Archive for December, 2014

Film-film yang Kutonton pada Tahun 2014

Jadi ini lanjutan [postingan saya tahun lalu]. Walaupun ini masih 30 Desember, saya memutusken untuk merilis artikel ini, karena kayanya saya ndak akan nonton film besok. Hanya film yang selesai saya tonton dari awal sampai akhir yang masuk di sini.

  1. City on Fire (1987). Agen polisi Hong Kong menyusup ke komplotan pencuri perhiasan.
  2. Durian Durian (2000). WTS yang beroperasi di Hong Kong kembali ke kampung halamannya di Cina timur laut.
  3. Prison on Fire (1987). Politik pesakitan di penjara.
  4. Prison on Fire II (1991). Dua orang, satu dari gang RRC satu dari gang Hong Kong, kabur dari penjara.
  5. The Killer (1989). Pembunuh bayaran dan polisi bersatu melawan mafia.
  6. Nineteen Eighty-Four (1984). Hidup di bawah rezim totaliter. Cintailah partaimu!
  7. 24 Eyes (1954). Kehidupan seorang guru SD di pulau kecil(?) di Jepang pada zaman ultra-nasionalisme sampe pasca perang.
  8. Last Woman on Earth (1960). Habis kiamat malah main serong-serongan. Utek slewah.
  9. Riki-Oh: The Story of Ricky (1991). Mestinya film super gory, dengan gelut ala Hokuto no Ken, tapi jadinya juayus banget. Anak-anak mungkin takut.
  10. Her (2013). Bagaimana Hollywood memandang hubungan antara manusia dan Artificial Intelligence.
  11. Dallas Buyers Club (2013). Aksen Texas yang kental, pecandu narkoba, pengidap HIV/AIDS, dan politik obat.
  12. The Wolf of Wall Street (2013). Bingung, saya ndak ngerti Ekonomi dan cara kerja broker.
  13. Travellers and Magicians (2003). Jalan-jalan di Bhutan sambil didongengin.
  14. Beyond Outrage (2012). Sekuel dari film yakuza yang saya tonton taun kemarin.
  15. Happily Ever After (2007). Mantan wanita tuna susila yang nrimo dan mantan yakuza yang super pendiam tapi temperamental, dalam sebuah ikatan…e…kumpul kebo.
  16. Wicked City (1987). Hubungan cinta beda kolam: satu manusia, satu iblis.
  17. May 18 (2007). Film tentang Insiden Gwangju lagi (tahun 2013 menonton film dengan tema serupa juga), tapi yang ini lebih banyak melodramanya.
  18. Lan Kwai Fong (2008). Pergaulan bebas di Hong Kong, dalam kacamata film abad 21. Berbeda dari pandangan film-film Hong Kong 2 dekade sebelumnya. Bikin nyinyir.
  19. Denok dan Gareng (2012). Orang Muslim beternak babi. Kehidupan sehari-hari masyarakat kelas bawah di pinggiran Yogyakarta.
  20. Russian Ark (2002). Sejarah Rusia ditampilkan secara teatrikal. Musti ngerti sejarahnya dulu kayanya biar paham. :/
  21. Jesus of Montreal (1989). Kisah aktor-aktris yang menampilkan teatrikal Kisah Sengsara Yesus dengan cara yang tidak konvensional. Aktor utama digambarkan menjalani kehidupan yang serupa dengan Yesus.
  22. Golden Chicken (2002). Transformasi wanita tuna susila hostess club menjadi independen, dengan latar belakang perubahan teknologi dan sosial Hong Kong dari tahun 1970an sampai 2000an. Ada kameo Andy Lau.
  23. National Security (2012). Kisah nyata penyiksaan aktivis anti-kediktatoran yang dituduh komunis.
  24. Golden Chicken 2 (2003). Perjalanan cinta sang wanita tuna susila (lihat no. 22) yang gagal maning gagal maning.
  25. Golden Chicken 3 (2014). Hong Kong yang terus berubah…tapi ndak semenarik dua prekuelnya…
  26. The Road (2009). Menjadi bapak di dunia pasca-kiamat.
  27. China Behind (1974). Petualangan beberapa orang Cina daratan meninggalkan Cina menuju Hong Kong pasca revolusi budaya.
  28. In the Mood for Love (2000). Nyaris selingkuh dengan tetangga gara-gara persahabatan platonik, yang bermula dari perasaan senasib sering ditinggal pasangan.
  29. Boat People (1982). Kehidupan pasca perang Vietnam, dari sudut pandang fotografer Jepang.
  30. Idiocracy (2006). Bumi di masa depan menjadi peradaban yang errr…”dystopian”, dengan orang-orang dengan level kecerdasan di bawah rata-rata dibandingkan masa sekarang.
  31. A Better Tomorrow (1986). Mantan mafia Hong Kong mencoba bertobat dan keluar dari dunia hitam, tapi gagal maning gagal maning, karena mereka yang di dunia hitam selalu menyeretnya kembali masuk sana.
  32. Bilur-Bilur Penyesalan (1987). Tertarik dengan Sophia Latjuba remaja, dan film epik berentang waktu 20+ tahun. Rano Karno terjebak perilaku saudara kembarnya yang terpisah, dengan bumbu hubungan masa lalu orang tua korban dan ibu pengacara. Korban apa? Ya nonton filmnya aja.
  33. Days of Being Wild (1990). Tokoh utama tidak bisa komit dalam hubungan karena terpengaruh hubungan yang tidak baik dengan ibu tiri, dan penantian untuk bertemu dengan ibu kandungnya.
  34. CINtA (2009). Yang pendek, yang bukan Cin(T)a. IMO malah lebih bagus dari yang satunya; galaunya dapat, walaupun amarahnya dan dialognya kurang. Poin utamanya kayanya jadi Cina (Tionghoa-Indonesia – red) maupun Muslim itu sama-sama gampang-gampang susah.
  35. ? (2011). Buat saya, pinakel film-film soal pluralisme Indonesia. 6/5. Sekian.
  36. Cinta Pertama (1973). Christine Hakim muda. Ada di album “Watch Later” di channel Youtube saya, tapi persisnya kenapa ada di sana, saya lupa. Ndak terlalu mengerti kenapa ini film dibilang salah satu yang terbaik dalam sejarah perfilman Indonesia.
  37. The Hundred-Foot Journey (2014). Urusan perkolaman di bidang masakan…dan tentunya keimigrasian. Urusan romansa ada, dan cukup annoying, tapi secara keseluruhan cukup menyentuh, karena soal passion dan kolam memang dekat di hati saya.
  38. Ranjang Pengantin (1974). Urusan perkolaman juga, tapi soal strata sosial. Pernikahan yang ga direstui orang tuanya, hamil duluan, anak berantem dengan bapak, kakak dengan adik, saudara dengan mertua, saudara dengan istri, dan suami dengan istri. Anak-anak yang tak kenal kakeknya. Keluarga ini dihancurkan sama penulis ceritanya.
  39. Arisan! (2003). Uaaaanyel nonton ini.
  40. Bintang Kejora (1986). Film ga masuk akal tapi menghibur. 😆
  41. Three Men in a Boat (1975). Menenangkan.
  42. Filth (2013). Gelap + aksen Glaswegian (?) + halusinasi ke sana kemari + flashback kanan kiri = bingung. Menarik sebenarnya. Rekomendasi dari Rudy Gunawan.
  43. Hard Boiled (1992). Bagus, menarik, menegangkan, dan ada Tony Leung. Cuman ya setelah nonton sakbajeg film Hong Kong tahun ini, lama-lama ada rasa saturasi juga, dalam artian noveltinya kurang. Mungkin mestinya diapresiasi relatif terhadap waktu itu.
  44. Interstellar (2014). Alias 2001: A Space Odyssey KW 2, lengkap dengan dimensi mindfvck, tapi dengan cerita yang lebih cerah dan visual efek lebih modern.
  45. Stations of the Cross (2014). Film tentang keluarga Katholik super konservatif yang tidak mengakui Vatikan dan ikut grup tradisionalis.
  46. Humanity and Paper Balloons (1937). Tentang ronin kere yang sudah menjual pedangnya dan tinggal di lingkungan kumuh serta sedang cari kerjaan. Tentang tetangga bandar judi ilegal yang cerdik dan culas dalam mengelabui bos gangster. Tentang persekongkolan, harga diri, dan ketidakberdayaan melawan hidup.
  47. Harakiri (1962). Seppuku pake pedang bambu, dan mertua yang dendam kesumat. Kemunafikan klan2 samurai yang menyembunyikan aib klan di balik kode etik samurai supaya tidak kehilangan muka.
  48. Sansho the Bailiff (1954). Tokoh anti perbudakan yang lahir jauh sebelum Abraham Lincoln, dan mengalami sendiri jadi budak, sebelum akhirnya jadi gubernur. Turun dari jabatannya untuk mengikuti ajaran kesederhanaan bapaknya.
  49. Ugetsu (1953). Akibat digoda hantu. Hantu ambisi, hantu kapitalisme, hantu fatalisme, dan hantu beneran.
  50. Fenomena (1990). Filmisasi lagu Isabella. Tertarik gara-gara ada Search aja sih.
  51. Enam Djam di Djogdja (1951). Ceritanya di Jogja tapi kok bahasanya kaku sekali. Ndak ada medhok Jogjanya, kecuali memang di dialog2 Bahasa Jawa yang cuma seuprit. Bener-bener ga ngeh apa yang terjadi. Mungkin musti diapresiasi secara kronologis.
  52. Comrades: Almost a Love Story (1996). Berbagai macam kesedihan akibat cintah(tm).
  53. A City of Sadness (1990). Tony Leung sebagai protagonis bisu tuli di tengah Insiden 228 di Taiwan.

Statistik asal negara (Hong Kong saya pisah dari Cina, yang kebetulan tahun ini absen; Taiwan eeee…):

  • Hong Kong = 17
  • Indonesia = 9
  • USA = 8
  • Jepang = 8
  • UK = 3 (Skotlandia = 1)
  • Korea Selatan = 2
  • Bhutan = 1
  • Rusia = 1
  • Kanada = 1
  • Jerman = 1
  • Malaysia = 1
  • Taiwan = 1

Berbeda dari tahun lalu, film Hong Kong jadi nomor satu tahun ini, dengan selisih yang banyak dari nomor 2 (Indonesia), hampir 2 kalinya. Ini karena ada berkaitan dengan kejadian di dunia nyata yang eee…saya ndak terlalu minat tulis di sini. 😛 Di sisi lain, Korea Selatan turun drastis. Walaupun film perang bikinan Korsel luar biasa, kayanya kehabisan stok tahun ini.

Entri yang mengejutkan tentu saja Bhutan. Kok bisa-bisanya ada Bhutan di sana!? Ya nyatanya bisa.

Pada tahun ini juga akhirnya saya meresmikan aktor-aktor favorit saya: Toshirou Mifune (walaupun ga ada filmnya saya tonton tahun ini), dan Tony Leung Chiu-Wai. Saya suka dengan pembawaan dan dandanan Tony Leung di film-film drama romantsi Wong Kar-Wai.

Saya masih mencari orang yang bisa saya sebut aktris favorit, dilihat dari segi aktingnya.

Bikin peringkat tahun ini susah, karena terlalu sedikit film yang benar-benar menonjol buat saya, ga seperti pada tahun lalu. Tapi kalau musti dipaksakan, ya…

  1. National Security
  2. Harakiri
  3. Interstellar
  4. CINtA
  5. ?

Ya sudah, sekian daftar untuk tahun ini. Selamat tahun baru, dan sampai jumpa pada akhir tahun depan.

Advertisements

Almost 2015

The year is approaching its end. I am getting old(er), and I realised that over the course of a few years, I have changed a lot in terms of blogging. I used to be more open about my private life, here on my blog and also on Facebook. Now, not so much. I am very hesitant to write about private matters, and on occasions, when I cannot suppress the desire, I write cryptically. The blogging frequency has decreased too. There was one day when I made three blog posts on one day. Now, I write one post in three months. The rise of Facebook certainly contributes to this, but as I become more content with my life, I also have less time now to blog.

Merry Christmas, and ***** ********.


lambrtz looks like this

Me

You can write comments in any language that you want, but please bear in mind that I only understand 4 languages: English, Indonesian, Javanese and Malay.

Archives

Categories

December 2014
S M T W T F S
« Sep   Jan »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
Click to view my Personality Profile page

Advertisements