Archive for June 20th, 2011

Keilmuan

Beberapa tahun lalu ketika saya mulai mengokohkan pemijakan kaki di ranah blogosphere, saya menyadari bahwa banyak teman blogger yang fasih benar tulis-menulis dalam bidang Filsafat, termasuk bidang yang secara populer langsung berkaitan, misalnya Agama. Generalisasinya pun sedikit banyak mempengaruhi saya: semakin teoritis sesuatu, semakin tinggi nilainya. Filsafat itu keren! Dan kalau ketika saya bicara tak banyak orang yang memahami, itu juga keren! Makanya yang teoritis-teoritis itu sebaiknya mendapat posisi yang tinggi di hirarki keilmuan! Tapi itu dulu. Sekarang saya berpendapat sebaliknya. Yang berguna buat orang-orang, itulah yang menempati posisi yang tinggi. Ada beberapa hal yang membuat saya berpikir begini. Pertama, saudara Esensi yang lama berhenti menulis tentang Filsafat. Kedua, penemuan saya bahwa banyak penelitian dalam bidang saya yang tidak menarget apa yang menjadi masalah sebenarnya di dunia nyata. Ya, cara A dan B itu benar dan terbukti, tapi bukan itu masalahnya! Saya pernah sinis dengan Matematika murni. Ambil contohnya, konjekturnya Goldbach. “Setiap bilangan bulat genap positif yang lebih besar dari 2 bisa ditulis sebagai hasil penjumlahan dari dua bilangan prima.” Jujur saja, saya ga ngerti apa aplikasi konjektur ini di dunia nyata. Walaupun, ya, saya ndak mengharuskannya untuk ada sih, karena ini kan domainnya Matematika murni, dan yang tertarik dengan hal ini ya ahli Matematika murni. Orang komputasional seperti saya sepertinya kurang dapat mengambil manfaatnya, walaupun saya tetap terbuka untuk kemungkinan sebaliknya. Tapi, hal ini membuat saya berpikir bahwa ahli Matematika murni lebih suka bersenang-senang dengan orang di lingkaran internal mereka, di dalam dunia kecil mereka. Oleh karena itu, saya sempat delusional dengan dunia keilmuan dan riset, sebelum saya memutuskan untuk, alih-alih menyerah, “mengembalikannya ke jalan yang benar”. Bahwa ilmu yang menghasilkan, yang menarget masalah di dunia nyata, yang membantu peneliti-peneliti di bidang yang berkaitan tapi tak sama, yang membantu hidup orang banyak, yang mengubah cara pikir orang banyak, yang dipandang tabu dan kontroversial karena bertentangan dengan norma-norma konservatif dan tradisional di masyarakat, itulah ilmu yang lebih tinggi, karena ianya bermanfaat. Teleponnya Bell. Teori evolusinya Darwin. Internetnya DARPA. Teori big bang-nya Lemaître. Triangulasinya Delaunay. Dan tentu saja ilmu-ilmu ini harus direalisasikan, tidak hanya mandeg di level wacana.

Separuh saja dari isi kepala saya. Separuh sisanya tak elok ditulis di sini.

Advertisements

lambrtz looks like this

Me

You can write comments in any language that you want, but please bear in mind that I only understand 4 languages: English, Indonesian, Javanese and Malay.

Archives

Categories

June 2011
S M T W T F S
« May   Jul »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  
Click to view my Personality Profile page

Advertisements