Lengan Beribu

Jadi baru-baru ini saya ngulangin lagi main Lengan Beribu, yang di Argentina, tepatnya di Rosario dan Falkland Island, terkenal dengan nama Thousand Arms. Saya pingin menulis dua tiga (kok ga ada yang koreksi sih!?) poin tentang perenungan hidup yang saya petik setelah bermain game ini selama beberapa jam (di bawah 10).

Ini duluuu waktu neng Ayumi masih muda dan polos; sekarang udah jadi kaya bule celup

Ini duluuu waktu neng Ayumi masih muda dan polos; sekarang udah jadi kaya bule celup

  1. Pertama kali saya main game tersebut kira-kira 10 tahun yang lalu HUANJRIT 10 TAHUN YANG LALU LAMA BANGET WTFLOLBBQ. Saya pinjam cd bajakan game tersebut dari seorang teman weeaboo yang memang maniak sama Jejepangan. Memang waktu itu SMA kami dilanda demam Jejepangan, tapi dia termasuk yang heboh maniaknya. Anyway, itu adalah masa-masa ketika saya jatuh cinta untuk pertama kalinya, tapi betul-betul blank soal kewanitaan. Jadi waktu saya main game ini, saya bener-bener ndak ngerti pilihan jawaban yang tepat waktu ngedate. Sekarang, saya *uhuk* udah lebih ngerti dikit soal perempuan, jadinya bukan masalah besar untuk memilih jawaban. Cuman ya itu…
  2. …saya pun jadi merasa bahwa game-game simulasi kencan macam begini rada menipu pria-pria yang culun hati dan pikirannya, karena mereka jadi berpikiran bahwa ketika kencan, mereka harus memberi jawaban seperti apa yang si cewek inginkan. Padahal IMO ini ndak bagus. Bagaimanapun juga pendapat diri sendiri musti dipertimbangkan, terutama ketika kita ada pendapat atau pendirian yang berbeda dengan mereka. Misalnya, saya langsung ilfil ketika salah seorang karakternya punya impian hidup “ingin menikah”. Bleh. Ya silakan-silakan aja sih. Tapi kalau mau jadi pacar saya ya you must do better. Terserah aja kalau si cewek marah-marah. Ya berarti ndak cocok. Sayangnya di game ndak ada pilihan untuk protes. Namun demikian, apapun komplen saya di sini, saya ya ndak bisa menyalahkan karena tujuan game ini adalah menjadi pandai besi sejati, yang untuk mencapainya kita musti mampu menjalin hubungan dengan berbagai macam wanita. Terakhir…
  3. …karena saya sudah agak pintar menebak, lama-lama dating ini jadi membosankan juga *hoahem*

Sebagai penutup postingan ini, saya persembahkan lagu pengantar galau, yang tak lain tak bukan adalah ending dari Lengan Beribu ini. Judulnya Two of Us, dinyanyikan oleh Meffrouw Ayumi Hamasaki. Selamat menikmati!

Kata laman ini, alihbahasa salah satu baitnya macam begini:

I wanted to be loved, it’s not that you loved me  
I knew it, I could have slept alone, but  
The song we both loved, the movie we saw together  
I couldn’t forget, somewhere  
I hoped for tomorrow 

19 Responses to “Lengan Beribu”


  1. 1 Alex© 28/02/2012 at 2:21 AM

    sekarang udah jadi kaya bule celup

    Bule celup….😆😆

    ketika kencan, mereka harus memberi jawaban seperti apa yang si cewek inginkan.

    Oh… Untunglah aku tak pernah memainkan permainan sekeji ini.. Sungguh sebuah penderitaan batin atas nama romantisme…🙄

  2. 2 lambrtz 28/02/2012 at 2:37 AM

    ^
    Aku edit dikit ya, ada yang salah di sisiku soal tata bahasa.😆

    Bule celup…. 😆😆

    Ya saya ngerti lah trendnya orang Asia jaman sekarang rambutnya dicat warna-warni. Kaya yang di atas itu aja juga begitu. Buat saya sih, sampai tingkat tertentu masih bagus. Cuman kalau sudah berlebihan pirangnya ya saya jadi ndak suka.😛

    Ah kalau dirimu tentunya sudah sarat pengalaman di dunia nyata, tak ragu lagi u_u cuman mantan-pria-culun-turn-womaniser-wannabe begini memang telat sadarnya u_u

  3. 3 grace 28/02/2012 at 4:20 AM

    ^ Jadi ente niat jadi womanizer?😮

  4. 4 Suluh 28/02/2012 at 6:19 AM

    Jadi om Lambartz kapan nikahnya?

    *Kaboor.

  5. 5 lambrtz 28/02/2012 at 10:37 AM

    @grace
    Emang ada saya bilang begitu? :-” tutup2in komen sebelumnya

    @Suluh
    Kapan-kapaaaaaaaaan
    Kita berjumpa lagi:mrgreen:

  6. 6 itikkecil 28/02/2012 at 11:30 AM

    cuma berani di simulasi doang?
    yang benerannya kapan?
    *bercocok tanam*

  7. 7 lambrtz 28/02/2012 at 11:33 AM

    Wanita racun dunia Ntar lulus dulu:mrgreen:

  8. 8 Arm Kai 28/02/2012 at 12:31 PM

    biar ada pendamping kelulusan dong ;;)

    *kompor*

  9. 9 lambrtz 28/02/2012 at 12:54 PM

    Oh itu
    Ada nyak babe saya:mrgreen:

  10. 10 Alex© 28/02/2012 at 6:44 PM

    @ lambrtz

    Buat saya sih, sampai tingkat tertentu masih bagus. Cuman kalau sudah berlebihan pirangnya ya saya jadi ndak suka.😛

    Aku juga pernah kasih pirang rambut. Sampai ibuku dan kaum perempuan segenerasi beliau memuji penuh hinaan: kulit sawo matang, rambut pirang. Makan pakai terasi juga.

    Tercabik-cabik perasaanku. Kuberkaca lagi: memang tak pantas nian. macam buah salak dikasih rambut sailor moon. Tak matching sama sekali…😥

    Ah kalau dirimu tentunya sudah sarat pengalaman di dunia nyata, tak ragu lagi u_u cuman mantan-pria-culun-turn-womaniser-wannabe begini memang telat sadarnya u_u

    Mana ada pengalamanku… ini newbie dalam khazanah percintaan. Cuma tahu dari kisah-kisah Casandra dan telenovela saja. Oh, Maria Mercedes-Baby-Benz…. u_u

  11. 11 Gentole 28/02/2012 at 7:10 PM

    soal kewanitaan? pembalut?

  12. 12 sora9n 28/02/2012 at 10:24 PM

    Argentina, tepatnya di Rosario dan Falkland Island

    Kampungnya Messi?😕

    *first thing in mind*

    BTW, saya baru tahu Ayumi Hamasaki udah menikah. Looks that I’ve totally disconnected from J-stuff nowadays…😆

  13. 13 lambrtz 29/02/2012 at 7:24 PM

    @Alex©😆
    Karena kami dulu suka Jejepangan, pernah terbersit di benakku pingin ngecat rambut jadi biru. Untungnya di SMA kami pun ndak masalah cat rambut. Tapi karena aku pemalas, niat itu akhirnya batal juga. Rasanya bersyukur. *halah*😆

    @Gentole
    Ya itu bolehlah.😆

    @sora9n
    Kampungnya Messi ya? Saya dulu pertama kali dengar nama itu dari klub bola Rosario Central sih😆

    Ya sama saya pun juga udah ndak segitunya weeaboo maniak Jejepangan lagi. Kabar tentang AH pun baru2 ini aja tahu habis baca-baca Wikipedia. Kalah sekarang namanya sama AKB48. Anyway, kabarnya mau cerai. Berminat?😆

  14. 14 Butterfly Menikmati Dunia 03/03/2012 at 1:54 AM

    simulasi mulu….coba di dunia nyatalah….itu cewe yang di gereja udah berhasil diajak kencan *menebar bibit isu*

  15. 15 AnDo 04/03/2012 at 5:45 PM

    menunggu counterpart story… lengan berbapak dan lengan beranak😆

  16. 16 lambrtz 08/03/2012 at 1:33 AM

    @Butterfly Menikmati Dunia
    Cewek di gereja? Yang mana ya?:mrgreen:

    @AnDo
    Walah😆

  17. 17 Butterfly Menikmati Dunia 08/03/2012 at 2:19 PM

    yang itu tu….yang mencuri hatimu hingga tak khusyuk ber-misa

  18. 18 lambrtz 08/03/2012 at 7:45 PM

    Oh itu. Sudah menghilang dari hidupku. Lha ndak ketemu lagi.😆


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




lambrtz looks like this

Me

You can write comments in any language that you want, but please bear in mind that I only understand 4 languages: English, Indonesian, Javanese and Malay.

Archives

Categories

February 2012
S M T W T F S
« Jan   Mar »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
26272829  
Click to view my Personality Profile page