukup rumit. Jo, ternyata dirimu nyastra juga ya ๐Ÿ˜ฏ

  16. 16 lambrtz 26/06/2011 at 8:56 PM

    Sebenarnya saya cuma meniru seseorang yang gaya nulisnya lancar tapi paragrafnya panjang-panjang. :mrgreen:


  1. 1 Agnes Chan – Hinageshi no Hana, dan Mid-life Crisis pada Usia 20an (?) « lambrtz's Blog Trackback on 04/08/2012 at 2:42 AM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




lambrtz looks like this

Me

You can write comments in any language that you want, but please bear in mind that I only understand 4 languages: English, Indonesian, Javanese and Malay.

Archives

Categories

June 2011
S M T W T F S
« May   Jul »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  
Click to view my Personality Profile page