Archive for the 'Uncategorized' Category

Changed Priorities

I used to have a page on the sidequests/non-work or family-related things that I want to do. But over the years many things I wrote there have become irrelevant, so I decided to take it off. As a substitute, now I keep a Some Lists page.

Film-film yang Kutonton pada Tahun 2016

Terlambat dirilis karena habis jalan-jalan, seperti tahun-tahun sebelumnya, inilah film-film yang kutonton pada tahun 2016. Lebih sedikit dari tahun kemarin, gara-gara kesibukan ngrevisi thesis, persiapan oral defence, dan nglamar kerja yang akhirnya sukses membawaku ke Barat™, tapi setidaknya gak banyak cheating lagi dengan nonton film-film pendek. 😛

  1. Marriage Story (1992). Ya tentang orang kawin.
  2. Our Times (2015). Gadis nerdy dan anak nakal aslinya naksir sama pemain basket dan cewek yang dekat sama si pemain basket, sebelum akhirnya mereka suka satu sama lain, dan kehidupan setelahnya.
  3. You Are the Apple of My Eye (2011). Segerombolan cowok SMA naksir sama cewek terpinter di kelas, dan kehidupan pasca lulus SMA.
  4. A Better Tomorrow II (1987). Mirip sama yang pertama, cuman beda karakter, Leslie main lebih banyak, dan Chow Yun Fat hidup lagi jadi karakter baru. Penasaran nonton gara-gara lagunya sih.
  5. Pain (1994). Pemuda pengangguran sado-masokis kecanduan menyakiti diri sendiri dan orang lain. Adegan penyiksaan.
  6. Mee Pok Man (1994). Seorang laki pendiam dan agak intellectually challenged™, sehari2 berjualan mee pok (fishball noodle, walaupun mee pok itu sendiri IMO jenis mienya sih) jatuh cinta sama seorang PSK, a little bit too much. Ending morbid.
  7. The Founding of a Republic (2009). Berdirinya PRC dari sisi CPC.
  8. How I Unleashed World War II (1970). Perjalanan epik komikal prajurit Polandia yang ketiduran dan nyasar-nyasar dari Polandia muter-muter sampai Nazi Austria, kapal Turki, Libanon, Italia, dst sampai balik lagi ke Polandia.
  9. Robotix (1985). Nostalgia masa kecil. Pertempuran robot-sadar di dunia post-apokaliptik.
  10. Star Trek: Beyond (2016). Kru Enterprise dijebak untuk mendarat di planet alien. OK, enjoyable, but not—you know—“world class”.
  11. Love Letter (1995). Seorang gadis terjebak pada kenangan almarhum tunangannya, dan berkorespondensi dengan teman SMP si almarhum. Baca juga review Ando [di sini].
  12. Ditto (2000). Berbincang-bincang dengan perempuan yang dulu naksir bapak, lewat radio rusak.
  13. Your Name (2016). Terlalu happy ending buat film Shinkai, tapi ya OKlah buat bikin beliau terkenal seantero jagad. Sisanya, silakan baca postingan Ando [di sini].
  14. Journey to the West: Conquering the Demons (2013). Adaptasi liberal daripada Kera Sakti. Tong Samcong konyol dan ada Hsu Chi jadi pemburu hantu nan sakti mandraguna tapi jatuh cinta sama Tong Samcong.
  15. After the Storm (2016). Detektif ecek-ecek plus pecandu judi mencoba berekonsiliasi dengan ibunya serta mantan istri dan anaknya.
  16. Murmur of the Hearts (2016). Sepasang kakak adik dibawa ke mainland Taiwan dari pulau kecil di seberang oleh ibunya, lantas terpisah tercerai berai pasca beranjak dewasa dan ibu mereka meninggal.
  17. Flying Colors (2015). Perjuangan seorang gadis gyaru dengan prestasi akademis di bawah rata-rata untuk masuk Keio U.
  18. Merry Christmas, Mr. Lawrence (1983). Relasi antar 4 orang tentara, 2 tentara Jepang dan 2 tentara Inggris (PoW) selama PD II.
  19. Macross: Do You Remember Love (1984). Cinta segitiga dan bombastisisme budaya populer dikombinasikan dengan perang antar-galaksi dan panspermia.
  20. Evangelion 2.0: You Can (Not) Advance (2009). Garis besar utamanya masih mirip dengan cerita serialnya, tapi dengan sedikit detil yang berbeda dan penambahan karakter baru, Mari Makinami.
  21. Evangelion 3.0: You Can (Not) Redo (2012). Bagian Nagisa Kaworu, tapi detil semakin melenceng.
  22. The Girl Who Leapt Through Time (2006). Anime slice of life tentang gadis yang bisa pergi ke masa lalu.

Statistik:

  • Jepang: 8.5
  • Taiwan: 3
  • Singapore: 2
  • USA: 2
  • Korea: 2
  • Hong Kong: 2
  • RRC: 1
  • Polandia: 1
  • UK: 0.5

Setelah beberapa tahun kalah dari Korea, Hong Kong, Cina daratan, tahun ini Jepang kembali jadi nomor satu, mungkin dipengaruhi perjalananku Oktober kemarin ke Jepang, yang sukses memantik pelatuk Jejepanganku lagi. Film barat juga lebih banyak dari tahun kemarin. Ada entri baru dari Polandia! Yang setengah-setengah itu karena film no. 18 adalah film British-Japanese.

Seperti biasa, top 5:

  1. Our Times
  2. Ditto
  3. How I Unleashed World War II
  4. Macross: Do You Remember Love
  5. You are the Apple of My Eye

Sampai jumpa akhir tahun 2017!

Solitary

Dan aku kembali ke kehidupan semula. Contoh sempurna majas paradoks di buku pelajaran bahasa Indonesia di sekolah menengah. Di kota yang ramai ini aku sendiri. Bersandarkan tepian Jembatan Anderson di atas Sungai Singapura, menikmati pemandangan sore matahari bersiap-siap membenamkan diri. Melihat orang di sekitar, berjalan segerombolan, dengan pasangan, dengan anak, dengan teman-teman, dengan anjing peliharaan, satu, dua, empat, berlalu lalang bersepian dari kiri, kanan. Pikiran sejenak melayang ke dimensi tak nyata, dimensi virtual, dan mereka yang menjalani kehidupannya masing-masing. Ah, aku hanyalah manusia dengan standar moral terlalu tinggi, yang tidak bisa tidak menumpahkan sinisisme dan penghakiman terhadap hal-hal kecil yang menjadi sumber keindahan bagi orang lain. Ya, sekat. Ideologi, idealisme, agama, agama, agama, sekat. Sekat itu ada, tapi tak lah selalu ditemui tiap hari. Tergantung ke mana otakmu mengarahkan kaki. Ada di sini sekat. Tapi cobalah liat sedikit ke sekitar. Mereka tersenyum dan tertawa, sejenak melupakan kegundahan hati sehari-hari. Hidup tak selamanya indah, apalagi untuk orang sinis sepertiku, tapi kalau dilihat senyuman mereka, tidak bolehkah mereka menikmati sejenak? Dan mereka semua berjalan, berjalan, meninggalkanmu sendiri di sini, yang ironisnya telah meninggalkan orang-orang yang sejatinya ingin dirimu berada di samping mereka. Ah, aku jadi teringat. Tak jauh dari sini ada secercah memori. Tapi apa gunanya mengungkitnya dan menghampirinya kembali, hanya akan menambah sakit di hati. Ingin rasanya memori diperbarui.  Di mana?

.

.

.

Picture is taken from here.

Pompeii 1971

Alunan suara astral menggema di dalam jiwa-jiwa yang terkubur hampir dua ribu tahun lamanya
Di bawah abu vulkanis mereka menangis
Mereka tersiksa

And thus the Ultimate Question of Life can be reduced to…

…whatever you are, what can you do for the society?

Tentang Sebuah Lilin

Lilin ini memang sudah sebentar lagi saja umurnya, tapi apinya belum mati
Masih berpendar menerangi ruang yang memang kelam

Keris datang melayang
Ujung lilin teriris tipis

Dan terjadilah seperti nubuat para nabi
Potongan ujung lilin cepat meleleh
Apinya belum mati

Melankoli Metropolitan

Dua orang pria, melaju dalam Toyota Crown di atas jalan bebas hambatan dari Geylang, meninggalkan hingar bingar tengah kota lama yang tak acuh pada cerita setiap orang di dalamnya
Tak sepatah kata pun muncul di dalam mobil selain alunan lirih lagu easy listening dari radio

Sementara yang satu konsentrasi memainkan setir
Satunya terus memandang ke kiri, ke luar jendela
Melihat apartemen-apartemen tua di garis pandang

Desihan

Tiga hari sebelumnya, bumi hancur ditabrak meteor


lambrtz looks like this

Me

You can write comments in any language that you want, but please bear in mind that I only understand 4 languages: English, Indonesian, Javanese and Malay.

Archives

Categories

June 2017
S M T W T F S
« Apr    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  
Click to view my Personality Profile page