Archive for the 'Internet' Category

Almost 2015

The year is approaching its end. I am getting old(er), and I realised that over the course of a few years, I have changed a lot in terms of blogging. I used to be more open about my private life, here on my blog and also on Facebook. Now, not so much. I am very hesitant to write about private matters, and on occasions, when I cannot suppress the desire, I write cryptically. The blogging frequency has decreased too. There was one day when I made three blog posts on one day. Now, I write one post in three months. The rise of Facebook certainly contributes to this, but as I become more content with my life, I also have less time now to blog.

Merry Christmas, and ***** ********.

Rumah Sukorejo, aka Nyoba Ngembed Google Maps di WordPress

Terima kasih atas protes Koh [Eon Strife], saya berinisiatif untuk mengembed foto rumah saya di Ponorogo di blog. Sekalian ngetes untuk pertama kalinya.

Rumah saya yang atapnya coklat di sebelah kanan agak atas itu, yang ada putih-putihnya. Sepertinya sudah berubah sejak saya meninggalkannya tahun 1997. Di seberangnya ada Puskesmas tempat Mama saya kerja dulu. Di belakang ada Puskesmas ada masjid yang kalau sahur bulan Ramadhan nyetel lagu instrumental padang pasir yang bikin saya takut dulu. Terus ada sungai kecil di selatan rumah. Ada SD beberapa ratus meter di selatan sungai, tapi ga ada di preview.

Bedanya Berbagi di Google Plus dan di Facebook

Google Plus

Google Plus

Facebook

Facebook

Too Much Information

“Welcome to the information era
No more sweat and blood for information
We will provide you with information
And connect you with people around the world”

And in this era
Everybody is smart (God forbid)
Everybody is true (God forbid)
Everybody is loud
Everybody wants to be heard

They say under the sun nothing is new
I say, partially true
The same news being repeated, echoed,
Transmitted and amplified
Intertwined with stories on
Horrendous slices of life
Beyond limit overflowing
To continue on the next day

So then there was I
Little by little, one by one
With duct tape sealing noisy mouths
Murdering people’s voices
And shutting my bleeding ears

When truth matters no more
One more note don’t add nothing
Silencing my desire
Keeping thunder in me

Shattered and scattered
I go forward

Hilangkan!

Saya ingat sebuah komik Doraemon, tentang alat diktator untuk menghilangkan orang yang tidak kita suka. Nobita (seperti biasa) menyalahgunakannya untuk menghilangkan orang-orang yang tidak disukainya, mulai dari Giant, Suneo, dan lalu pada suatu ketika dia tidur, tombol di alat tersebut tertekan dan Nobita menghilangkan semua orang di dunia, termasuk ibu Nobita, Doraemon, Shizuka, dll. Sedih datang, lalu senang tiba, karena tak ada orang yang mengganggu. Itu tak lama, karena dia jadi susah sendiri ketika lampu di rumahnya mati: tidak ada orang di PLN yang mengoperasikan listrik. Ternyata penghilangan orang-orang itu sementara saja. Doraemon muncul kembali, dan berkata bahwa sesungguhnya alat itu diciptakan untuk menghukum diktator, untuk membuatnya merasakan kesepian.

Sekarang, menghilangkan orang yang tidak kita sukai agak lebih mudah. Tinggal hide story, atau unsubscribe saja di Facebook. Sama sekali tidak repot. Yang jadi pertanyaan adalah…

…dengan melenyapkan update status dari orang-orang tersebut, apakah kesepian akan datang melanda? :v

…apakah akan ada karma dari tindakan tersebut? :v


lambrtz looks like this

Me

You can write comments in any language that you want, but please bear in mind that I only understand 4 languages: English, Indonesian, Javanese and Malay.

Archives

Categories

July 2021
S M T W T F S
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
Click to view my Personality Profile page