Archive for November, 2011

Memangnya Mampu?

Mumpung kerjaan rada berkurang intensitasnya, ngeblog lagi.

[Tadinya ada gambar, tapi setelah ngecek websitenya yang bikin, saya hapus, dan sebagai gantinya, silakan melihat ini]

Di kalangan masyarakat sekitar saya yang cenderung konservatif™, tema cinta dan pernikahan menjadi salah dua yang kerap didengung-dengungkan. Gambar di atas itu menampilkan salah banyak harapan orang yang sering saya jumpai. Bentuk hubungan terbaik lah, sumber dari sumber segala kebahagiaan lah, segala macam. Dan tentunya, mengingat saya orang yang sinis, hal ini selalu berhasil bikin saya depresi. Kenapa? Karena begini.

Memangnya situ pikir nikah itu enak? Manis? Bahagia selama-lamanya? Nope, Chuck Testa Mas/Mbak.

Sebagai permulaan, kata sebuah riset, cinta itu efeknya mirip seperti efek narkoba. Euforia yang diberikan, dan daerah otak yang teraktivasi, mirip dengan khasiat kokain. Love is a legal drug, and it can go wrong. When it does, it can be fatal.

Kemudian, silakan renungkan ini. Bersediakah Anda setia kepada keluarga Anda, ketika…

  • …Anda bosan dengan pasangan Anda?
  • …Anda bertemu cinta pertama Anda? Ada kasus di Inggris ketika seorang suami membunuh cinta pertama istrinya karena sang istri ini, yang sudah dinikahinya selama puluhan tahun, selingkuh dan kembali pada cinta pertamanya. [link]
  • …Anda tiba-tiba naksir pada orang lain?
  • …pasangan Anda dipecat, atau menghadapi cobaan besar dalam hidupnya?
  • …pasangan Anda membutuhkan Anda dalam karirnya? Ada contoh yang bagus dari sepasang penjual makanan di Singapore. [link]
  • …pasangan Anda, yang biasanya setia, tiba-tiba khilaf tapi kembali lagi kepada Anda?
  • …pasangan Anda lumpuh? Seorang vikaris (pendeta?) di Inggris menikah lagi dengan wanita lain setelah istrinya terkena Alzheimer dan lupa akan pernikahan dengannya. [link]
  • …pasangan Anda nyaris kehilangan akal sehatnya? Adalah Christina Maslach, kekasih dan, kemudian, istri dari Philip George Zimbardo, yang berinisiatif untuk menghentikan eksperimen penjara Stanford. Katanya, kalau dia cuma orang biasa, dia akan kabur, tapi karena ini adalah orang yang dicintainya, dia tidak ingin kehilangan perasaan itu. [link]
  • …pasangan Anda menjadi orang radikal?
  • …anak Anda terkena penyakit yang tidak umum, sedemikian sehingga Anda harus merawatnya secara full-time dan mengorbankan karir Anda yang sebenarnya prospektif?
  • …anak Anda tersandung narkoba?
  • …dan banyak lagi.

Berat? Otentusaja. Ringan? Yakin? Yang jelas ini sebenarnya cuma penulisan ulang dari janji-janji pernikahan yang ada di berbagai macam tradisi, budaya, dan upacara keagamaan. Nyatanya, di sekitar saya saja banyak yang tidak bisa memenuhi ini, apalagi kalau ditambah orang-orang di sekitar Anda, para pembaca. Ya walaupun tentu saja banyak juga yang berhasil. Yang jelas, kalau belum menempuh fase-fase macam ini, bisa dibilang hubungan Anda dan pasangan Anda belum teruji.

Anyway, saya tentu saja pernah mengalami fase-fase pengaminan idealisme cinta™ macam gambar di atas, terutama pada masa muda dulu™. Tapi ketika saya tersadar akan hal ini, segala hal seakan ter-reset, dan saya jadi bertanya kepada diri saya sendiri. Bagaimana bisa saya dulu suka sama ini-itu-anu tanpa memikirkan hal-hal ini? Gimana kalau ada apa-apa sama mereka, emangnya saya siap mau dan mampu menolong? Ini yang menjadi PR saya buat ke depannya.

Akhirul kalam, saya cuman mau bilang, terutama buat Anda-anda yang memang menganggap pernikahan itu sakral, atau setidaknya bukan buat main-main, pernikahan itu susah. Namun, sebagai penyemangat, kalau Anda bisa mempertahankan cinta yang stabil dalam jangka waktu yang lama, konon kabarnya romansa tetap bertahan seumur cinta Anda dan pasangan Anda (atau kemari untuk artikel ilmiahnya). Tapi ya itu. Kalau bisa bertahan stabil dalam jangka waktu yang lama. Cinta monyet anak muda yang saling obsesif tentunya tidak termasuk.

Being Realistic

And there finally goes my second paper after 2.5 years. Already submitted. Not a great paper, I am not even sure whether it will be accepted, but at least there is a significant improvement from my first.

Sometimes I think that whatever I do, I can never fulfill my ideal dream. I can probably still chase my C–E goals, but never my A-B. No Nobel, no Turing Award, no Wikipedia page, no tenure in an elitist university, no job in Microsoft. Two things. One, coming from a mid-class family in a “third-world country” means that it was really hard for me to get a world-class education with a proper direction. It took me a long detour from Math – EE – IT – CS  – Math again, and I often think that I have wasted some years studying things which can be considered advanced but I won’t use in the rest of my life. My original passion is actually Math and always Math, although later I found that algorithmic, computational, and visual touches make Math much more comfortable to me. Please note that it doesn’t mean I am not grateful. I am really grateful. In fact, given my background, it was among the best education I could get. But it doesn’t mean that I cannot criticise, does it.

Two. Coming from a conservative society means that I have to put family life above everything else. Nah, drop that conservative thingy. I think it is a value shared by many societies in the world. But anyway, after passing certain age, it will be my turn to breed, and at that time I have to spend more time with my descendants. I don’t dare to lead a life a la Erdos. Furthermore, this nerdy gene from the periphery of a Gaussian distribution has to be passed to the next generation.

Well, since goals A–B might not be possible for me, I think I have to think of another way which can grant me a Wikipedia page to contribute as optimal as possible to human civilisation. Anyway, I target to live until about 75, so hopefully I still/only have 50 years plus to do something.


lambrtz looks like this

Me

You can write comments in any language that you want, but please bear in mind that I only understand 4 languages: English, Indonesian, Javanese and Malay.

Archives

Categories

November 2011
S M T W T F S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
Click to view my Personality Profile page