Teman Maya 1.0

Sewaktu saya SMA, jauh sebelum blog booming di Indonesia, saya muda cukup sering ngobrol-ngobrol dengan orang tak dikenal via mIRC. Saya, yang waktu itu masih keranjingan Utada Hikaru, I’s, dan produk Jejepangan lain, target utamanya satu: mencari teman dari Jepang, apalagi waktu itu ada teman SMA yang konon kabarnya berhasil. Dia sempat mamerin foto cewek kenalan dia itu, entah bener atau ga. Nah, oleh karena itu chatroom yang saya masuki biasanya berhubungan dengan Jepang (mungkin #japan ya, saya lupa). Biasanya sih saya gagal nemu orang Jepang, karena ternyata mayoritas isinya orang Indonesia dan Filipina. Namun, dari sana saya sempat menemukan teman maya pertama dan kedua saya, dan kami sering kontak-kontakan memakai e-mail.

Saya lupa nama teman maya pertama saya, tapi saya ingat nickname dia, yang inisialnya JB. Dia cewek, beberapa tahun lebih tua dari saya. E-mail pertama saya terima dari dia 10 Januari 2003 (barusan search di account e-mail). Sejujurnya ndak banyak yang saya ingat tentang dia, selain bahwa saya pernah mengunjungi rumah dia, yang ternyata ga jauh dari rumah tante saya waktu itu (sekarang sudah pindah) di Malang. Waktu itu liburan sebelum saya masuk UGM, saya pinjam sepeda punya om saya untuk jalan-jalan. “Nyari teman,” kata saya. Agak kerepotan nyari rumah dia, karena ternyata ada di jalan dan gang kecil. Sepertinya waktu itu siang hari, saya muter-muter di daerah rumah dia satu jam. Sempat tanya seorang mbak di sana, apa kenal Mbak JB ini atau ga. Setelah dipersilakan masuk ke rumahnya, saya diberi tahu, bahwa di daerah situ ada dua orang namanya seperti nama asli Mbak JB ini. Katanya, yang satu pinter nyanyi dangdut, yang satunya (saya lupa deskripsinya). Saya memutuskan tanya tentang orang kedua, lalu dikasih tau denah rumahnya. Setelah pamitan, saya pun ke rumah yang sudah dijelaskan, dan ketemu orangnya. Mbak JB. Dan ini  secara resmi adalah kopdar saya yang pertama.

Waktu itu, dia kaget bahwa saya bisa menemukan rumah dia. Tapi kalau boleh dibilang, kopdar itu garing hahahaha. Ndak banyak yang bisa kami omongin, karena kami ga tahu banyak tentang latar belakang masing-masing, kecuali bahwa dia kuliah di jurusan Sastra Jerman di sebuah universitas di Malang (saya lupa apa, tapi mungkin Universitas Negeri Malang, karena saya barusan googling dan hanya menemukan universitas tersebut di Malang yang ada jurusan Sastra Jerman), dan saya baru saja diterima di Elektro UGM. Saya disuguh tiga kue dari tetangga dia. Enak, tapi kata dia ndak tahan lama, karena ga pake pengawet. Saya sempat melihat salah satu buku kuliah dia, dan sempat melihat, di kamar tidurnya yang pintunya sedikit terbuka dan dalamnya dapat dilihat dari ruang tamu, sebuah salib besar, tanpa ada Yesus yang tersalib di sana. Ooh, Protestan. Saya di sana selama 2 jam saja. Itupun pada paruh kedua kunjungan saya, banyak waktu diam yang bikin awkward hehehe. Kemudian saya pamitan dan pulang. Setelah itu, kami ga banyak kontak-kontakan lagi, dan e-mail terakhir dari dia saya terima cuma tiga bulan setelah ketemuan. Saya baca lagi, garing juga hahaha. Dan itulah akhir dari komunikasi kami.

Nah, berbeda dari teman maya pertama saya, ada lebih banyak hal yang saya ingat dari teman maya kedua saya. Saya masih ingat inisial namanya DI, dan inisial nickname-nya YH. Nama Jepang. Pertama ketemu di chatroom dengan tema Jepang, saya pertamanya ngira dia orang Jepang, dan saya ajak ngomong dia dengan Bahasa Inggris. Tapi setelah beberapa awkward moment, kami pun tahu kalau kami sama-sama orang Indonesia. Padahal sudah tanya harga sekilo beras di Jepang segala hahahaha.

Dia, penggemar X Japan, khususnya Yoshiki, waktu itu kuliah di sebuah universitas di Surabaya (lupa). Walaupun tidak begitu hapal secara detil, ada beberapa hal yang saya ingat dari komunikasi kami. Tentang itu tadi, dia maniak X Japan khususnya Yoshiki. Tentang dia yang sering bepergian Surabaya – Mojokerto (dia tulis SBY – MJK). Tentang senior dia yang dia taksir. Tentang kejadian sehari-hari di tempat dia kursus Bahasa Jepang (lupa apakah dia belajar atau ngajar di sana). Tentang salah satu sensei dia yang berasal dari sebuah pulau kecil di Jepang (sepertinya lepas pantai Honshu, bukan Okinawa). Tentang love interest saya semasa SMA dan kuliah. Tentang gadis dari jurusan seberang, dan kisah patah hati pertama saya. Tentang cinta pertama saya, yang akhirnya saya temui lagi di sebuah gereja di utara kodya Yogyakarta setelah 4 tahun ga ketemu. Tentang keinginan saya cari beasiswa untuk ke luar negeri. Dan lain sebagainya. Berbeda dengan komunikasi saya dengan teman maya pertama, e-mail-e-mail antara saya dan Mbak DI ini panjang, kebanyakan isinya curhat-curhat, dan PS-nya (atau kalau di Bahasa Indonesia NB) sampai 10. Yang saya masih ingat juga, saya waktu itu tidak memakai titik (.) untuk memisahkan kalimat-kalimat, tetapi titik-titik (………). Jeda antar e-mail kalau tidak salah sekitar 3 hari – 2 minggu. Karena kalau ngetik di warnet lama (saya waktu itu belum ada internet di rumah; alternatif lain ngenet di ruangan hima jurusan saya), saya biasanya ngopi e-mail dia ke Notepad, save jadi file plain text .txt, lalu pindah ke disket (ya, disket; walaupun waktu itu sudah zamannya flash disk, saya masih memakai disket, karena saya masih memakai komputer yang kami beli tahun 1998-1999), lalu baca di rumah, dan tulis balasannya, juga di Notepad. Seingat saya, ada folder di harddisk di Jogja khusus untuk balas-balasan e-mail ini. Saya lupa apa saya copy ke laptop ini atau tidak.

Nah, sekitar 2005, dia bilang mau ke Jogja, mengunjungi teman dia, inisial A, yang kuliah di UGM. Sekalian saja, saya ngajak ketemuan. Kos temannya ada di daerah Klebengan di Jogja, dekat bagian timur UGM. Mencarinya pun ndak perlu susah-susah kaya waktu di Malang 2 tahun sebelumnya, apalagi saya sudah bawa motor. Itu pagi hari, sebelum saya masuk kuliah siang hari. Saya pun ketemu DI. Orangnya agak tinggi. Yang saya ingat, kulitnya gelap, rambutnya berombak hitam dengan sedikit warna ungu. Mengenai obrolan saya selama beberapa jam di sana, saya ga begitu ingat. Saya cuma sempat ambil foto kucing anggora yang ada di sana, ambil foto dia (mustinya foto ini masih ada, entah di laptop saya atau di harddisk di Jogja), dan sempat dia ingatkan untuk berhati-hati kalau mau ambil foto di sana, karena itu kos-kosan cewek dan banyak yang berjilbab di sana. Dan itulah kopdar kedua saya.

Seusai kopdaran, kami sempat beberapa lama komunikasi lagi. Tapi, seingat saya, waktu itu saya mulai tambah sibuk dengan kuliah. Kerja Praktek, ndaftar pertukaran mahasiswa (yang akhirnya gagal), dan sebagainya. Saya pun suatu saat meminta izin, tidak bisa membalas e-mail dulu untuk sementara. Ternyata itu adalah e-mail terakhir yang saya kirim ke dia. E-mail balasan terakhir dia, tertanggal 1 November 2006, pun sangat pendek. Penutupnya, “NB: jgn lupa kabarin ya ntar if dah dapet beasiswa.. ^^”

***

Bintang-bintang di atas ini untuk tujuan dramatisasi semata.

Beberapa bulan lalu, saya iseng-iseng mencari account Mbak DI di Facebook. Awalnya tidak ketemu. Tapi secara ajaib, saya berhasil menemukan account Facebook Mbak A, teman DI yang dulu kuliah di UGM itu. Ajaibnya lagi, ternyata A ini adalah teman dnial! Saya mencari nama DI di friend list A, dan, ya, ketemu! Tapi sempat saya bingung, apa ini orangnya? Waktu itu, perempuan di profile picture account itu berjilbab, walaupun posenya masih terkesan tomboi. Yang agak meyakinkan saya adalah bertebarannya X Japan dan Yoshiki di profile dia. Anyway, itu waktu saya masih suka deactivate account. Bulan lalu, saya beranikan kirim message ke dia. Sayangnya belum dibalas.

Demikian, saya akan mengupdate daftar kopdar saya.

4 Responses to “Teman Maya 1.0”


  1. 1 Butterfly Menikmati Dunia 31/07/2011 at 3:02 AM

    Padahal sudah tanya harga sekilo beras di Jepang segala hahahaha

    Hahahahahaha lucu….mungkin jargon teliti sebelum membeli pas ya buat situasimu😀

  2. 2 dnial 31/07/2011 at 11:43 PM

    Heh? Temanku di UGM?
    Siapa?

  3. 3 Ando-kun 01/08/2011 at 12:54 AM

    Dulu chatting via mIRC gak jauh dari buat tipu-tipu. ngasih data palsu semua, bukan cm nama doang. wah… chatting bagiku dulu kayaknya cuma permainan doang, gak ada serius2nya, apalagi sampai kopdar😐

  4. 4 honeylizious 04/09/2011 at 3:45 AM

    wuih ketemu ya dg akunnya. Kopdar lagi dong…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




lambrtz looks like this

Me

You can write comments in any language that you want, but please bear in mind that I only understand 4 languages: English, Indonesian, Javanese and Malay.

Archives

Categories

July 2011
S M T W T F S
« Jun   Aug »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
Click to view my Personality Profile page