Ndak Tega…

Saya sedang ikut konferensi di Saigon. Konferensi ini dipelopori oleh salah satu profesor ternama dari Jepang di bidang Computer Graphics, walaupun isi konferensi kebanyakan tentang Image Processing dan Computer Vision. Kebanyakan presenternya juga orang Jepang.

…dan kebanyakan mahasiswa Jepang kurang lancar berbahasa Inggris. Bukan soal logat mereka yang Japrish (“informaashon”), tapi memang kurang lancar…

Saya sudah merasakan ini sejak pertama kali ikut konferensi tahun 2008 lalu. Seorang presenter waktu itu membaca skrip presentasi dalam Bahasa Inggris, dan setelah selesai presentasi juga berkata “tolong bertanya secara perlahan, karena saya kurang bisa berbahasa Inggris”. Namun demikian, walaupun sudah ditanyai secara perlahan (mungkin perlahan standar bule sih ya), beliau tetap kebingungan dalam menjawab, sampai seseorang (saya lupa, antara temannya, profesornya, atau moderatornya) menerjemahkan dalam Bahasa Jepang. Waktu itu konferensinya lebih global, dihadiri peneliti dari seluruh dunia. Jadi, ketidaklancaran ini kurang mencolok, karena tertutup presentasi orang-orang lain.

Nah, yang sekarang ini, mayoritas orang yang datang ke konferensi sekarang ini kebanyakan orang Jepang. Dan ini terasa sekali. Bahkan presenter non-invited pertama sudah begitu, membaca skrip dalam Bahasa Inggris. Ketika ditanyai, dia cuma tersenyum dan tertawa tersipu. Akhirnya, sang penanya, yang tak lain moderatornya, bilang, “Baiklah kalau begitu, ada baiknya kita teruskan diskusi kita setelah sesi ini”. Dalam Bahasa Inggris tentunya.

Saya ini kalau ada begitu suka ga tegaan. Kaya kasihan gitu sama presenternya, karena kalau saya ada di posisinya, dengan latar belakang yang sama, saya bakal bingung juga. ๐Ÿ˜ฆ Jadi, ketika ada keinginan untuk bertanya, saya malah mengurungkan niat. Juga, presenter yang ingin saya tanyai itu udah “dibantai” sama profesor pelopor itu tadi. Ndak tegaaaaa….

Sejauh ini, saya baru lihat satu presenter yang murid dari Jepang yang lumayan lancar berbahasa Inggris. Dan lumayan ganteng juga. Yaa model-model bishounen kamen rider jaman heisei begitulah *eh*

19 Responses to “Ndak Tega…”


  1. 1 Pak Guru 09/01/2012 at 11:00 PM

    Image processing/CV? Isinya apa-apa saja Masbro?

    Soal ndak tegaan, saya mengerti perasaan demikian. Kok kayaknya kepentingan kita/orang yang “berdosa” kadang gak segitu pentingnya sampai harus “menyiksa”. ๐Ÿ˜† Semakin lama semakin lembek saja; kira-kira sikap seperti itu bagus apa tidak sih? :\

  2. 2 jensen99 09/01/2012 at 11:01 PM

    Saya juga pengen dengar ya, sekali2. Pengen tau bahasa inggris saya sendiri cukup bagus atau gak tuk ngerti omongan sesama orang Asia. ๐Ÿ˜›

    btw “gak tega” ini gimana? Kamu takut dia gak ngerti bahasa/pertanyaanmu atau kamu takut dia bakal gelagapan njawabnya? ๐Ÿ˜€

  3. 3 grace 09/01/2012 at 11:07 PM

    Kebanyakan temen Jepang saya disini bahasa inggrisnya bagus karena rata-rata pernah tinggal di US sebelumnya (private univ kayak gini buat orang lokal cuma yang tajir mampus yang sanggup kayanya). Tapi ada juga yang bahasa inggrisnya parah, kayak yang situ bilang, tapi minimal mereka paham orang ngomong apa, cuma buat mbales masih kacau saya sendiri juga ga bagus bagus amat sih
    Bahkan kadang staff kampus juga begitu, padahal kalo komunikasi lewat email bahasa inggrisnya bagus, dan 100% grammatically correct. Jadi bingung juga ๐Ÿ˜†

  4. 4 Aprets 09/01/2012 at 11:07 PM

    iya emang jadi masalah kok. masalahnya sistemnya gak mau bebenah diri sih :S

    Prof saya membahas masalah globalisasi Jepang di bidang akademik dan perdagangan, di depan parlemen Jepang di Diet. Guess what? Beliau malah dibantai dan dimarah2in ama parlemen, dibilang: “Kau ini dari Todai, berani2nya suruh Jepang jadi terbuka sama globalisasi.” -> Chauvinis yang sebenernya minder sih.

    Prof saya jadi trauma abis itu, wkwkwk. Eh ini komen nyambung ama postingan nggak ya? Semoga nyambung.

  5. 5 lambrtz 09/01/2012 at 11:26 PM

    BTW, bertambah dari satu jadi dua.

    @Pak Guru
    Habis ini cek PM FBmu. Saya kirimi link ke program konferensinya. ๐Ÿ˜›
    Sisanya saya sambung sama punya jensen ya.

    @jensen99
    Tentang logat Asia, tergantung sih. Pertama kali datang ke Singapore, saya dulu setengah mati nelpon staf kampus buat minta tolong mbetulin lampu yang mati. ๐Ÿ˜†
    Lalu juga logat India itu kalau ndak biasa juga bakal ketularan geleng-geleng ๐Ÿ˜†

    @Pak Guru, jensen99
    Ga tega lebih ke yang kedua: takut dia gelagapan jawabnya. Ndak enak bikin orang begitu. Masalah ini bagus atau ndak, ndak tahu juga. Di satu sisi dia terselamatkan, di sisi lain saya jadi gemes sendiri, macam orgasme ditahan ๐Ÿ˜ *eh*

    @grace
    Ah situ mah orang sosial pula. Ekspektasi buat orang bisa ngomong Inggris lebih besar (CMIIW) ๐Ÿ˜†
    Kalo soal paham atau ga, kayanya mereka paham. Cuman menjawabnya yang…bukan acakadut lagi. Ndak bisa. Pas sesi presenter pertama itu saya jadi nutup muka sendiri…ini presenter menertawai diri sendiri apa nangis ya ๐Ÿ˜ฅ

    @Aprets
    Kalo ga nyambung ya dilem. ๐Ÿ˜†
    Profesor-profesornya rata-rata lancar berbahasa Inggris. Waktu makan malam, saya tadi semeja sama seorang profesor dari Tokyo (bukan Todai). Kayanya masih seperkawanan sama profesor pelopor juga. Kami bisa lancar komunikasi, tentang riset sampe keseharian. Cuman para mahasiswanya kayanya masih ndak bisa kurang lancar…
    Soal “chauvinisme” terselubung ini kayanya emang masih ya? Yang saya baca itu pas dunia entertainment Jepang sadar tertinggal dari Korea, karena yang kedua ini ekspansi ke luar negeri, bisa Bahasa Inggris dll…makanya sekarang ada JKT48 ๐Ÿ˜†

    Makasih banyak komen-komennya ya temen-temen ^:)^ cendol buat agan-agan

  6. 7 arm 09/01/2012 at 11:45 PM

    haha, bener itu, dari jaman parttime di wartel, main ke prambanan, ikut seminar, kalo ketemu orang jepang kok ya mesti gitu itu ngomongnya ๐Ÿ˜›

    tapi kasus saya kayaknya lebih ke susah melafalkan sih, secara pemahaman nangkep maksudnya mereka itu ๐Ÿ™‚

    ngomong2, November ini bakal ada film 47 Ronin, setting di Jepang abad 18, yg main Keanu Reeves, apakah dialognya bakal dalam japrish? :mrgreen:

  7. 8 Ando-kun 09/01/2012 at 11:46 PM

    Jadi teringat kejadian jaman kuliah dulu.

    Tiap minggu selalu diadakan diskusi internal research group, dimana siswa S2/S3 kelompok risetku diminta mempresentasikan perkembangan hasil eksperimennya selama seminggu.

    Waktu itu ada mahasiswi program PhD asal JEI slovenia lagi kerjasama penelitian sama kelompok risetku dan kebetulan aku disuruh pak boss nemenin dia. Jadinya tiap minggu dia juga hadir di ruang presentasi walaupun gak ngerti omongan presenternya pake bhs jepun. Karena aku disuruh nemenin beliau, jadilah tiap ada presentasi aku jd translator dadakan.

    Ini cerita pas presentasi pertama yg dia hadiri, yang presentasi didepan adalah temanku si Takero. si cewek Slovenia rupanya pengen nanya, so I said, “Go ahead!”

    Rupanya si Takero grogi. Dia ngerti pertanyaannya, tapi gak bisa jawab pake bhs Inggris. Waktu pas boss nyuruh dia jawab pake bhs Jepang (lagi2 nyuruh aku nerjemahin jawabannya), rupanya groginya udah kepalang ke ubun-ubun. Jadinya si Takero malah nggak bisa ngomong sama sekali.

    Gara-gara itu, si cewek Slovenia itu gak pernah lagi nanya2 pas ada presentasi dlm bhs Jepang. Ndak enak katanya :mrgreen:
    Jangankan yg S2, yang S3 juga gak jauh beda koq. Tapi yg S3 paling gak, lumayan berani ngomong walau kadang rada kacau ๐Ÿ˜†

    Anyway, rata2 sih kalau ada presentasi ke luar negeri dalam bahasa Inggris, biasanya mereka udah menyiapkan apa aja yg mau dipresentasikan dalam secarik kertas. Biasanya sih dibikin sebelum berangkat, lalu diserahkan ke pas boss buat recheck udah bagus atau nggak, lalu sebisa mungkin dihapal. Kertas contekan biasanya disiapkan kalau seandainya yg dihapal ada yg terlewat :mrgreen:

    Aku pernah nanya sama temanku si Okushi, dia bilang rata2 mahasiswa perguruan tinggi Jepang bisa bahasa Inggris pasif. Kalaupun ada yang bisa ngomong dikit, mereka malu ngomong karena khawatir salah. Kayak samurai aja, berani mati tapi gak kuat menanggung malu ๐Ÿ˜›
    Jadinya malah gak pernah latihan conversation. Mana bisa ngomong lancar kalau gak pernah ngomong.

    Kata temanku yg lain (entah bercanda atau serius), cara baca bahasa asing pakai huruf katakana merusak keinginan belajar bicara bahasa Inggris orang2 Jepang ๐Ÿ˜†

  8. 9 Eon Strife 09/01/2012 at 11:58 PM

    Kalo saya dulu mah, hajar langsung..keknya ada dua, satu prof orang Korea dan satu anak PhD Jepun…saya tanya/kasih saran berulang kali, tapi masih muncul tanda (???) di kepala mereka, bahkan sampe saya dibantu moderatornya, pun mereka masih (???) :))

  9. 10 Eon Strife 10/01/2012 at 12:01 AM

    BTW, keknya kakek guru kita gak lancar B. Inggris juga :-“

  10. 11 lambrtz 10/01/2012 at 12:16 AM

    @arm
    Kaya gitu gimana. Informaashon? ๐Ÿ˜†
    Saya kok ragu itu 47 Ronin pake Japris. Paling-paling Amerihongo: American Nihongo. Yang saya inget bener itu nama desainer terkenal Issey Miyake jadi Issey Maiyaki. Eh itu Brithongo ๐Ÿ˜†

    @Ando-kun
    Wah panjang lebar tapi worth it. Lucu ๐Ÿ˜†
    Ternyata
    1) Nulis skrip itu buat mereka wajar ya. Mungkin karena profesor saya lulusan Jepang juga, kami diajarin untuk bikin skrip juga buat latihan presentasi. Tapi tentunya ndak serta merta dibaca waktu presentasi. ๐Ÿ˜›
    2) Kalau begitu caranya jadi ndak enak dua arah juga ya. Yang orang Jepang ga enak karena ga bisa jawab, yang datang ke Jepang juga jadi ga enak karena takut bikin ga enak ๐Ÿ˜†
    3) Alhasil, malah orang asing yang belajar di Jepang yang disuruh jadi penerjemah. Dan rata-rata memang lancar sih berbahasa Inggris. Kaya situ, terus temen saya…temen saya orang RRC kuliah di Jepang, dia lancar banget Bahasa Inggris walaupun dengan logat Cina daratan. Dan termasuk pengecualian juga, karena dia lebih sering ngobrol sama kita-kita orang non RRC (Indonesia, Singapore, Perancis, India…) ketimbang sama orang RRC ๐Ÿ˜†

    @Eon Strife
    Dasar kau orang Medan ๐Ÿ˜ˆ
    Kalau kau punya opa dulu merantau ke Jogja, alih-alih Medan…kau bakal jadi kaya aku juga ๐Ÿ˜†
    Ah masa sih beliau ndak lancar English juga? Kok tahu? ๐Ÿ˜•

    Eh itu Korea-nya Selatan apa Utara? :-“

  11. 12 Disc-Co 10/01/2012 at 4:14 AM

    Ada presenter loli dan moe seperti Azusa tidak? *eh* *plak*

    Btw, saya belum pernah ketemu secara langsung orang Jepang yang masih sukar memahami bahasa Inggris, beberapa kenalan saya yang asli Jepang fasih berbahasa Inggris, sejelek-jeleknya yang pernah saya lihat itu yah bapaknya kenalan saya yang terkadang masih menggunakan aksen “Engrish” ๐Ÿ˜†

  12. 13 Rukia 10/01/2012 at 9:28 AM

    jadi inget waktu festival enoshima tahun lalu, sebelum festival yg mengundang Pemkot Denpasar utk mengisi kesenian Bali di sana, beberapa panitia mau berkunjung ke Denpasar melihat kesenian tradisional Bali, mereka ngirim email yg bahasa inggrisnya bagus. Gramatikal. Beberapa hari setelah kita balas email mereka datang. Dan bencana itu terjadilah. Dia menpresentasikan tentang festival enoshima itu dan kita puyeng mengertikan bahasa inggris mereka, walau kita ngerti dengan susah payah, pas kita nanya, mereka hanya senyum2 gitu dan minta tolong diulang dgn lebih pelan. Mau minta mereka bicara dalam bahasa Jepang juga susah karena tak satupun dari kami yg bisa berbahasa Jepang, jadilah acara presentasi yg seharusnya cuma 2 jam jadi seharian. Tapi setelah itu kalo diinget2 jadi lucu (LOL)

  13. 14 Eon Strife 10/01/2012 at 10:01 AM

    1. Bully when you have the chance \m/
    2. Saat kita ‘kenalan’ ama kakek guru di resepsi SIGGRAPH ASIA 2008 ?

  14. 15 Gentole 10/01/2012 at 5:59 PM

    bahasa inggris saya termasuk sangat buruk kalo ngomong. ๐Ÿ˜

  15. 16 Ely Meyer 11/01/2012 at 8:53 PM

    kasihan juga memang ya melihat presenternya *dibantai* sama si profesor

  16. 17 Yayan 15/01/2012 at 9:31 PM

    jangan heran Mas
    di jepang emang begitu…
    sebelum berangkat conference itu mesti rehearsal berpuluh2 kali. kalau alokasi presentasinya 10 menit ya harus latihan sampai bener2 10 menit, ga boleh lebih atau kurang. malah kalau bisa pas rehearsal itu seperti ngrekam skrip ke dalam kaset dan pas presentasi hari

  17. 18 Yayan 15/01/2012 at 9:35 PM

    pas presentasi hari H seperti memutar ulang rekaman kaset pas rehearsal … *ini kondisi ekstrim di lab tetangga, bukan labku…
    *sory tadi kepencet post sebelum selesai…(๏ฝ€_ยด)ใ‚ž


  1. 1 Rekapitulasi 2012 « lambrtz's Blog Trackback on 31/12/2012 at 11:04 PM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




lambrtz looks like this

Me

You can write comments in any language that you want, but please bear in mind that I only understand 4 languages: English, Indonesian, Javanese and Malay.

Archives

Categories

January 2012
S M T W T F S
« Dec   Feb »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  
Click to view my Personality Profile page