Frustrasi

Seharusnya aku mempergunakan skeletonisation dan Voronoi diagram untuk membuat representasi dunia.
Seharusnya aku memakai kd-tree untuk manajemen node.
Seharusnya aku memanfaatkan CGAL di proyek ini.

Tapi semua sudah terlambat.
Proyek sudah berjalan 1 tahun, dan begitu juga dengan program masterku.
Waktu itu aku belum mengenal konsep-konsep itu.
Pun mengerti bagaimana cara mengimplementasikannya.

Lagi-lagi, aku merasa tidak puas.
Yah, frustrasi seorang perfeksionis.
Aku pinginnya, semua paper yang aku tulis, semua project yang aku lakukan ketika PhD, world-class.
Novel.
Baru.
Lha iya dong, namanya juga PhD, harus menemukan sesuatu yang baru.
Tapi bagaimanapun juga, ada gap yang besar antara pendidikan S1 ku dengan pengetahuan yang seharusnya aku miliki pada saat aku memulai program master ini.
Dan, ya, aku lambat dalam programming.
Malu aku jadi lulusan Komputer.
Dan baru beberapa bulan terakhir ini aku menyadarinya, ketika semua sudah berjalan lama.

Tapi ya sudahlah.
Sepertinya Tuhan tidak menyediakan tombol rewind.
Waktu adalah dimensi searah yang tidak bisa kita jelajahi seenak udel masing-masing.
Mau menyalahkan institusi tempat aku ngambil S1 dulu pun ga ada gunanya.
Jadi yang bisa aku lakukan ya mencari jalan lain.

Saat ini ada 3 opsi yang bisa dipilih.

Pertama, convert dari Master ke PhD.
Kalau memilih opsi ini, total waktu sejak pertama masuk Master ke PhD adalah 4 tahun.
Dan sekarang sudah habis 1 tahun.
Tinggal 3 tahun lagi.
Dan sepertinya tidak banyak waktu untuk menghasilkan banyak paper berkualitas, sementara aku sendiri juga kurang berwawasan luas.
Jadi, kemungkinan besar opsi ini tidak aku ambil.

Kedua, daftar ulang, sehingga aku mengulang PhD dari awal, dan sisa waktu masih banyak, kalau dihitung dari sekarang 5 tahun.
Dengan demikian aku punya waktu lebih banyak untuk mengurangi ketertinggalanku.
Memang, saat ketika aku mendapat PhD menjadi tertunda, tapi itu bukan prioritas utamaku.
Yang aku pikirkan sekarang adalah bagaimana caranya mendapat ilmu yang cukup dan memakainya pada penelitian-penelitianku.

Namun, aku baru-baru ini memunculkan opsi ketiga, yaitu mengambil program Master lagi setelah Master yang ini selesai.
Lebih disukai coursework + thesis programme pada bidang Applied Maths atau Computational Science atau Theoretical Computer Science.
Kalau aku memilih opsi ini, bakal ada lebih banyak waktu untuk mengisi gap tersebut, dan aku tidak terlalu dihantui deadline seperti yang aku jalani saat ini.
Selain itu, jika aku mengambil langkah ini, pada saatnya nanti aku memulai program PhD yang beneran, aku tidak perlu mempelajari hal tersebut dan bisa langsung masuk ke riset.
Masalahnya adalah, apakah supervisor dan universitas mau melepasku?
Sekedar info, aslinya supervisor merekrutku untuk PhD, tapi tidak direstui universitas karena 1) aku mendaftar untuk Master dan 2) aku tidak melampirkan GRE.
(Ya gimana lagi, di Indonesia tes GRE hanya diadakan di Jakarta, dan lagipula aku tidak yakin bisa mengerjakannya)

Sampai saat ini aku belum memutuskan akan mengambil opsi kedua atau ketiga, bahkan bisa jadi bakal ada opsi lain yang muncul.
Rencananya sih aku akan berkonsultasi dengan supervisorku.
Yah mudah-mudahan saja beliau mengerti dan mau membantu.

BTW, mestinya sih menulis masalah ini di blog tidak menyelesaikan masalah :P

***

Oh jalan panjang dan berliku menuju PhD…
Aku ingin berkontribusi pada perkembangan sains, karena aku merasa itu talenta utamaku, itu panggilanku.
Namun bagaimana lagi.
Salah asuhan?
Makanya aku selalu iri dengan mereka mahasiswa Indonesia yang bisa menempuh pendidikan undergraduate / S1 di luar negeri, terutama di universitas ternama.
Bukan karena gengsi, tapi karena mereka bisa mendapat pendidikan yang bermutu tinggi.
Tiga tahun yang lalu, saat aku masih mahasiswa S1, Pak Romi menulis artikel ini.
Dan, ya, barangkali aku salah satu produknya.

…kadang aku merasa dunia ini tidak adil.
Seorang anak bertalenta dari negara, katakan, Somalia, akan mendapat tantangan yang lebih besar untuk mendapat pendidikan yang bisa ditempuh anak lain dengan talenta yang sama tapi berasal dari, katakan, Amerika Serikat.
Ah, tapi sejak kapan dunia ini “adil” yang semacam itu.
Kan memang tantangannya berbeda-beda.

…hahaha…sepertinya aku memang orang menyebalkan yang tidak bisa bersyukur dengan apa yang telah aku capai.
Yah, ok lah, setidaknya sekarang aku ada 2 opsi, dan tinggal memilih salah satu.
Untuk jangka pendek, proyekku harus diselesaikan, dan aku harus mendapat gelar master dulu. ;)

Sudah ah, malah ngelantur. :P

Aktivis Mode On

Saat kalimat syahadat membahana
dan nama Allah terserukan di udara
Saat para milisi mengayunkan kepalannya
ke kepala pengunjuk rasa
Saat peluru melaju pesat
menembus jantung Neda
Saat para akademisi ditangkap
karena mendukung kerusuhan
Saat itulah perjuangan terlihat
Gelora yang lama terpendam
Kini meledak-ledak
Seperti tahun tujuh sembilan

Di mana suara mereka?

Lanjutkanlah
Bara revolusi belum padam

Living Legends in Actions

Seeing these old men doing action like how they did during their golden ages, when they were young and spiritful, really touches me. Their times have long passed, but their spirits are (were) still there. :)

***

Chuck Berry is…aw crap, no need to introduce him. Who doesn’t know a great rock n roll guitarist like him? Like dat oso you don’t know… Nobody raises hand. OK, anyway this is from 2008 live concert in Brazil. I am sure that at that time nobody could expect some skillful performance from him. He played with some flaws, but as you can see he was still able to play the solo, and even did the infamous duck walk in his 81st year of life, for God’s sake! :D If he came to my town, I would certainly spare some time to attend his concert. Seeing a living legend perform is priceless. Currently he still plays in here once a month. Oh, if I were a student of WUSTL

***

Uh oh…after Chuck Berry, I need to mention BB King, his blues counterpart. As his health deteriorates, he has less concerts nowadays, but when he plays, he can still play guitar really well. Even better than Chuck Berry! :D In this video, you can see that even in 2006 when he was 81 he still got the soul.

***

Lou Thesz was a professional wrestler who invented Powerbomb and Lou Thesz Press moves. Born in 1916, he retired for this business in 1979, but had his final match in 1990 when he was 74. Yes, of course this kind of match is an arranged one, but it still requires some stamina, and I was surprised when I watched it. As you can see in the below video, he succesfully performed a back drop. He also tried to do a Powerbomb (or Piledriver?), a move usually associated to big wrestlers since it requires lifting your opponent, but – as expected – he failed at it. Nice try, lad, I am very touched :D . He died in 2002, BTW.

***

Gyula Grosics was the goalkeeper of Hungarian football team, playing in the same squad as Ferenc Puskas. Retired in 1962, he was given chance to play for Ferencvárosi in 2008 for a short time, being subsequently substituted by another goalkeeper after a few minutes. His shirt number, 1, was then retired.

***

Lastly, Johannes Heesters. A performer, actor and singer, he still performs in the age of 105. He speaks really clearly and loudly! :D And BTW, he smokes. :P And BTW, he was a friend of Hitler. :P

***

Now back to me. How old am I? What have I done? Little. :D

BTW, sources, Wikipedia.

Hellhound in My Trail

SOMEONE SAYS ‘ARE YOU OKAY’ YOU SAY?
Nine Inch Nails – Home
Ouwouw saya kebingungan…

HOW WOULD YOU DESCRIBE YOURSELF?
Slayer – Necrophobic
Ya ga sebegitu phobianya sih. Setidaknya ada orang yang lebih takut sama itu *lirik Bang A********** * :mrgreen:

WHAT DO YOU LIKE IN A GUY/GIRL?
Ash – Renegade Cavalcade
Tough girl FTW! \m/

HOW DO YOU FEEL TODAY?
The Beatles – The Fool on The Hill
Saya memang yang terbodoh di lab :mrgreen:

WHAT IS YOUR LIFE’S PURPOSE?
The Beatles – Birthday
Weleh,
ulang tahun pan ndak penting :?

WHAT’S YOUR MOTTO?
Slayer – Jesus Saves
Sejak kapan saya jadi Evangelical Ah ya saya memang suka autokritik. :D

WHAT DO YOUR FRIENDS THINK OF YOU?
Mew – Circuitry of The Wolf
Diriku mengawali segalanya dengan anggun, sama seperti lagu ini membuka album And The Glass Handed Kites.
Mbuh meh ngisi apa, lagu instrumental soale.

WHAT DO YOUR PARENTS THINK OF YOU?
Pink Floyd – Biding My Time
Whaaaaaa :cry:

WHAT DO YOU THINK ABOUT VERY OFTEN?
Depapepe – Viva! Jump!
Waduh! Saya belum kepingin mati! :shock:

WHAT DO YOU THINK OF YOUR FRIENDS?
The Beatles – Blackbird
Maksude apa kiye. Wong pada putih-putih gitu. :?

WHAT IS 2+2?
The Sex Pistols – Liar
Ngapusi le! Asline 2+2=5!

WHAT DO YOU THINK OF YOUR BEST FRIEND?
Mew – Snow Brigade
Yoi! Bersama kita bisa! :D

WHAT IS YOUR LIFE STORY?
Robert Johnson – Cross Road Blues
Mengadakan perjanjian dengan setan untuk mendapatkan skill bermain gitar yang aduhai. Sayangnya skill-nya ga datang-datang. Dasar setan keparat.

WHAT DO YOU WANT TO BE WHEN YOU GROW UP?
Muse – Take A Bow
Jadi orang Jepang :mrgreen:

WHAT DO YOU WANT TO HAVE WHEN YOU GROW UP?
Ash – Orpheus
1) Waktu untuk tidur pulas, 2) wanita :mrgreen:

WHAT DO YOU THINK WHEN YOU SEE THE PERSON YOU LIKE?
The Beatles – Strawberry Fields Forever
Roshutsu Bermain-main di padang strawberry, betapa romantisnya! :D
BTW, cocok banget; ini lagu The Beatles yang paling saya suka. :)

WHAT WILL YOU DANCE TO AT YOUR WEDDING?
The Strokes – Soma
Bisa…bisa… :D

WHAT SONG WILL PLAYED AT YOUR FUNERAL?
Onmyouza – 鬼一口 (Oni Hitokuchi)
Masuk neraka? :shock:
Ah mari kita mempermainkan setan sahaja. Setan-setan keparat itu perlu di-bully. :twisted:

WHAT IS YOUR HOBBY/INTEREST?
Nine Inch Nails – Getting Smaller
Kebalik…harusnya getting bigger…ah sudahlah.

WHAT IS YOUR BIGGEST FEAR?
The Beatles – I Wanna Be Your Man
Wanita? :lol:

WHAT IS YOUR BIGGEST SECRET?
The Beatles – Devil in Her Heart
Dia yang jahat ga mau :cry:

WHAT DO YOU WANT RIGHT NOW?
The Beatles – While My Guitar Gently Weeps
I want booze! No, kidding :mrgreen:
Saya kepingin punya jenggot panjang kaya George Harrison dulu :mrgreen:

WHAT WILL YOU POST THIS AS?
Robert Johnson – Hellhound in My Trail
Setan keparat. Skill gitar ga dikasih-kasih malah dioyak kiriking neraka. Asu.

***

Woalah Joe…laguku mung sithik ki…

So What Do You Want From Us?

I just recently read a profile of Yohanes Sulaiman, a recent Indonesian PhD graduate from Ohio State University, who is also a teaching associate there. Some comments from his ex-students in this page:

Very difficult to understand his accent.

Additionally, his native language is NOT English.

Whoa. Perfect checkmates against foreign professor. :lol:

So what do you want us (or them?) to do? Learn your accent? Is it always good to imitate? :D

But just in case, I am practising British English. So far this is the one of two most appealing accents to me, the other being Scottish English (hell yeah Britannia rules the wave!). Not a specific regional British English but just a generic one. At first I may sound weird and you can apparently feel that I am faking it. And even my lips got tired after a few minutes! But so yeah, I hope my accent gets better gradually over time.

BTW, as International Politics and International Relations students, you are expected to comprehend non-native accents of English aren’t you? Have you ever heard of Singlish? :P

UPDATE:

In case somebody doesn’t notice.

I strongly oppose the idea that we must follow either American or British or any other native accent of English when we speak in that language. I think that Indian should be freely speak in that langauge, and so do Chinese, Japanese, German, Italiano, etc. Of course as non-native speakers we are obliged to practise to speak English correcly, i.e. to pronounce words correctly, use grammar wisely, and so on and so forth. But that is only it. When it comes to dialect / accent, we should not restrict people.

Then why do I learn British English? Because firstly it is cool, and secondly I think it will be easier for native speakers to understand me. Of course the first reason gives much more weight than the second, because it is pointed out in remembrance of great British rock bands. :P

So, my fellow Javanese people, use Javanese English, ya? :mrgreen:

次のページ »


lambrtz looks like this

Me

カテゴリー

アーカイブ

 

7月 2009
S M T W T F S
« Jun    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

My del.icio.us

Click to view my Personality Profile page

ページ