Swansea City AFC

Swansea City AFC

Swansea City AFC (click to go to the Wikipedia article)

Walaupun tidak mengikuti, saya sebenarnya cukup familiar dengan liga-liga kasta 2-3-4 Inggris, gara-gara hobi main game manager sepak bola. Makanya saya sudah tahu nama macam Fulham dan Manchester City, barangkali jauh sebelum fan-nya di Indonesia berjamuran belakangan ini. Namun demikian, nama tim Swansea City AFC waktu itu kurang menancap di otak saya. Mungkin karena waktu itu prestasi mereka juga biasa-biasa saja. Makanya waktu tahun kemarin saya baca Swansea masuk English Premier League (EPL), pikiran saya cuman “Wah, keren juga nih, ada tim Wales di EPL.” Itu aja. Ndak lebih, ndak kurang. Saya juga ndak yakin mereka bisa bertahan sampai tahun berikutnya (tahun ini – red).

Tapi itu awal musim kemarin. Saya mulai memperhatikan mereka ketika tahu bahwa pertahanan mereka luar biasa. Paruh musim pertama, mereka dapat banyak clean sheet. Dan tentu saja pemain pertama yang menarik perhatian adalah kiper mereka. Michel Vorm. Kiper cadangan timnas Belanda setelah Martin Stekelenburg, harga cuma 4.0 di Fantasy Premier League (harganya cepat naik, dan pada akhir musim jadi di atas 5.0), tapi manjur. Kemudian mereka main tiki-taka. Main passing. Dan semua orang terkejut. Ada Barcelona di EPL! Ya walaupun tentu saja ga sekuat Barcelona sih. Tapi yang jelas pemain tengah mereka sangat berbahaya, bahkan lebih berbahaya daripada pemain depannya (biasanya Danny Graham) yang barangkali lebih mengambil peran false nine. Lalu, pada paruh musim kedua, Gylfi Sigurðsson datang. Bersama Papiss Cisse di Newcastle United dan Nikica Jelavic di Everton, Sigurðsson menjadi salah satu pemain yang datang pada transfer musim dingin dan mampu mencetak banyak gol. Produktivitas dan pertahanan yang kuat membawa mereka ke papan tengah EPL. Vorm menjadi salah satu kiper papan atas musim itu (11-12 sama Tim Krul di Newcastle United, walaupun nomor satu tentunya Joe Hart dari Manchester City).

Michel Vorm

Michel Vorm (click to go to the Wikipedia article)

Tentu saja ada sisi buruk. Sigurðsson tidak berhasil dipertahankan (dia akhirnya berlabuh di Tottenham Hotspurs, setelah sempat digosipkan akan menuju Liverpool), lantas pelatih Brendan Rodgers dan pemain tengah Joe Allen pergi ke Liverpool. Orang-orang (termasuk saya) juga jadi ragu apakah mereka masih bisa bertahan di EPL pada musim ini. Apalagi, konon kabarnya, musim kedua adalah musim terberat bagi banyak tim promosi.

Patah tumbuh hilang berganti. Manajemen Swansea berhasil membawa Michael Laudrup menjadi manajer tim. Pemain-pemain baru pun berdatangan. Barangkali yang paling mencolok sejauh ini adalah Miguel Pérez Cuesta/Michu. Pertandingan pertama musim ini baru saja selesai dan Michu mencetak 2 gol + 1 assist. Swansea menang 5-0, dan optimisme naik lagi. Di sisi lain, Liverpool kalah 0-3 dari West Bromwich Albion, yang musim lalu nyaris terdegradasi.

Barangkali sudah sah ini, bahwa sejak musim lalu, Swansea City adalah tim kedua yang saya dukung di EPL setelah Manchester United. Saya pun musim kemarin sempat meng-cover lagu kebangsaan Swansea City, Take Me to the Vetch Field. Ini lagu aslinya, sementara versi saya eksklusif buat teman-teman Facebook saya. :-”

Maka pertanyaan penutup postingan ini, adakah Brendan Rodgers dan Joe Allen menyesali kepindahan mereka ke Liverpool? *tega* *digorok*

6 Responses to “Swansea City AFC”


  1. 1 Alex© 19/08/2012 at 2:11 AM

    Ini adalah postingan paling tercela yang pernah kubaca di blog ini. Sangat tidak bermutu, memuat unsur SARA seperti dakwah pro-Foke si Rhoma Irama, memancing pertikaian umat, mengancam perdamaian dunia, dan berpotensi merusak akidah para umat Liverpool. Di sisi lain, tak ada etika jurnalisme yang profesional dengan membubuhkan pertanyaan yang mengganggu kerukunan umat sepak bola seperti termaktub di akhir postingan ini.

    Kapan postingan ini akan dienyahkan dari alamblogmayapada ini?

    *diusir*

  2. 2 lambrtz 19/08/2012 at 2:30 AM

    😆
    Kalau yang macam “ho’oh-ho’oh-an” itu jurnalisme (lampu) kuning, anggap aja ini jurnalisme (lampu) mati. Tidak ada kaidahnya, seenak udel sendiri. 😆

    Tapi lebih seriusnya, mustinya ndak menyesal lah. Liverpool gimana juga secara tradisional klub besar, dengan dukungan suporter dan backingan finansial yang lebih besar, mustinya potensinya juga lebih besar. 😛
    BTW minggu depan lawan Manchester City. :-“

  3. 3 sora9n 19/08/2012 at 2:35 AM

    Rodgers/Swansea itu emang keren, masbro. Saya beberapa kali nonton mereka musim lalu. Cool stuff — rada tiki-taka, tapi direct & speed-nya rasa Inggris. ^^b

    BTW, underachiever lain yang layak disebut: Roberto Martinez/Wigan. Tim kecil yang main bolanya ‘bener’, musti dikasih respek. 😛

  4. 4 lambrtz 19/08/2012 at 2:48 AM

    Tentang Wigan, saya ga begitu ngikuti e. Telat sadarnya. Baru sadar waktu musim udah hampir selesai. Tapi bukannya berkat permainan utama Victor Moses itu? Seingat saya, penyerangnya aja ndak banyak nyetak gol (di bawah 5? CMIIW) 😕

    Tapi ya begitulah. Di negara asing, tim-tim kecil begini kan ga mendapat banyak perhatian. Makanya saya seneng kemarin ada yang main bagus dan prestasinya lumayan. 😀

  5. 5 Pak Guru 25/08/2012 at 2:26 AM

    Harusnya musim ini di Italia juga ada tim kecil yang apik: Pescara. Katanya mainnya kamikaze. Tapi Verratti keburu ke PSG, Zeman ke AS Roma. Etapi ini mirip dengan perginya Allen/Rodgers di Swansea, gak, ya?

    Liverpool nanti akan membaiklah IMO. Arsenal juga. Hanya saja ya sebagaimana Liverpool dan Arsenal belakangan ini, sekadar membaik saja. 😐

  6. 6 lambrtz 17/01/2013 at 3:41 AM

    Setengah musim dan Liverpool masih di situ-situ aja e masbro. 😛


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




lambrtz looks like this

Me

You can write comments in any language that you want, but please bear in mind that I only understand 4 languages: English, Indonesian, Javanese and Malay.

Archives

Categories

August 2012
S M T W T F S
« Jul   Sep »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
Click to view my Personality Profile page